Stasiun Bogor, Stasiun Yang terus Tumbuh Dan Berkembang

Stasiun Bogor yang terus bebenah untuk kenyamanan penumpang(dokpri)

 

Kali pertama mengunjungi stasiun Bogor di sapa gerimis menjelang waktu siang, peron yang tak beratap dan jarak antara tempat berteduh lumayan jauh memaksa kaki setengah berlari menghindari gerimis. Itulah kesan pertama saat Mang Admin menjejakan kaki di stasiun Bogor. Hujan mulai membasahi kota Bogor, istirahat sejenak seraya numpang ngecharger di tempat box charger yang di sediakan untuk para penumpang.

Ketemu dengan seorang Bapak yang ternyata warga aseli Bogor dan beliau pun bercerita bahwa stasiun Bogor akan terus tumbuh dan berkembang mengikuti tuntutan zaman, dulu banget ujar si Bapak, stasiun Bogor sangat sederhana. Namun dalam beberapa tahun terakhir banyak sekali perubahan yang terjadi dan membuat stasiun Bogor makin moncer. Dari beberapa tempat terlihat fasilitas disediakan agar penumpang kereta bisa lebih nyaman, Mang Admin ngejajal musholla stasiun yang tertata apik dengan karpet merahnya yang bersih serta pembatas untuk jamaah perempuan dan laki laki.

Mushola stasiun Bogor yang nyaman untuk melaksanakan ibadah sholat(dokpri(

Toilet pun bersih dan membuat nyaman saat buang hajat penumpang. Tempat loket pun luas meski mungkin suasana akan berbeda jika di jam jam sibuk, terpasang pula guiding block untuk saudara saudara kita kaum disabilitas. Ketika kita ingin keluar dari areal stasiun ada papan arah menuju jembatan penyeberangan orang dan petunjuk penggunaan transportasi umum. Jika kita keluar dari stasiun menuju Jalan Kapten Muslihat maka kita pun bisa menuju daerah Jembatan Merah, Leuwiliang, Darmaga, Paledang, Bubulak dan Warung Jambu.

Tempat tiket dan kesibukan penumpang di stasiun Bogor(dokpri)

Bila kita keluar dari stasiun menuju Jalan Mayor Oking maka kita bisa ke arah Taman Topi, Istana Bogor, Kebon Raya Bogor, Baranangsiang, Pasar Anyar dan ke arah tol Jagorawi. Stasiun Bogor bisa di bilang halaman depan kota Bogor, stasiun dengan kode BOO ini dahulunya bernama stasiun Buitenzorg dan di bangun pada tahun 1881. Stasiun Bogor melayani KRL Commuter Line, bisa di bilang stasiun ini termasuk stasiun akhir kereta lho.

Dari stasiun Bogor, penumpang bisa menuju stasiun Jakarta Kota, Stasiun Kampung Bandan, stasiun Angke dan juga stasiun Jatinegara. Dengan memiliki 8 jalur dan 7 peron, stasiun Bogor adalah stasiun sibuk dan padat mengingat intensitas pengunjung dari dan ke Jakarta begitu luar biasa. Nah kalau teman teman pengen jalan jalan ke kota Bogor dan menikmati kulineran khas Bogor, banyak juga ibu ibu yang menjual penganan khas kota Bogor yakni asinan banyak di jajakan di luar pagar stasiun.

Dengan segala pembenahan yang terus di lakukan, oh iya saat terakhir Mang Admin mengunjungi stasiun Bogor, para pekerja sedang memperbaiki fungsi peron di stasiun. Semoga saja nantinya stasiun Bogor akan semakin nyaman untuk para penumpang. Dan fasilitas fasilitas pun mampu memberikan kemudahan akses bagi semua penumpang. Terutama sih mungkin penambahan jumlah kereta yang perlu di pikirkan.

Jika di jam jam sibuk saat berangkat kerja ataupun pulang kerja, rangkaian commuter line begitu padat dan berhimpit, yang naik banyak banget yang turunnya dikit, cobain deh pergi ke stasiun Bogor saat jam kerja, dan rasakan betapa berarti se inchi ruang kosong untuk sekedar memantapkan pijakan. Namun kita pun mengapresiasi segala kerja keras pihak Commuter Line yang terus memberikan pelayanan prima.

Nah jika pembaca jalandanmakanseru.com pengen jalan jalan ke kota Bogor, cobain deh suasana naik commuter line dan rasakan sensasi berada di gerbong commuter line dan nikmati stasiun Bogor yang saat ini terus bebenah.

Penulis: Topik Irawan

Blogger biasa yang suka jalan dan makan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *