Menyusuri Jejak Sejarah Stasiun Bandung

Kolase suasana stasiun Bandung(dokpri)

 

Setelah dimanjakan selama tiga jam perjalanan, saatnya tiba di stasiun Bandung. Kereta api Argo Parahyangan membawa Mang Admin menuju kota kembang Bandung, alunan irama degung menyambut para penumpang setibanya di stasiun dan ini kali pertama Mang Admin berada di stasiun yang diresmikan penggunaannya pada 16 Mei 1884.

Ternyata stasiun Bandung itu luas banget euy, ada dua pintu yakni pintu masuk utara dan selatan, rencana Mang Admin mah mau menuju alun alun, ternyata salah keluar nih. Bahwa pintu utara itu terletak di Jalan Kebon Kawung nomor 43, sedangkan untuk jarak lebih dekat ke Alun Alun adalah di pintu selatan yang berada di jalan Stasiun Timur nomor 1. Akhirnya putar arah masuk kembali ke stasiun sambil memperlihatkan tiket.

Maket bangunan stasiun Bandung di ruang tunggu penumpang(dokpri)

Mang Admin sih sempat juga mengamati suasana stasiun Bandung, waduh ini stasiun gede banget gaes, langit langit stasiun Bandung jangkung pisan euy, khas bangunan art deco kolonial. Namun saat ini dipadukan dengan bangunan kekinian tanpa menghilangkan ciri khas, harap maklum jika stasiun Bandung ini terlihat besar, luas dan juga banyak jalur relnya karena stasiun Bandung yang merupakan tipe A untuk stasiun besar, masuk dalam lingkup Daerah Operasi II Bandung, terbesar untuk stasiun di Bandung dan juga Jawa Barat.
Dengan memiliki 10 jalur rel dan tujuh peron,satu peron sisi serta enam peron sama tinggi.

 

Stasiun Bandung terus bebenah agar menjadi stasiun nyaman bagi para pengguna moda transpirtasi kereta(dokpri)

 

Saat Mang Admin menuju pintu keluar selatan terlihat kereta lokal sedang langsir menunggu penumpang. Jika baru pertama kali singgah di stasiun Bandung, lebih baik bertanya kepada petugas biar nggak tersesat seperti Mang Admin ya, soalnya memang situasi stasiun terlihat ramai dengan pengguna kereta, baik yang berangkat maupun tiba.

Nah kalau soal kuliner maupun souvenir sih nggak perlu khawatir lho karena di dalam stasiun telah tersedia aneka gerai gerai yang memanjakan penumpang kereta api.
Ruang tunggu stasiun pun dibikin nyaman, bangku bangku disediakan dan membuat penumpang pun menunggu dengan suasana yang santuy, ada kolam hias yang memanjakan mata sehingga waktu menunggu tak terasa.

Ruang tunggu penumpang dibuat lebih nyaman(dokpri)

 

Mang Admin menuju pintu selatan, tapi kali ini tepat ya hihi, di pintu selatan pun bangunan art deco masih terasa atmosfirnya, di pintu selatan pula terdapat plakat yang menyebutkan bahwa stasiun Bandung merupaksn bangunan cagar budaya.
Di depan stasiun, pintu selatan dipajang sebuah lokomotif tua, kepala loko dengan nomor registrasi TC 10.08 dikonsep seperti monumen dengan pagar besi yang mengelilinginya.

Lokomotif kuno nan klasik ini mungkin mewakili perjalanan sejarah kereta api di daerah kolonial Belanda dan saat ini warisan itu diterima oleh bangsa Indonesia. Memang sih menjadi daerah jajahan itu nggak enak, beruntung generasi zaman sekarang mah menikmati kemerdekaan.

Semoga saja penampilan stasiun Bandung makin ciamik ya, Mang Admin mah seru aja menjejak stasiun Bandung, ada pengalaman berharga, apalagi memang pada dasarnya Mang Admin itu tukang jalan jalan, oh iya nih ternyata stasiun Bandung adalah stasiun pertama yang menerapkan check in dan boarding pass pada bulan Februari 2016.
Jalan jalan ke Bandung, ngejajal pakai moda transportasi kereta api, seru banget bisa berada di sebuah stasiun yang merupakan bangunan cagar budaya namun tetap soal modernisasi mah tetap angkat jempol untuk sistem yang melingkupi stasiun Bandung.

Mau kepoin stasiun stasiun kereta api lainnya? Kalau begitu sudah pas mampir ke blog tercinta ini, tunggu ya kehebohan stasiun lainnya, karena ada Mang Admin yang bakal kasih cerita keren stasiun lainnya.Tunggu saja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *