KBA Mapela 05 Telaga Murni Menuai Prestasi Walaupun Pandemi Covid Melanda

 

 

 

 

 

 

Bertemu dengan ketua KBA Telaga Murni Sunyoto, obrolan seputar lingkungan daging semua(dokpri)

 

 

Tahun 2020 akan segera berlalu, begitu banyak kesan berbeda di tahun ini karena pandemi yang bernama Corona Virus Disease 2019 yang banyak memberikan dampak yang cukup signifikan. Namun apapun musibah atau juga bencana yang dirasakan manusia bukan untuk merutuki nasib, ada banyak cara agar tetap bertahan di masa pandemi sambil berikhtiar untuk mengail prestasi.

KBA Telaga Murni memberikan bukti dengan meraih prestasi meski di masa pandemi sekalipun, prestasi di tahun 2020 seakan melengkapi sederet prestasi sebelumnya seperti dalam ajang KBAnnovation tahun 2019 yang diselenggarakan di Tanjung Binga, Belitung yang saat itu KBA Telaga Murni meraih predikat juara 2 untuk kategori Kampung Berseri Astra, sedangkan Posyandu Terbaik Apresisasi Astra untuk Indonesia meraih juara 1.

Yang tak bisa dilupakan saat berkunjung ke KBA Telaga Murni selain lingkungannya tertata rapi, padahal dahulunya tidaklah demikian, berawal dari penghijauan berupa menanam beberapa pohon pucuk hijau. Sosok dibalik suksesnya KBA Telaga Murni adalah duet Sunyoto dan Ir Rohdian, mereka berdua dengan senang hati menceritakan di balik prestasi mengkilap ada perjuangan untuk mewujudkannya dan itu tak semudah membalikan telapak tangan.

 

Pengelolaan Sampah Terpadu Hingga Juara BASCOM

Bank Sampah Telaga Murni yang menjuarai event BASCOM(dokpri)

 

Acap kali eneg melihat tumpukan sampah, belum lagi kalau masalah musim penghujan yang mengakibatkan got tertutup sampah sehingga air meluber kemana mana, namun cerita misuh misuh sampah yang berserak dan lingkungan yang amburadul jangan di tanya kepada warga RW 05. Tak dinyana setelah hadirnya Masyarakat Peduli Lingkungan 05 yang mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor Akta Pendirian Nomor 5 tanggal 18 Januari 2016.

Pada awalnya cukup susah meyakinkan masyarakat untuk lebih concern dalam permasalahan sampah, berkat kegigihan ketua RW 05, Bapak Ir Rohdian, perlahan namun pasti masalah sampah mulai tertangani, di ajang lomba K7 tingkat kabupaten Bekasi, KBA Telaga Murni meraih juara1 di tahun 2016, tingkat Provinsi Jawa Barat mendapatkan Pembinaan Desa Bersih Dan Hijau. Tahun 2019, RW 05 meraih sertifikat Program Kampung Iklim Kategori Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pengelolaan Sampah Terpadu KBA Telaga Murni termasuk unik, bukan saja menyortir sampah yang memberikan nilai ekonomis namun di sini sampah berupa puntung rokok pun dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, sisa tembakau rokok di daur ulang menjadi pupuk cair untuk membasmi hama tanaman. Areal RW 05 Telaga Murni tak terlihat sampah yang berserak, lingkungan pun sedap di pandang mata karena nihilnya sampah.

Biopori bertebaran di titik tertentu agar air hujan tak langsung menyerap begitu saja, pengolahan sampah rumah tangga dilakukan dengan cara komposter. PAUD Seroja 1 B malah muridnya bisa membayar iuran dengan cara membawa sampah dan di tabung. Anak anak usia dini ditanamkan untuk membuang sampah ditempatnya, jika ada yang membuang sampah sembarangan maka teman bermainnya akan mengingatkan.

Salah satu bangunan bikin pengunjung penasaran  saat berada di  KBA Telaga Murni adalah Bank Sampah, secara berkala pengelola berkeliling untuk mengumpulkan sampah, atau warga bisa langsung ke bank sampah. Masalah sampah di Indonesia memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri, bayangkan saja di tahun 2020 timbunan sampah nasional mencapai 67,8 juta ton, satu angka yang luar biasa untuk sebuah sampah.

Tata kelola bank sampah Telaga Murni pada akhirnya menorehkan prestasi, pada ajang Bank Sampah Competition yang di gelar tahun 2020 ini, di kategori Bank Sampah Unit mendapat gelar juara 1 dan berhak mendapatkan hadiah berupa satu unit gerobak motor dan uang tunai senilai 10 juta. Dengan di raihnya jawara BASCOM maka saat ini bank sampah KBA Telaga Murni mempunyai total tiga gerobak motor yang bisa mengakselerasi pengepulan sampah menjadi lebih cepat

 

Gatel Dan Kampiun Pelopor Community Challenge Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas

Pesan gerakan tertib lalu lintas di gang RW 05 Telaga Murni(dokpri)

 

Acap kali terheran heran dengan situasi pengendara yang menyalakan lampu sign kanan namun malah belok kiri, atau melihat pengendara motor yang anteng anteng saja meski tak menggunakan helm ketika di jalan raya, data Korlantas Polri menunjukan bahwa dalam rentang Januari- Oktober 2020 telah terjadi 83.715 kejadian kematian ataupun cedera di jalan karena kecelakaan lalu lintas, korban meninggal mencapai 19.320 jiwa, luka berat 8.995 orang, luka ringan 95.134 orang, dan kerugian materil mencapai Rp 163.339.918.

KBA Mapela 05 Telaga Murni punya cara unik untuk mengedukasi warganya agar tertib lalu lintas, salah satunya adalah dengan “GATEL” bukan tentang gatel yang perlu digaruk ya, namun ini kisah Gerakan Tertib Berlalu Lintas. Memanfaatkan bahan bahan di sekitar dan tak perlu mahal namun pesan edukasi tertib lalu lintas bisa tersampaikan dengan baik, di seputaran wilayah RW 05 terpasang rambu rambu lalu lintas  terpasang di tempat tempat yang strategis, kaleng bekas tutup cat pinggirannya di cat warna warni, bagian tengahnya tertulis “STOP Tengok Kanan Kiri”.

 

Visualisasi tertib lalu lintas dalam bentuk gambar yang menarik perhatian(dokpri)

 

Ada juga replika pak Polisi yang terbuat dari triplek seakan sedang mengatur lalu lintas yang  padat dan ramai, di sudut taman dekat masjid terlihat rambu rambu lalu lintas yang di cat dengan warna atraktif, ada juga gambar yang memeragakan penggunaan helm saat berkendara, semua di kemas dengan cara yang elegant tanpa kesan menggurui. Ketua KBA Mapela 05 mengutarakan bahwa di tahun 2020 ada prestasi yang membanggakan yakni dengan berhasilnya KBA Telaga Murni menjadi juara 2 di ajang Pelopor Community Challenge untuk kategori Creative Campaign Competition

Jika para pembaca blog tercinta ini berkesempatan mengunjungi KBA Telaga Murni Kabupaten Bekasi, tidak saja melihat lingkungan asri yang terawat namun bisa juga menikmati edukasi tertib berlalu lintas, menurut Sunyoto bahwa pencapaian KBA Telaga Murni bukan semata mengejar prestasi namun kebermanfataan untuk warga jauh lebih berharga. Berbudaya dan tertib berlalu lintas adalah hal yang positif dan di ajang Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas, KBA Telaga Murni telah menorehkan prestasi.

Taman Lele Serta Lumbung Pangan Penyelamat Saat Pandemi

Dari hobi menghasilkan cuan, budidaya lele di masa pandemi(dokpri)

 

Budidaya lele menjadi trend di tahun 2020 selain bersepeda, hal ini pun terjadi di KBA Telaga Murni, warga perumahan yang terdampak PHK di saat pandemi mulai mencoba berkegiatan berternak lele, selain untuk di konsumsi sendiri, ikan lele yang merupakan lauk nan lezat untuk teman makan mempunyai nilai ekonomi, KBA Telaga Murni mengakomodir budidaya lele, selain lele ada juga berternak ikan patin di keramba telaga yang berlokasi di RT 05.

Saat pandemi lahan kosong dimanfaatkan dengan bertanam sistem hidroponik, medianya berupa ember dan diatasnya ditanami sayur mayur, selain memang untuk ketahanan pangan dan hasil dari bertanam serta beternak lele mempunyai nilai jual yang mampu menopang keuangan keluarga saat pandemi.

Isolasi mandiri merupakan hal yang biasa selama masa pandemi, untuk mengantisipasi hal tersebut KBA Telaga Murni mempunyai lumbung pangan, keluarga yang terjangkit Covid-19 dan memerlukan isolasi mandiri secara gratis mendapatkan makanan pokok, saling dukung saling jaga tersirat dalam lumbung pangan, bahan bahan kebutuhan pokok tersedia di lumbung pangan dan siap didistribusikan kepada keluarga yang melakukan isolasi mandiri.

Pemberdayaan UMKM KBA Mapela 05 Telaga Murni

Sabun minyak jelantah salah satu produk UMKM di KBA Telaga Murni(dokpri)

 

Jangan pernah mengecilkan peran pengusaha mikro, dari merekalah ekonomi berputar, meski terdampak langsung pandemi namun mereka tetap bertahan, KBA Telaga Murni concern mengawal tumbuh kembangnya UMKM, ada beberapa produk unggulan UMKM yang berada di wilayah RW 05, salah satunya adalah Dewi Cookies yang menyajikan kue kue kering nan legi seperti kastangel, nastar atau juga kue sagu. Kue bikinan rumahan dengan tagline “Harga kaki 5 Rasa Bintang 5 “ menjual produknya secara offline dan juga di market place ternama.

Butuh minuman herbal atau bir pletok yang anti mabok, mesti coba dulu deh kreasi Haji Oos, pria yang murah senyum meracik produknya dengan tanaman herbal dari lingkungan RW 05, kalaupun membutuhkan bahan baku dengan jumlah besar maka ia mendatangkan dari luar wilayah, coba deh minuman herbal secang yang harganya murmer namun berkhasiat untuk tubuh.

Pak Edi sosok yang kreatif memanfaatkan sisa minyak jelantah, dari tangannya bahwa sisaan dari dapur itu menjadi barang berharga, produknya bernama sabun mijel alias sabun minyak jelantah, dengan memadukan bahan bahan seperti soda api, minyak jelantah dan air dengan takaran yang pas mampu menjadi sabun yang bisa dipergunakan untuk cuci tangan ataupun kain.

Usaha Kecil Menengah mendapat tempat terhormat di KBA Telaga Murni, dari kisah tiga pelaku UMKM diatas bahwa memang pengusaha kecil pantas di apresiasi dan bukan tak mungkin ada enterpreneurship berikutnya di tempat ini.

Duo Seroja Posyandu Yang Menorehkan Prestasi

Indonesia negeri yang kita cintai yang konon kabarnya mempunyai tanah yang subur dan juga hasil alam yang melimpah, namun nahasnya negeri ini adalah salah satu negara dengan beban stunting dan wasting pada anak tertinggi di dunia. UNICEF salah satu badan Perserikatan Bangsa Bangsa yang fokus pada masalah anak di seluruh dunia menyebutkan bahwa hadirnya pandemi berdampak fasilitas yang terbebani, rantai pasokan makanan yang mengalami ketergangguan serta hilangnya pendapatan. Saat ini lebih dari dua juta anak menderita gizi buruk serta lebih dari tujuh juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting.

Bahwa permasalahan stunting dan gizi buruk bukan melulu urusan pemerintah, masyarakat pun mempunyai tanggung jawab untuk mengentaskan masalah tersebut, salah satunya dengan hadirnya Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu. Lingkungan RW 05 Telaga Murni mempunyai dua Posyandu yakni Seroja 1C dan Seroja 1B. Dua Posyandu ini menjadi garda depan untuk masalah kesehatan di Telaga Murni, penulis sempat menyaksikan para kader Posyandu berjalan dari rumah ke rumah untuk mengecek kesehatan balita, memang intensitas kegiatan Posyandu agak berkurang karena pandemi namun bukan berarti mengabaikan pengabdian.

Bukti sahihnya dalah kedua posyandu ini di ganjar sebagai Peringkat Posyandu Teraktif dalam aplikasi iPosyandu, bersama  sebelas Posyandu di tanah air, Posyandu Seroja 1C dan 1B mampu mempersembahkan prestasi. Semoga pandemi segera berlalu dan anak anak yang merupakan harapan bangsa dapat tumbuh kembang dengan baik dan menjaga tongkat estafet bangsa yang kita cintai bersama

KBA Mapela 05 Menuju Eduwisata Di Kabupaten Bekasi

Bukan tak mungkin satu ketika KBA Telaga Murni menjadi tempat eduwisata di kabupaten Bekasi(dokpri)

 

Corona Virus mengubah banyak tatanan hidup bagi umat manusia di tahun 2020. Pandemi asal Wuhan China memberikan banyak pelajaran bagi kita semua, dampaknya sangat terasa dan itu pun dirasakan oleh pihak KBA Telaga Murni, di tahun tahun sebelum pandemi, KBA Telaga Murni sangat terbuka untuk di kunjungi komunitas ataupun perorangan. Berhubung di tahun 2020 belum ada tanda tanda Covid 19 melandai, Sunyoto yang telah menjadi ketua KBA Telaga Murni sejak tahun 2015 membatasi jumlah tour field dari pihak luar karena di khawatirkan terjadinya kerumunan.

Sunyoto berharap jika selepas pandemi, TBA Telaga Murni menjadi eduwisata andalan kabupaten Bekasi, bahwa di RW 05 memiliki jumlah  8 RT, masing masing RT memiliki kekhasan dan mempunyai program unggulan, seperti RT 01 mempunyai pusat kebugaran dan budaya, RT 02 mempunyai ikon taman bunga nan ciamik, RT 03 patut berbangga hati dengan kreasi hidroponik dan rumah belajar. Untuk RT 04 menampilkan ciri khasnya yakni kerajinan tangan, RT 05 dengan Taman Pelanginya, RT 06 dengan tematik ketahanan pangan, RT 07 ada budidaya lele sedangkan RT 08 dengan lanskap kampung tanaman obat keluarga.

KBA Telaga Murni di satu ketika akan menjadi tempat wisata di Kabupaten Bekasi, selain bisa menikmati spot spot instagramable yang tersebar di RW 05 yang bertebaran di tempat tempat stategis, juga belajar tentang kiat  warga RW 05 menjaga lingkungan dan tetap mempertahankan keasriannya, mengedukasi pengunjung untuk ramah lingkungan. Eduwisata Telaga Murni yang mampu memberikan benefit kepada warga perumahan secara finansial dengan hadirnya Mapela TM 05.

Bagi Sunyoto yang merupakan alumni STM PGRI 1 Kertosono Nganjuk, bahwa wacana ke depan untuk KBA Telaga Murni menjadi kawasan eduwisata  bukanlah angan angan kosong. Dengan kebersamaan warga yang bahu membahu menjaga lingkungan tanpa perlu basa basi dan seremonial adalah modal awal untuk mewujudkan impian. Antusias  warga RW 05 mungkin perlu kita contoh. Semangat Majukan Indonesia yang mencakup program Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan juga Kewirausahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *