Senyum Bahagia Emak Ketika Menginap Pertama Kali Di OYO Hotel

Resepsionis  OYO 2085 Chrysanta Hotel(dokpri)

 

 

01 Desember 2019 adalah hari dimana Emak pertama kali merasakan nginep di hotel, tadinya Emak ragu ragu menuju ke Bandung, berpikir tentang bagaimana tidurnya karena Emak merasa baru pertama kali menuju Bandung dan nginep pula, sebagai anak yang ingin berbakti kepada orang tua dan perlu pula menjelaskan bahwa di Bandung nggak perlu ngerepotin siapa pun karena akan menginap di hotel. Sepanjang perjalanan menuju Bandung terlihat Emak menikmati perjalanan, meski memang ke Bandung bukan untuk bersenang senang. Keperluan ke kota kembang ini adalah karena test laboratorium di Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Tak dinyana di usia Emak yang tergolong sepuh, terdeteksi tumor di payudara Emak alhasil untuk hal tersebut perlu pemeriksaan apakah nantinya Emak menjalankan penyembuhan melalui kemoterapi. Setelah ada kepastian dari pihak rumah sakit di kota Cirebon yang merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut di RSHS Bandung. Memilih hotel di Bandung ternyata susah susah gampang, namun yang penting adalah budget di dompet dan  juga jarak antara hotel yang semestinya dekat dengan rumah sakit.

Pilihan akhirnya jatuh ke OYO 2085 Chrysanta Hotel, dengan harga terjangkau serta lokasinya berhadap hadapan dengan RSHS membuat hati merasa tenang karena tak perlu naik angkot, cukup berjalan kaki beberapa menit sudah sampai, Emak pun senang bisa berada di hotel, menurut Emak ini moment yang mesti di kenang, seumur umur baru banget merasakan sensasi menginap di hotel. Malam harinya Emak tampak lelap beristirahat, diam diam saya membetulkan selimut, tercenung dalam diam dan mengingat kembali betapa merepotkan saya ketika kecil, anak bandel dan sering tantrum di muka umum saat permintaan tak dikabulkan.

 

Untuk kali pertama Emak merasakan menginap di hotel ya di kamar ini nih(dokpri)

 

Beruntung masih bisa memberikan sedikit kebahagiaan kepada Emak, cita cita Emak yang ingin merasakan nginap di hotel akhirnya terkabul juga, bersyukur saya bisa mewujudkan keinginan Emak, tak terasa ada haru yang menyeruak, mungkin ini tidak ada apa apanya dibanding kesabaran Emak yang bertahun tahun mengasuh saya, terima kasih untuk OYO Hotel Indonesia yang memberikan harta kompetitif namun sensasi menginap di hotel pun bisa terlaksana.

 

Nol Kilometer Indonesia Yang Terus Menggoda

 

Dengan luas wilayah Indonesia 1.905 juta kilometer  dapat dibayangkan dahsyatnya perjalanan bila berkeliling Indonesia, mungkin jika ada kesempatan untuk menapaki liburan ke Sabang yang memiliki luas 153,00 kilo meter persegi, daerah paling barat di Indonesia ini sangat terkenal karena salah satu lagu wajib nasional berjudul Sabang Sampai Merauke begitu popular  bagi kalangan pelajar. Pesona Sabang seakan menari nari untuk di kunjungi, konon katanya di Sabang ada pantai yang indah bernama pantai Iboih, spot seru di pantai ini ketika sang surya mulai menampakan diri. Selain itu pantai Iboih memiliki lanskap yang menawan berupa perpaduan bukit yang menghijau dan laut yang membiru.

Untuk tempat menginap tersedia OYO 1498 Pak Har Bungalow yang lokasinya dekat dengan Dermaga Pelabuhan Gampang. Selalu suka dengan suasana pantai dan di Sabang semua hal tentang laut serta panorama bawah laut yang mempesona, pulau Rubiah yang eksotis namun memiliki fasilitas Hotel Murah Di Sabang.

Jangan lupakan pula tugu Nol kilometer yang merupakan penanda lokasi di mulainya titik awal negara Indonesia, dengan segala keindahannya, Sabang adalah destinasi impian, kelak berharap menuju Sabang adalah keniscayaan, soal penginap ya tentu di Hotel OYO dong

 

Menginap Di Bandung Dari OYO 2085  Ke OYO 1446

 

Menginap di OYO Hotel adalah kenyamanan yang didapat(dokpri) 

 

 

Dua kali berada di kota Bandung, dua kali pula pula menginap di hotel jaringan OYO, dua duanya meninggalkan kesan yang mendalam, saat menginap di OYO 2085 Chrysanta Hotel, lokasinya hanya sepelemparan batu dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin, berbatas dua ruas jalan dan ketika bersiap menuju rumah sakit pun terlalu repot mengingat Emak usianya telah sepuh, kalau berjalan jauh kasihan juga, dari smartphone maka mudah saja untuk memesan hotel pilihan, dalam rentang bulan Desember dua kali menginap, nginap kali kedua di OYO 1446 Patradissa Hotel, kalau ke Bandung tanggal 1 Desember 2019, bersama Emak, tapi saat berada di  Patradissa yang terletak di jalan Wastukancana Nomor 7A, Merdeka Bandung menginap sendiri.

Setengah bulan dari jarak pemeriksaan laboratorium, bisa diambil hasil testnya, sejujurnya ada perasaan was was dan khawatir, apakah nanti Emak harus di kemoterapi, bagaimana pun sebagai anak tentunya cemas karena seperti yang diketahui penyakit kanker itu termasuk golongan penyakit yang mematikan.

Mencoba menenangkan diri seraya berlapang dada, apapun nanti hasilnya semoga menjadi yang terbaik bagi Emak, ada kecamuk perasaaan jika nanti Emak kenapa kenapa karena penyakitnya, beruntung suasana OYO 1446 Patradissa Hotel ditata dengan resik, ada taman di tengah tengah hotel, meski memang termasuk hotel dengan kapasitas kecil namun suasana hotel dibikin artistik sehingga tamu pun betah untuk menginap. Diantara kerlip lampu di kota Bandung, di sebuah kursi kayu depan kamar hotel dan menikmati sunyinya malam, tetap berharap agar Tuhan memberi jalan terbaik bagi Emak ketika menghadapi kenyataan sebagai pasien penderita kanker payudara.

OYO 1446 Patradissa Hotel dengan suasananya mampu meredam kegundahan, hotel ini bersebrangan dengan kantor walikota, di sisi kanan kiri jalan dihiasi pepohonan dan membuat suasana teduh. Suasan di hotel pun terasa akrab, perabotan kayu, lantai marmer, tangga berputar hingga meja makannya terasa berada di rumah, beberapa jenak pikiran pun terasa fresh, beranjak ke kamar tidur dengan desain minimalis, ada bantal putih dan juga merah bertuliskan “OYO”, selimut pun putih bersih dan cukup menghangatkan badan ketika suasana kota Bandung terasa dingin, kamar mandi dengan pilihan air panas dan dingin, pokoknya dua jempol deh pelayanan di OYO 1446 Patradissa Hotel.

 

 Beristirahat di kamar OYO 1446 Patradissa Hotel(dokpri)

 

Letak hotel yang akses jalannya menuju pusat keramaian kota Bandung, mulai jalan Braga yang tersohor dan juga jalan Asia Afrika nan bersejarah bisa dijangkau dengan jalan kaki, untuk beribadah sholat ada disekitar hotel yakni Masjid Agung Al Ukhuwah. Menginap di kota Bandung dengan dua hotel OYO memberikan pengalaman yang menyenangkan.

 

OYO Indonesia Mendukung Pariwisata Nasional

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan pada periode Januari-November 2019, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 14, 92 juta, naik 3,55% dibanding periode yang sama di tahun 2018 yang mencapai 14, 40 juta turis mancanegara. Geliat dan peningkatan wisatawan baik dari mancanegara maupun wisatawan nusantara tak terlepas dari ketersediaan hotel, kita bisa menyimak data Badan Pusat Statistik bahwa wisatawan manca negara menginap di hotel dengan klasifikasi bintang mencapai 1,76 hari pada Desember 2019, naik 0,01 point disbanding Desember 2018. Rata rata wisatawan manca negara secara umum menginap di Indonesia ketika mereka berwisata adalah 2,77 hari, sedangkan wisatawan nusantara 1,64 hari.

OYO adalah jaringan hotel terbesar di Indonesia, awal kemunculan OYO menggandeng 30 properti di tiga kota yakni, Jakarta, Surabaya dan Palembang, hebatnya lagi selama kurang dari 10 bulan OYO tumbuh 30 kali lipat, setahun beroperasi OYO menjalin kerja sama dengan lebih dari 1.000 hotel dengan 27 ribu kamar pada 100 kota di Indonesia. Saat ini memang industry kreatif di tanah air sedang menggeliat.

Sebagai jaringan hotel berbasis teknologi dan mempunyai program OYO Partner Engagement Network yang nantinya akan mempercepat pertumbuhan bisnis dan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk bisa mendatangan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia, selain itu OYO pun memberikan empat komitmen utama yang meliputi Protokol Pembayaran Transparan, Bantuan Finansial, Sistem Pemasaran Mutakhir dan Inovasi Teknologi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *