Transaksi Non Tunai Di RM Sahrini

RM Sahrini dengan etalase depan yang sajikan kuliner Sumatera Barat(dokpri)

 

Transaksi non tunai di dua puluh tahun lalu mungkin hanya bisa dilakukan kalangan tertentu dengan transaksi “uang plasti” atau kartu kredit dimana tak semua orang mempunyai akses perbankan. Namun dengan penetrasi internet serta meluasnya penggunaan konektivitas berbasis ponsel pintar, kini semua orang bisa bertransaksi tanpa harus melalui perbankan.

Finansial Technology atau fintech telah mengubah cara konvensional menjadi sebuah transaksi lebih cepat, simpel dan juga mudah dipahami. Beberapa tahun lalu, saat Gojek diluncurkan, layanannya sebatas antar jemput penumpang melalui aplikasi.

Namun saat ini Gojek terus bertransformasi dan melayani transaksi multi guna, tak sebatas antar jemput penumpang namun juga koneksi transaksi berbagai macam, mulai bayar BPJS, PDAM, listrik, pulsa dan beragam pembayaran lain dalam satu kali kesempatan dan menggunakan ponsel tentunya.

Adalah rumah makan Sahrini yang lokasinya berada tepat di depan tempat bekerja Mang Admin, di sekitaran kawasan Tambun, setiap masuk jam makan siang, si uda dan uni sibuk melayani pembeli. Rumah makan Sahrini menyajikan masakan Padang.
Ada rendang, gulai kepala kakap, rempeyek udang, telor balado, ayam bakar dan kulineran khas Sumatera Barat yang terkenal dengan makanan bersantan.

Nah untuk transaksi seperti biasa nih melalui cara tunai, sebutkan menu yang kita makan. Ambil duit di dompet dan bayar kontan apa yang dimakan, begitulah transaksi pun terjadi dengan pembayaran tunai menggunakan mata uang rupiah.

Saat menuju rumah makan Sahrini dan memesan makanan tapi di bungkus, pandangan mata tertumbuk pada stiker yang tertempel rak kaca, sebuah pengumuman yang bikin Mang Admin kepo. Yup rumah makan Sahrini kini menerima pembayaran non tunai euy.
Tertulis “ Bayar Pakai Gopay Di Sini Saja”, wah keren juga nih uda, meski rumah makannya tidak terlalu besar namun ternyata cukup gaul untuk mencoba transaksi non tunai, sebagai pihak ketiga, uda menggandeng Gopay sebagai sarana pembayaran.

Ternyata uda pemilik rumah makan Sahrini mulai tertarik dengan pembayaran non tunai, dan uda bukan satu satunya orang yang melakukan transaksi non tunai, ada banyak pedagang kuliner kaki lima memasang stiker seperti uda.

Zaman telah berubah, bukan lagi menyediakan mesin EDC untuk menggesek ATM, cukup sediakan ponsel pintar dan menscan kode QR maka transaksi pun berjalan mulus. Saatnya non tunai menempatkan diri untuk sarana transaksi, nggak perlu bawa duit banyak di dompet, cukup isi saldo di aplikasi dan nikmati transaksi cashless atau non tunai.

Tampaknya untuk beberapa tahun ke depan, trend pembayaran non tunai akan berkembang pesat seiring penetrasi internet yang telah menjangkau kawasan di seluruh Indonesia, nah kamu pilih yang mana nih? Kalau Mang Admin mah tergantung isi saldo di aplikasi sih hehe dan juga isi dompet ding.

Jangan beranjak dari blog kesayangannya, banyak cerita tentang finance disini, kalau ada pertanyaan, klik aja di kolom komentar, pastinya Mang Admin bakalan jawab deh pertanyaan pembaca tercinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *