Menyusuri Jejak Sejarah Stasiun Jatinegara

Keberadaan stasiun Jatinegara sebagai stasiun penghubung untuk stasiun Manggarai dan Senen(dokpri)

 

Menyusuri stasiun Jatinegara ibarat menyaksikan perpaduan nuansa modern dan juga era kolonialisme dalam satu kali perjalanan, bangunan menjulang khas Belanda namun berderet gerai gerai makanan era kekinian yang membuat stasiun Jatinegara layak untuk dikunjungi, baik sebagai penumpang commuter line maupun penikmat bangunan bersejarah.

Dahulu banget, stasiun Jatinegara kerap di sebut stasiun Meester Cornelis S.S. Stasiun yang dibangun ketika Indonesia disebut sebagai Hindia Belanda, pada tahun 1910, stasiun Jatinegara didirikan, mengingat usianya telah memasuki umur 100 lebih, tak heran tempat ini jadi cagar budaya yang keberadaannya di lindungi Undang Undang.

Plang penanda bangunan benda bersejarah(dokpri)

Stasiun Jatinegara mempunyai tujuh jalur kereta api, jelajah stasiun perlu nih, sekedar mengamati bangunan art deco yang mempunyai ciri khas yakni atap tinggi dengan genteng bersusun serta jendela yang lebar.

Secara administratif, stasiun Jatinegara masuk ke kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, kota madya Jakarta Timur, Jatinegara merupakan stasiun persinggahan, penumpang yang dari arah Bekasi yang mau menuju ke Stasiun Senen biasanya turun di sini dan naik commuter line jurusan Bogor yang nantinya melewati stasiun Senen.

Selain melayani kereta commuter line, stasiun Jatinegara juga melayani kereta jarak jauh, dan jika ada kereta jarak jauh yang akan berangkat ataupun menepi, terlihat kesibukan para porter yang sigap menawarkan jasa untuk membantu para penumpang membawa barang bawaan.

Dengan perpaduan gaya arsitektur Nieuwe Indische Bouwstijl bukan berarti stasiun Jatinegara nggak gaul ya, inilah sisi keren bangunan cagar budaya yang merupakan keputusan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Nomor 7 tahun 1999, bangunan boleh kuno tapi pendukung sisi modern tetap diperhatikan.

Gerai gerai makanan siap saji yang berada di stasiun Jatinegara(dokpri)

Penumpang bisa rehat ngopi atau cemal cemil hingga makanan berat di gerai gerai cepat saji, nggak khawatir kelaparan deh di stasiun Jatinegara, makanan dan minuman tersaji lengkap, tapi jangan sampai keasyikan makan eh malah ketinggalan kereta ya.
Kalau anak kereta mah pasti paham betul dah dengan situasi yang mempunyai kode “JNG” dengan nomor 0450, keberadaan stasiun Jatinegara memang vital juga karena sebagai stasiun besar seperti Manggarai ataupun Senen.

Gitu deh cerita Mang Admin mengenai situasi stasiun Jatinegara, Insha ALLAH akan terus mengeksplor keberadaan stasiun stasiun yang ada di tanah air. Kereta api sebagai saksi sejarah transportasi di tanah air, selain sebagai moda angkutan namun didalamnya tersirat makna sejarah.

Kesibukan stasiun Jatinegara dengan para penumpangnya(dokpri)

Tunggu saja serial Dari Stasiun ke Stasiun ala blog tercinta ini, silahkan kasih komentar, kritik ataupun bingkisan ke Mang Admin eh keceplosan hehe.

Yuk budayakan membaca agar literasi kita semakin diberdayakan.
Jangan lupa tetap bahagia ya meski mungkin naik kereta itu sendiri, terutama commuter line di jam jam sibuk merupakan perjuangan tersendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *