Jalan Asia Afrika Secuplik Sejarah Di Kota Kembang Bandung

Gedung Merdeka, tempat bersejarah yang menjadi saksi keberhasilan diplomasi Indonesia di kawasan Asia Afrika tahun 50an(dokpri)

 

 

Negara negara Asia Afrika seusai perang dunia kedua mulai bangkit sebagai negara yang berdaulat, ekploitasi bangsa penjajah yang selama abad ke 17 hingga 19 dan menempatkan negara negara Asia Afrika sebagai warga negara kelas dua atau bahkan kelas tiga di negeri sendiri dan sang penjajah mengangkut sumber daya alam dari negeri jajahannya untuk kemakmuran negara penjajah, begitu pula negeri kita tercinta yang di jajah Belanda, namun peta perpolitikan dunia berubah setelah usai perang dunia kedua.

Indonesia pun berdaulat dan memerankan sebagai negara yang tak hendak ke blok barat atau blok timur, negara berdaulat dan non blok serta menggandeng sesame negara yang baru saja menikmati hawa kemerdekaan. Adalah kota Bandung yang beberapa puluh tahun lalu menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika, beruntung Mang Admin bisa menyusuri tempat tempat di sekitaran konferensi berada, tentu saja suasana Bandung tahun 1955 di mana KAA berlangsung sangat jauh berbeda dengan tahun 2020, namun ada spirit yang tersirat bahwa berdaulat sebagai bangsa itu penting sekali.

Yuk ikutin perjalanan Mang Admin berada di jalan Asia Afrika, salah satu jalanan legendaris di kota Bandung, di jalan ini pula para petinggi negara negara Asia Afrika di zamannya pernah wara wiri di jalan ini, Chou En Lai dari Tiongkok, Presiden Mesir, Gamal Abdul Naser, Perdana Menteri India, Pandit Jawarharlal Nehru, Perdana Menteri Burma, U NU, Raja Faisal dari Arab Saudi, Pemimpin Srilanka, Sir Jhon Kotelawala dan tentu saja petinggi petinggi dari Indonesia seperti Soekarno dan juga Muhammad Hatta.

65 tahun berselang setelah pelaksanaan Konferensi Asia Afrika, Mang Admin berada di jalan Asia Afrika, tentu saja suasana nya sungguh jauh berbeda, di tempat yang sama saat ini, warga Bandung dan juga yang ngelancong ke kota Bandung menikmati suasana kekinian, sayang banget kalau hari Minggu tuh museum Konferensi Asia Afrika tutup euy tadinya mah Mang Admin mau melihat lihat suasana museum, namun cukup terhibur deh dengan atmosfir jalan Asia Afrika dengan menikmati gedung Merdeka dari trotoar jalan.

 

Monumen bola dunia yang kerap menjadi tempat selfie nih(dokpri)

 

Bandung yang saat ini telah dipenuhi kendaraan dan memenuhi jalan sehingga sekitaran jalan Asia Afrika terasa padat, dan banyak juga lho pedagang cindera mata yang menawarkan barang dagangan. Yang seru adalah ketika Mang Admin mendekati sebuah prasasti berbentuk bola dunia dan dibawahnya tertulis nama nama negara yang hadir ketika Konferensi Asia Afrika, di sebuah prasasti dengan latar gedung  bank Mandiri yang bangunannya art deco. Kita patut berbangga dong dengan kesigapan Indonesia menggagas perdamaian dunia di dekade panas panasnya perseteruan blok barat dan blok timur yang saling mempengaruhi, beruntung kota Bandung menjadi kota yang menggelar konferensi bersejarah ini dan kita kita pun kini bisa menikmati atmosfirnya dengan berkunjung ke jalan Asia Afrika di kota Bandung.

Quote dari penuli novel Dilan, tentang Bandung yang ngangenin(dokpri)

 

 

Yang menarik di sekitaran jalan Asia Afrika ada quote tentang Bandung dari seniman beken Pidi Baiq, itu lho yang penulis fenomenal novel laris Dilan, ‘Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi.” Nah keren banget nggak tuh quotenya, bagi kalian yang tinggal ke Bandung mungkin akan senyum senyum membaca quote ini, yuk ah jelajahi tempat bersejarah di tanah air, Mang Admin saja sudah menjejak kota Bandung dan menikmati suasana jalan Asia Afrika, masih banyak banget sih tempat tempat di Indonesia yang bisa di kunjungi, ini karena Indonesia itu banyak banget tempat tempat keren, sumpah deh!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *