Warung bubur ayam yang tak pernah sepi pembeli(dokpri)

Lupakan dulu perbedaan madzhab cara menikmati bubur ayam, ada yang pro bubur yang diaduk dan tak sedikit yang suka dengan cara memakan bubur tanpa diaduk. By The Way kedua madzhab tersebut tetaplah sejatinya penggemar bubur ayam.

Nah soal cerita tentang bubur ayam, Mang Admin mau ngasih info tentang tempat penjual bubur ayam yang rame kalau sore sore. Antrian nya sih ibu ibu yang gendong balita sambil bawa mangkok kecil.

Nah soal harga ternyata fleksibel banget sesuai keinginan pembeli, harga termurah dari semangkuk bubur adalah tiga ribu rupiah, sedangkan harga standar mah Cuma enam ribu rupiah dengan bubur ayam yang “membukit” di mangkok.

Gokil banget dah murahnya, udah murah enak lagi, ya wajar sih jika warung bubur yang berada di depan kantor Kepala Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, nggak pernah putus deh diantri pembeli.

Ini nih bubur ayamnya(dokpri)

Warung buburnya sih biasa aja, sebuah bangunan semi permanen, ada gerobak bubur yang juga sebagai etalase, satu meja di tengah yang di isi kotak plastik dan tahu nggak isinya? Yup sate ampela dan uduslho, di sebelah ujung tempat menyimpan dispenser dan juga camilan pendukung ketika makan bubur,ada emping, rempeyek. Meja ketiga di sisi gerobak buat antisipasi jika meja tengah penuh.

Soal banyak banyakan isian, warung bubur ini emang jempol deh, sajian buburnya semangkok munjung hehe, ada irisan seledri, bawang goreng dan juga suwiran daging ayam.

Tekstur buburnya gurih dan ini mungkin menjadi kunci mengapa sajian buburnya memikat hati para pelanggan.
Ada kuah kuning yang terasa asin, kecap manis dan sambal. Nah jika ketiga bahan ini disatukan maka petjah deh rasa bubur nya.

Semangkok bubur dibanderol enam ribu, widiih murah banget ya, bukan sekedar murah sih tapi rasa bubur yang enak memastikan pelanggan kembali berkali kali.

Mau nyobain juga? Hmmm boleh tuh, coba aja googling di Maps dan ketik jalan Jagal Jagawana, di gambar akan terlihat kantor Kepala Desa Sukarukun, nah lokasinya sekitaran situ.

Ok udah sore nih, saatnya Mang Admin menikmati bubur ayam langganan. Sluruuup menikmati bubur nggak diaduk itu istimewa, cobalah.

Kategori: Uncategorized

Topik Irawan

Topik Irawan

Blogger biasa yang suka jalan dan makan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *