Masjid Baitul Latief Kementerian Ketenagakerjaan RI

Usai sholat jumat, saatnya menikmati arsitektur masjid(dokpri)

 

Agak tergesa dari lantai lima ruang rapat Dirjen BINNALATAS menuju masjid Baitul Latief, jubelan jamaah sholat Jum’at hingga emperan samping, khatib telah berada di mimbar yang letaknya seakan”terapung”.
Usai sholat saatnya mengamati bangunan kokoh masjid yang di topang pilar pilar yang dihiasi kayu berwarna coklat dengan ornamen hiasan kaligrafi yang di ukir, bentuk kubah di bagian dalam juga di lukis kaligrafi dan menambah indahnya interior masjid.

Baitul Latief berada di komplek perkantoran Kementerian Ketenaga Kerjaan Republik Indonesia yang terletak di jalan Gatot Subroto Kav 51, memiliki dua lantai untuk menampung jamaah, meski berada di sebuah perkantoran plat merah, yang menarik dari Baitul Latief adalah tempat mihrab dimana khatib membacakan isi khotbah.

Lantai dua masjid Baitul Latief(dokpri)

Untuk mencapai tempat khotbah diperlukan anak tangga, dan khatib pun terlihat lebih jelas dari sudut sudut masjid karena posisinya lebih tinggi, untuk tempat air wudhlu berada di bawah masjid dan juga tersedia dari arah belakang masjid.
Di areal shaf depan dan juga mihrab terdapat pahatan kaligrafi, ada juga jam”kukuk” berwarna coklat yang merupakan penanda waktu, tempat imam dan juga khotib dilapisi kayu yang membuat tempat tersebut terlihat elegant.

Lantai masjid terhampar karpet berwarna merah, warna yang sama untuk karpet di lantai dua. Masjid Baitul Latief ini menyediakan juga koleksi mukena untuk jamaah perempuan. Untuk penghubung antara lantai satu dan lantai dua, disediakan anak tangga di bagian sayap kanan dan kiri bangunan.

Koleksi mukena yang bisa digunakan jamaah perempuan(dokpri)

Mang Admin memperkirakan luas masjid Baitul Latief ini bisa menampung jamaah di angka 500 hingga 750 orang, mengingat masjid ini terdiri dari dua lantai.

Jendela masjid dibentuk dengan kusen kusen kokoh dan juga besar, diatas jendela ada kotak kotak kaca segi empat yang terbuat dari kaca patri, jendela sebagai ventilasi dan juga penerang alami karena sorotan sinar matahari.

Jika pembaca blog tercinta ini sempat ke kantor Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan bertepatan saat sholat lima waktu ataupun akan menjalankan ibadah sholat Jum’at, ya disini tempatnya ya karena satu satunya masjid di kantor Kemenaker ini ya di sini.

Karena pertemuan di lantai lima dan juga waktu Jumatan maka Mang Admin mampir ke masjid Baitul Latief, dahulu banget di pertengahan tahun 2000, Mang Admin juga pernah berada di masjid ini, nginep malah karena saat itu sedang melakukan mogok kerja.

Dan setelah 19 tahun berselang, kembali lagi di masjid Baitul Latief dengan suasana berbeda namun tujuannya sih sama yakni bagaimana agar pekerja makin sejahtera dan diberdayakan secara nyata.

Oce deh, gitu aja cerita Mang Admin tentang masjid Baitul Latief, mudah mudahan lebih banyak lagi masjid yang di kunjungi di tempat lainnya, setiap masjid memiliki keunikan arsitektur dan ini membuat jelajah dari masjid ke masjid menjadi menarik.
Semoga syiar Islam akan terus ada dan memancar ke seluruh negeri. Berharap juga agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga, dan jangan lupa makmurkan terus masjid masjid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *