Buka Barengnya Di Masjid Al Hikmah Tambun

Bocah bocah yang berbahagia saat bukber di Masjid Al Hikmah(dokpri)

 

Udah separuh Ramadhan kita lalui bersama, masih kuat berpuasa dong? Alhamdulillah sih bisa tahan lapar dan haus meski saat ini telah dua pekan menjalankan ibadah shaum di bulan ramadhan. Nggak ke goda dengan warteg yang di tutup gorden dong hihi, semoga kita bisa mengkhatamkan puasa hingga tuntas dan merayakan hari kemenangan di bulan Syawal dengan hati yang bersih, amin.

Kali ini Mang Admin mau cerita cerita tentang bukber nih, iya buka bareng gitu deh. Sejak hari pertama ramadhan telah banyak masjid masjid mengadakan event bukber ini, dan inilah satu hal yang patut kita apresiasi terhadam Dewan Kemakmuran Masjid yang mampu menyelenggarakan bukber, bagaimana pun kita mesti bersyukur lho ternyata sesama muslim saling peduli. Karena tidak semua orang bisa merayakan buka bersama dengan keluarga di rumah masing masing.

Suasana di dalam masjid, tetap adem di rumah ALLAH(dokpri)

Mang admin pun begitu, karena satu hal dan ini bagian dari tugas kerjaan maka untuk beberapa waktu harus berbuka puasa bukan di rumah, shift 2 saat bekerja akhirnya membawa Mang Admin untuk ikutan bukber di masjid Al Hikmah, yup masjid ini memang rutin mengadakan bukber di setiap bulan suci ramadhan. Karena lokasinya memang berdekatan dengan tempat kerja, ya udah sekalian aja bukber di sini terus jika sedang bekerja shift 2.

Para pengurus masjid Al Hikmah sangat ramah dengan orang orang yang mau berbuka di ini masjid lho, dan kita pun nyaman ketika berada di masjid yang terletak di Kampung Legon Tambun Selatan. Beberapa bocah juga banyak yang menyempatkan untuk buka bersama, yang lucunya ada juga bocah yang nggak puasa ikut ikutan buka, tapi paling sering mah yang nggak puasa di ledekin dengan sesama temannya.

Lima menit menjelang buka puasa di adakann do’a bersama, semoga yang menyumbang penganan untuk berbuka di limpahkan rezeki halal, detik detik terus berlalu dan akhirnya waktu Maghrib yang di tunggu pun seiring beduk di pukul dan kumandang adzan terdengar. Maka tak tertolaklah penganan berbuka puasa, ada kurma, aneka gorengan yang tak pernah ketinggalan di sajikan. Gorengan menjadi hidangan favorit saat berbuka, ada juga kolak, es cendol, kue kue, teh manis serta air mineral dalam kemasan.

Bersiap melaksanakan sholat Maghrib berjamaah(dokpri)

Bukber di Al Hikmah banyak di ikuti oleh karyawan karyawan seputar masjid, maklum deh karena masjid Al Hikmah berdiri di antara pabrik pabrik dan juga gudang yang ada di sekitaran Kampung Legon. Bukber di Al Hikmah banyak memberikan kesan yang menyenangkan, meski tak bisa berbuka di rumah, namun saudara seiman ini mampu memberikan kesejukan di saat bulan ramadhan.

Seusai berbuka di lanjut dengan pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah, inilah sebuah bukti bahwa merajut ukhwah di mulai dengan hal hal yang sederhana seperti buka bersama, semoga keberkahan ini terus di lakukan. Nah kamu kamu pasti punya cerita seru dong seputar bukber ramadhan tahun ini, Mang Admin mah cerita aja seputar bukber di masjid Al Hikmah dan semoga bermanfaat bagi pembaca blog jalandanmakanseru.com

Tunggu cerita cerita lain di blog ini, karena akan ada banyak cerita cerita unik, lucu dan ngegemesin lainnya lho, pantengin aja blog kesayangan kita bersama karena memang Mang Admin suka jalan jalan dan makan makan hehehe. Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan, semoga keberkahan untuk kita semua, amiin.

Ngabuburit Seraya Bernostalgia Dengan Perjuangan Diplomasi Di Gedung Perundingan Linggarjati

Di sinilah ruangan dimana perundingan Linggarjati di lakukan(dokpri)

 

Bulan Ramadhan meski indentik dengan keadaan perut lapar dan juga rasa haus yang menyergap di karenakan tidak adanya asupan makanan dan minuman ke dalam tubuh selama 12 jam lebih, bukan berarti alasan pembenaran untuk bermalas malasan dan nggak ngelakuin hal yang positif, dari pada mikirin laper melulu lebih baik kita jalan jalan yuk, siapa tahu ada pengalaman baru yang di dapat dan tahu tahu eh waktu berbuka tiba. Mau dong ngabuburit ke tempat yang bersejarah, itung itung nambah ilmu dan nambah rasa nasionalisme kita yang saat ini kerap di tuding udah mulai luntur.

Jalan jalan kita di Ramadan 2018 yakni menjelajah tempat wisata di daerah Kuningan Jawa Barat yang memiliki tempat  yang di lindungi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, termpat itu adalah Gedung Perundingan Linggarjati yang terletak di desa Linggarjati, kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan Jawa Barat.Letaknya yang berdekatan dengan Gunung Ciremai dan memiliki ketinggian 400 meter diatas permukaan air laut.

Tentu saja kita di manjakan dengan suasana sejuk yang begitu menggoda, gedung ini pernah mengalami beberapa alih fungsi. Mulai dari sebuah gubuk milik seorang janda bernama di tahun 1918, di ubah menjadi bangunan oleh warga Belanda di tahun 1921, berpindah kepemilikan di tahun 1930 sebagai tempat tinggal Johannes Van Os, merubah fungsi menjadi hotel di tahun 1935, di kuasai penjajah Jepang, pasca Indonesia merdeka kepemilikan pun di ubah dan berganti nama menjadi hotel Merdeka.

Tempat pertemuan Bung Karno Dengan Lord Killearn(dokpri)

Pada saat tahun 1946 inilah hotel Merdeka menjadi tempat perundingan Linggarjati yang membuat tempat ini sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Setelah mengalami beberapa kali fungsi pemakaian hingga akhirnya tempat ini di tetapkan sebagai museum pada tahun 1976 hingga sekarang.

Memotret Kerennya Perjuangan Diplomasi Untuk Pengakuan Kemerdekaan

Tempat bersejarah yang dilindungi Undang Undang(dokpri)

Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, di tanggal penanggalan Hijriyah saat itu adalah tanggal 9 Ramadhan 1364 H, di hari Jum’at bulan puasa. Soekarno Hatta mengucapkan proklamasi yang membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah, spirit Ramadhan semestinya api penyemangat bagi kita semua di tahun ini. Dapat di bayangkan betapa para pemimpin bangsa merumuskan kemerdekaan pada bulan suci di saat rasa haus dan lapar mendera namun mereka tetap istiqomah. Masa zaman now malah puasanya seakan menjadi beban, tentu kita tidak ingin seperti itu bukan?

kamar delegasi Belanda ketika menginap saat perundingan(dokpri)

Di Museum Perundingan Linggarjati ada gambaran perjuangan dari para diplomat ulung bangsa ini agar eksistensi Republik Indonesia terus terjaga, delegasi Indonesia di pimpin oleh Sutan Syahrir dengan di dampingi anggota yakni Mr Soetanto Tirtoprodjo, DR A.K.Gani dan Mr Moehammad Roem. Sedangkan delegasi Belanda di pimpin oleh Prof.Mr Shermerhorn dan di dampingi anggota yakni DR Van Mook, Mr Van Pool, dan Dr F.D Boer. Untuk mediator perundingan adalah Lord Killearn seorang berkebangsaan Inggris.

Maket suasana perundingan(dokpri)

Gedung perundingan Linggarjati seakan memutar kembali nostalgia kita di tahun 40an, suasan meseum yang di desain dengan atmosfir perundingan memberikan nuansa pencerahan betapa perjuangan para diplomat Indonesia sesungguhnya tak kalah berat dengan para pejuang yang berlaga di medan pertempuran. Ada beberapa ruangan yang menceritakan tentang detail perundingan, jumlah delegasi Belanda dan Indonesia saat perundingan, ruangan kamar yang di pakai menginap oleh delegasi Belanda.

Ada juga sebuah ruangan yang pernah di pakai si Bung Besar, presiden Republik Indonesia pertama Ir Soekarno saat berbincang dengan Lord Killearn. Mengitari luas bangunan museum Perundingan Linggarjati dengan area 24.500 meter persegi begitu mengasyikan, lapar pun beberapa jenak terlupakan, belum lagi pemandangan di luar gedung yang di tata apik dengan deretan pohon rindang yang memanjakan mata untuk memandangnya.

Adapun hasil dari perundingan yang di laksanakan pada tanggal 10-15 November 1946 dan di tanda tangani di Jakarta pada tanggal 25 Maret 1947. Ada 17 pasal dan 1 pasal penutup dalam perjanjian Linggarjati, dan hasil dari perundingan Linggarjati adalah Belanda mengakui de facto wilayah RI meliputi Jawa, Sumatera dan Madura. Belanda harus meninggalkan RI paling lambat 1 Januari 1949.

Pihak Belanda dan RI bersepakat membentuk Republik Indonesia Serikat, RIS harus bergabung sebagai persemakmuran dan negeri Belanda sebagai kepala uni. Kesepakatan ini memang seakan merugikan posisi Indonesia tapi ternyata Belanda pula yang melanggar isi kesepakatan dengan agresi militer I di tahun 1947.

Ngabuburit Makin Seru Dengan Berburu Kuliner Kekinian Yang Lagi Ngehit Di Kuningan

Oleh oleh khas Kuningan, Tape ketan bungkus daun jambu dalam kemasan ember(dokpri)

Selain mempunyai hawa yang sejuk, daerah Kuningan memiliki aneka kuliner yang patut di cobain deh, tapi jangan siang siang ya hehehe nanti batal lho. Kuliner yang ngetop di Kuningan adalah Tape Ketan yang di bungkus daun jambu, dan uniknya wadah yang di pakai untuk tape ketan hasil fermentasi dari beras ketan ini berupa ember, di sekitaran Linggarjati dan jalan utama Cirebon-Kuningan, tempat oleh oleh khas banyak menyediakan penganan yang satu ini.

Jangan lupa bila kepengen membawa oleh oleh ini, di perkiraan juga kematangan dari tape ketan, sehingga bisa di konsumsi dengan cita rasa yang tak terlupakan, ada manis manisnya gitu dengan kesegaran rasa yang tak terlupakan. Saat ini oleh oleh tape ketan menjadi kuliner andalan Kuningan dan tentu saja mendongkrak penghasilan usaha kecil dan menengah.

Oleh oleh yang bisa di bawa selain tape ketan daun jambu adalah jeruk nipis peras, nah ini juga perlu di coba lho, jeruk nipis yang memiliki kandungan nutrisi vitamin C dan merupakan antioksidan yang baik untuk kesehatan, jeruk nipis peras tersedia dalam kemasan yang siap minum dan juga berupa sirup, kalau mampir ke Kuningan jangan lupa oleh oleh jeruk nipis peras ya.

Kuliner legend lainnya yang ada di Kuningan adalah kupat tahu atau hucap, sebuah penganan yang terbuat dari ketupat dan juga tahu dan di sertai bumbu kacang di tambah kecap, kupat tahu Kuningan memang bener bener enaknya pol lho.

Menjadikan Museum Perundingan Linggarjati Sebagai Kawasan Eduwisata

Sebagai negara yang pantang menyerah dan pemberani, Indonesia memiliki tempat tempat bersejarah yang tersebar di seluruh nusantara, penjajah Belanda yang maruk membuat perlawanan mengenyahkan penindasan di atas dunia terus di kobarkan, aura perlawanan rakyat Indonesia begitu banyak dan kini menjadi situs cagar budaya termasuk gedung perundingan Linggarjati.

Sambil berpuasa dan menikmati pesonaramadan2018 di gedung perundingan Linggarjati, sebuah renungan yang patut kita kaji kembali, bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia begitu berdarah darah, baik perjuangan fisik dengan memanggul senjata ataupun di meja perundingan adalah ikhtiar hebat yang membuat Indonesia seperti sekarang ini, sudah saatnya kita merawat tempat tempat bersejarah, sangat pantas memang bila museum perundingan Linggarjati menjadi kawasan Eduwisata sebuah kawasan yang berkonsep edukasi sejarah dan dipadukan dengan destinasi wisata unggulan. Dari beberapa fragmen maket yang ada di gedung perundingan, tergambar betapa pentingnya moment perundingan tersebut untuk masa depan bangsa kita.

Dan generasi sekarang perlu tahu bahwa memang harga kemerdekaan begitu mahal, rasanya sangat sayang saja persatuan yang telah di rajut dengan susah payah oleh bapak pendiri bangsa malah terkoyak koyak oleh hoaks di zaman kini. Berkunjung ke gedung perundingan Linggarjati semakin membuka cakrawala berpikir kita untuk lebih mencintai tanah air Indonesia.

Mensinergikan Gedung Perundingan Linggarjati Dengan Tempat Wisata Lainnya Yang Ada Di Kuningan

Tempat wisata di Kuningan begitu banyak, apalagi saat ini tempat wisata kekinian terus muncul di daerah Kuningan, dengan lokasi yang sangat mudah terjangkau dan juga ongkos transportnya nggak terlalu mahal, gedung perundingan Linggarjati ramai di kunjungi. Jangan lupa di sekitaran gedung perundingan ada tempat tempat yang perlu di kunjungi juga lho, sperti pemandian alami air panas di Sangkanhurip, Ghifari Valley, Curug Sidomba hingga hutan wisata Talaga Remis.

Dengan adanya sinergi antar tempat wisata yang mengedepankan aksi aksi memikat dan juga atraksi yang keren sehingga pengunjung pun merasa betah berada di Kuningan dalam jangka waktu yang relatif lama sehingga penghasilan daerah dari sektor pariwisata pun terdongkrak. Selain itu Kuningan di untungkan dengan di bukanya Bandara Internasional Jawa Barat di Majalengka yang relatif dekat dengan posisi kabupaten Kuningan.

Semoga saja daerah Kuningan akan menjadi tempat wisata kekinian dan mampu merebut hati para pelancong baik domestik maupun mancanegara, karena pancaran keindahan wilayah Kuningan belum tereksplor sepenuhnya, semoga spirit bulan ramadhan membuka amunisi untuk menggiatkan terus potensi pariwisata Kuningan, saatnya ngabuburit ke Kuningan dan temukan tempat tempat terbaik untuk menikmati ramadhan nan syahdu di Kuningan.

Uniknya Stasiun Citeras, Dua langkah Dari Peron Langsung Toilet

Suasana Stasiun Citeras saat admin berada di sana(dokpri)

 

“Dari stasiun Citeras naik angkot, paling lima belas menit juga nyampe kok ke rumah aku.”

Sepenggal percakapan via telepon dengan seorang teman SMA saat admin berada di Commuter Line ketika menanyakan alamat yang di tuju, dan akhirnya tahu juga nih stasiun Citeras. Jujur inilah stasiun terjauh yang pernah admin tuju dalam perjalanan Commuter line. Sebuah stasiun yang menjadi salah satu dari beberapa stasiun dari rute Tanah Abang Rangkas Bitung. Ini juga stasiun yang merupakan stasiun terakhir menuju Rangkas Bitung.

Renovasi untuk mempercantik interior dan peron stasiun Citeras(dokpri)

Saat admin menjejakan kaki di stasiun, suasana renovasi begitu terasa, ruang peron, interior stasiun dan segala pernik penunjang stasiun dalam perbaikan. Yup stasiun yang terletak di Kabupaten Lebak ini termasuk stasiun dengan ukuran kecil, dengan jumlah jalur 3 buah, konon kabarnya stasiun ini efektif di gunakan untuk KRL mulai tanggal 1 April 2017. Dengan hadirnya Commuter Line hingga ke Rangkas Bitung membuat stasiun mungil ini pun kelimpahan penumpang baik untuk naik maupun turun.

Penumpang menuju pintu keluar di stasiun Citeras(dokpri)

Yang unik dari stasiun ini adalah dekatnya peron dengan toilet, jika dari arah menuju Rangkas Bitung ketika kereta pintunya terbuka dan ciluk ba, kita bisa langsung menemukan toilet lho, Cuma dua langkah dari peron maka langsung bertemu dengan toilet, untuk penumpang yang suka beser alias nggak kuat lama nahan pipis mungkin ini satu hal yang menjadi kabar baik.

Commuter Line berhenti untuk menaik dan turunkan penumpang stasiun Citeras(dokpri)

Toilet stasiun Citeras meski nggak luas namun bersih dan terawat, untuk hal ini kita patut angkat topi dengan pihak PT Kereta Commuter Indonesia yang terus berkomitmen untuk melakukan pelayanan prima dan salah satu yang paling terasa adalah perbaikan layanan berupa toilet bersih dan bisa di pergunakan penumpang secara gratis lho

Akses menuju stasiun kereta melalui jalan berbatu, ada baiknya pihak terkait bisa membenahi jalan masuk stasiun, saat admin melintas, ruas jalan yang menuju stasiun terlihat berdebu dan juga nggak bisa di bilang bagus, mungkin kalau hujan turun, jalanan becek karena tanah merah terlihat di kanan kiri jalan. Dengan adanya perbaikan untuk akses menuju stasiun akan banyak membantu penumpang kereta commuter line.

Untuk crew di dalam stasiun cukup respon ketika admin bertanya tentang angkot di sekitaran stasiun yang menuju Harendong. Ternyata ada juga lho, selain tentunya babang babang ojek. Semoga saja ke depannya stasiun Citeras akan lebih baik lagi dan menjadi sebuah stasiun yang nyaman untuk di gunakan. Semoga saja dengan adanya renovasi di stasiun Citeras akan memberi dampak positif berupa kenyamanan penumpang.

Meski kecil ternyata stasiun Citeras cukup penting dengan arus Commuter Line baik dari arah Rangkas Bitung maupun Tanah Abang, nah bagi kamu yang penasaran dengan keberadaan stasiun ini, sekali jalan jalan lah ke sini, dari Tanah Abang pilih jurusan ke Rangkas Bitung, sepanjang perjalanan menuju stasiun ini, akan di suguhi pemandangan hamparan pesawahan dan lanskap bebukitan hijau yang masih banyak penggembala kerbau, sebuah pemandangan keren lho untuk anak kota yang sudah jarang melihat pemandangan seperti ini.Nah itulah cerita admin tentang stasiun Citerah, beruntung bisa nyambangi ini stasiun karena ada acara reunian nih dengan teman teman SMA, tunggu cerita admin berikutnya dengan suasana stasiun lainnya ya, pokoknya pantengin aja di web jalandanmakanseru.com deh. Sampai jumpa di cerita stasiun lainnya ya, salam.