Nggak Boleh Mager Di Bandung, Ada Boseh

Sepeda warna biru ini siap diboseh mengitari kota kembang Bandung(dokpri)

 

Warga +62 terkenal dengan malas gerak di dunia, untuk urusan jalan kaki paling mager, jarak dekat pun pengennya naik motor, ogah bila harus melangkahkan kaki, lebih praktis naik roda dua dan nggak perlu gajag gijig jalan kaki, dikit dikit naik motor, manggil ojek karena jalan becek.

Belum lagi saat ini layanan pesanan online yang memungkinkan makanan diantar sampai rumah tanpa perlu melangkah ke luar ruangan. Data analisa Stanford University menyebutkan bahwa warga Hongkong paling rajin jalan kaki, warga di sana memiliki catatan keren yakni 6.880 langkah perhari.

Bandingkan dengan data negeri berflower yang kita cintai yang rata rata melangkah “hanya” 3.513 langkah perhari, alias Mager. Nah ngomong ngomong tentang mager atau males gerak, nih pan Mang Admin ngejajal jalan jalan ke kota Kembang, ada deretan sepeda yang terparkir manis dan ngegembok otomatis. Mang Admin ngeliatnya di kolong flyover Pasteur, antara Rumah Sakit Hasan Sadikin dan gedung Bio Farma di jalan Pasteur ada sepeda berwarna biru dengan logo Dishub dan bernomor.

Papan tombol boseh yang mirip telepon umum jadul(dokpri)

 

Bagian rangka sepeda tertulis “boseh” dalam bahasa Sunda, boseh berarti mengayuh sepeda, ngegowes gitu deh, ternyata boseh itu ada singkatannya lho, “Bike On The Street Everybody Happy” wah bisa saja nih pihak pemda kota Bandung.
Sepeda memang alat transportasi untuk jarak pendek, hampir semua orang bisa deh naik sepeda mah, selain memang tubuh pun jadi gerak, naik sepeda menghindarkan kita dari malas gerak.

Hayuk ngeboseh dan jangan sampai mager di Bandung(dokpri)

Boseh memiliki konsep bike sharing, warga Bandung maupun bukan,asal telah registrasi bisa kok minjem sepedanya, di tempat parkir sepeda ada boks mirip telepon umum zaman dahulu yang berfungsi untuk penyewaan sepeda, ada alat untuk menempelkan kartu, udah registrasi kita langsung pinjam dan kendarai, kalau kelar ngeboseh ya kembalikan dong gkgkgk.
Untuk satu jam pertama dikenakan tarif seribu rupiah persatu jam dan jam berikutnya dikenakan tarif 2000 rupiah. Ditengah suasana malas gerak yang kerap menghadang warga Nusantara tercinta terutama di kota kota besar, kehadiran Boseh mampu memberikan tawaran alternatif agar warga mengoptimalkan penggunaan sepeda.

Kalau ditilik dari sepedanya boseh, ini mah jenis city bike yang nggak terlalu tinggi dan nyaman untuk anak di usia Sekolah Dasar hingga dewasa. Shelter boseh ternyata cukup banyak tersebar di kota Bandung.
Bandung yang saat ini memiliki banyak taman kota dan di situ pula banyak shelter boseh. Selain yang di lihat oleh Mang Admin ketika berada di jalan Pasteur, boseh dapat ditemuksn di Taman Cikapayang(jalan Dago), Taman Musik Centrum, Taman Veteran, Maluku Venue Saparua, Simpang Dago, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung, wow cukup banyak nih shelter boseh, yang mau ke Bandung siap siap ya ngegowes.
Saatnya memang mengedepankan pola hidup sehat, kota Bandung sudah punya boseh, kapan ya hal seperti ini ada di kabupaten Bekasi, Mang Admin mah lagi ngarep seperti ini ada di tempat tercinta Bekasi.

Ke Bandung dan halan halan dapet pengalaman unik dengan boseh yang tersedia di banyak tempat, akses untuk menggunakan boseh pun nggak terlalu rumit, wih memang kota Bandung memang keren, apalagi cuaca Bandung relatif lebih adem di banding kota Jakarta, sehingga ngeboseh pun nggak terlalu ngos ngosan kok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *