Cara Masjid Raudhatul Jannah Manfaatkan Bekas Air Wudhlu

Masjid Raudhatul Jannah Perum Telaga Murni(dokpri)

Kabupaten Bekasi di mana Mang Admin berdomisili saat ini sedang gerah gerahnya, panas pisa euy, rasanya segan beraktifitas di tengah terik matahari, namun karena ada keperluan dan mesti jelong jelong di hari Ahad, akhirnya ngaprak juga meski memang sinar mentari lagi garang garangnya.

Kali ini Mang Admin mau cerita tentang masjid di lingkungan perumahan Telaga Murni, Cikarang Barat, ternyata ada yang unik dengan masjid Raudhatul Jannah. Sebelum itu Mang Admin mau cerita dulu deh dengan rumah ibadah kebanggaan warga perum Telaga Murni ini ya, halaman masjid terkesan luas yang cukup untuk menampung parkir motor dan mobil, halaman masjid dihiasi tanaman pucuk merah, halaman masjid dilapisi paving block agar memudahkan air meresap, tempat wudhlu dan toilet pria dan wanita berada di sayap kanan bangunan masjid.

Tampaknya masjid Raudhatul Jannah sedang melakukan renovasi dan dalam tahap pengerjaan untuk lantai 2. Masuk ke dalam masjid suasana sejuk semakin terasa, langit langit masjid dilapisi panel kayu warna cokelat dan terlihat klasik.
Udara di dalam masjid terasa sejuk karena terpasang sepuluh alat pengatur udara, hmm yang jelas jadi adem ini mah, tambah khusyuk beribadah. Adzan Dhuhur berkumandang dan masjid pun didatangi para jamaah. Jamaah sholat Dhuhur cukup membeludak dan memenuhi ruang masjid.

Jamaah usai melaksanakan sholat dhuhur(dokpri)

Usai sholat, Mang Admin melihat lihat suasana masjid diantar sahabat lama yang baru ketemu lagi yakni Om Sunyoto, makasih ya Om udah nganterin ke tempat ini hehe.

Ada hal unik yang sayang jika dilewatkan dari masjid ini? Apa sih? Yup tentang penggunaan air wudhlu lho. Ternyata masjid Raudhatul Jannah memanfaatkan bekas air wudhlu untuk sesuatu yang bisa di gunakan kembali.

Bak penampungan bekas air wudlhu(dokpri)

Di belakang masjid ada bak yang terbuat dari semen, terlihat ada dua bak yang berbeda besarnya, bak pertama lebih besar dan terdapat pipa untuk mengalirkan ke bak kedua. Bak kedua mempunyai fungsi sebagai sumber air untuk dihisap oleh mesin pompa dan disabungkan ke pipa lainnya yang terhubung dengan tanaman di halaman masjid, jadi pengurus masjid nggak perlu repot ngambil ember untuk nyiram tanaman, karena air akan mengalir jika kran dibuka, praktis ya untuk siram tanaman.

Selain itu air bekas wudhlu di manfaatkan untuk mencuci kendaraan warga, pipa di salurkan menuju tempat pencucian motor yang lokasinya tidak terlalu jauh dari masjid.

Dalam hal ini penggunaan air di masjid Raudhatul Jannah tak terbuang percuma lho, inovasi seperti ini nampaknya perlu juga di tiru oleh masjid masjid lain agar bekas air wudlu tak terbuang percuma.

Terimah kasih banyak untuk Om Nyoto yang setengah hari kemaren ngajak wara wiri di lingkungan RW 05, thanks juga traktiran rujaknya nih, semoga menjadi amal kebajikan….Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *