KBA Guyub Rukun Karawang Memaksimalkan Nilai Ekonomis Sampah Hingga Menuju Desa Digital

Penulis bersama pengurus Kampung Berseri Astra Guyub Rukun Karawang(dokumentasi pribadi)

 

Mentari baru saja bersinar ketika penulis menjejakan kaki di Kota Pangkal Perjuangan, yup berada di Karawang dan menyambangi Kampung Berseri Astra Guyub Rukun, Perumnas Bumi Teluk Jambe Blok F RW 13, Sukaluyu. Bertemu dengan ketua KBA Guyub Rukun, Akhmad Fahrurrozzi yang didamping Ibu RW Nining Kurnianingsih, serta ketua Koperasi Guyub Rukun Bersama, Junaedi.

Menikmati perbincangan di taman yang tertata apik, suasana asri dengan pepohonan yang menghijau, inilah Kampung Berseri Astra yang berada di kabupaten Karawang. Obrolan hangat tentang Guyub Rukun yang ternyata memiliki sederet prestasi yang membanggakan, Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat, satu hal yang pasti adalah adanya integrasi empat pilar program yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

Guyun Rukun masuk sebagai Kampung Berseri Astra tahun 2018 sebagai binaan PT Daihatsu Indonesia, menurut Akhmad Fahrurrozi ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah menjadi Kampung Berseri Astra, ia bersyukur di dukung 300 Kepala Keluarga dan hasil manis dari perubahan tersebut dirasakan warga perumahan RW 13 Blok F ini.

Menimpali  obrolan, Ibu Nining Kurnianingsih yang merupakan istri ketua RW 13, Pelda Muhtar Pasaribu. Ia merasa bangga karena KBA Guyub Rukun mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Pencapaian tersebut tidak serta merta datang, berkat kerja keras segenap pengurus RT hingga pengurus RW dan juga peran warga sehingga KBA Guyub Rukun menjadi kebanggan bersama masyarakat kabupaten Karawang

 

Dari Bank Sampah Hingga Pembayaran Cashless

Era digital 4.0 tak bisa dihindari, yang terbiasa memakai pembayaran langsung beragam tagihan seperti PAM, PLN ataupun pajak kendaraan bermotor, lambat laun akan terbiasa dengan namanya pembayaran cashless atau sistem pembayaran tanpa uang tunai. Inovasi ini hadir dengan kerjasama Bank Sampah Bersinar dengan Bank Jabar.

Tak heran jika saat ini KBA Guyub Rukun mempunyai pilot project Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor bersama Samsat Kabupaten Karawang, Bank Jabar serta Dinkop UMKM Karawang, sebuah prestasi yang patut dibanggakan.

Desa Digital Keniscayaan Inovasi KBA Guyub Rukun

Bahwa perkembangan teknologi dengan internet sebagi penyertanya merupakan keniscayaan di era milenial ini, bahwa empat pilar program Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan tak bisa dipisahkan. Daya dukung sistem digital memudahkan adanya kolaborasi antara empat pilar program tersebut.

Salah satu yang ingin diterapkan dalam lingkungan masyarakat di wilayah Perumnas Bumi Teluk Jambe terutama di RW 13 Blok F,adalah meleknya warga akan keberadaan teknologi. Bahkan kini yang namanya kuota ibarat sebuah kebutuhan pokok layaknya sembako.

Mendukung desa digital, pengurus RW berinisiatif melakukan terobosan dengan pengadaan wifi bagi warga, uniknya lagi untuk pembayaran wifi ini bisa dilakukan dengan penyetoran sampah, wah ini sih benar benar saling menguntungkannya.

Di lingkup kabupaten Karawang, pengakuan keberadaan Desa Digital Guyub Rukun adalah penyerahan device untuk program Desa oleh Bupati Karawang, prestasi ini menambah daftar prestasi yang pernah diraih KBA Guyub Rukun sebelumnya.

Sampah Plastik dan Antusiasme Bocah Untuk Memilahnya

Daur ulang sampah plastik dikelola secara ciamik oleh KBA Guyub Rukun(dokpri)

Bagai mengukir di atas batu, kerap pepatah lama itu terdengar. Sebuah ungkapan yang masih relevan jika merujuk bahwa pembelajaran semasa kecil akan terus membekas, apalagi hal itu mengenai sisi positif. Salah satu yang diterapkan adalah dengan mengedukasi anak anak dengan membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu anak anak di lingkungan Kampung Guyub Rukun diedukasi untuk memilah sampah dan dibekali pengetahuan tentang nilai ekonomis sampah. Hal ini tentu berdampak positif bagi lingkungan, jika kita berada di lingkungan Blok F RW 13, tak ada ceceran sampah di jalanan.

Setiap rumah menyediakan dua tong sampah yakni untuk sampah organik dan non organik, selain itu tersedia daftar harga dari sampah sampah tersebut, seperti tutup botol per kilonya dihargai Rp 4.000, minyak jelantah per kilo Rp 4.500, kardus perkilo harganya Rp.2.000.

Sampah menjadi berkah adalah tagline Bank Sampah Bersinar, uniknya lagi dan ini menjadi hal yang ditunggu tunggu, akan ada pengumuman 5 top nasabah Bank Sampah dengan saldo terbesar yang dishare melalui media sosial Kampung Guyub Rukun Karawang.

Kebun Cinta dan Cara Jitu Beternak Penggemukan Kambing

Kandang penggemukan kambing yang dikelola warga(dokumentasi pribadi)

 

Rindang menghijau itulah kesan penulis ketika memasuki “Kebun Cinta” ada plakat gubernur Jawa Barat dan juga Ketua Umum TP PKK Pusat ketika memasuki areal kebun cinta. Ada apa saja sih di kebun cinta? Ketika penulis dizinkan untuk melihat dari dekat, ada mesin pencacah sampah. Ketua Tata Kelola Lingkungan, Panggih Pamungkas menjelaskan bahwa mesin tersebut digunakan untuk membuat pupuk kompos. Sampah dipilah dan kemudian organik diolah menjadi kompos yang bisa dipergunakan warga untuk memupuk tanaman.

Kebun Cinta terdapat kandang kambing dan juga kolam pemeliharaan ikan, keterangan Ketua Koperasi, Junaedi. Membuat penulis berdecak kagum adalah, pengelolaannya diserahkan kepada warga dan ini tentu memberikan nilai tambah bagi warga yang saat ini masih terdampak pandemi.

 

 

Jangan Anggap Sepele Minyak Jelantah

Hari hari belakangan ini, ibu ibu mungkin merasa resah dengan meroketnya harga minyak goreng di pasaran. Salah satu bahan baku penting di dapur adalah minyak goreng, setelah penggunaannya acapkali bingung kemana berlabuh sisa limbah rumah tangga ini.

Stop untuk membuang minyak jelantah secara sembarangan, resiko pencemaran pastinya didepan mata. Upaya keren KBA Guyub Rukun untuk mengurangi emisi gas rumah kaca gegara pencemaran adalah dengan penggunaan minyak jelantah sebagai biodesel.

Bank Sampah Bersinar menerima limbah sampah minyak jelantah, adapun jadwal penimbangannya setiap hari minggu  dari pukul 09.00 s/d 11.30. Tahu nggak sih gaes upaya pemberdayaan minyak jelantah mampu menyelamatkan 321 ribu hektar hutan dari ekspansi sawit/tahun.

Mendukung progam biodesel di tanah air, penghematan subsidi sehingga berkurangnya pencemaran lingkungan. Yang tadinya menganggap sepele keberadaan minyak jelantah, namun ternyata Bank Sampah Bersinar mampu menggerakan warga untuk lebih peduli lingkungan.

Rumah Kreatif Sahabat Daihatsu Simpul Kreatifitas Untuk Warga

Memaksimalkan luas lahan untuk fasilitas umum sehingga warga pun berdaya, salah satu sudut yang perlu dikunjungi adalah Rumah Kreatif Sahabat Daihatsu. Terletak di dekat sekretariat RW, boleh jadi Rumah Kreatif Sahabat Daihatsu merupakan tempat seru bagi warga untuk berkumpul.

Meski tempatnya sederhana, boleh jadi tempat ini merupakan tempat paling sibuk karena menjadi titik kumpul warga bersosialisasi. Ada Bank Sampah Bersinar, Koperasi Guyub Rukun  dan juga KBA Guyub Rukun berbagi tempat, selain itu ada juga pelatihan pengelasan yang bisa diikuti warga.

Di hari hari tertentu, suasana Rumah Kreatif  semakin semarak karena warga menyetorkan sampah, tahu nggak sih ternyata sampah pun menghasilkan cuan bagi warga RW 13 ini, senyum pun mengembang. Pengelolaan sampah bila dikelola dengan bijak  membawa kemashlahatan bagi umat.

Berada di KBA Guyub Rukun membuka optimisme bahwa meski saat ini pandemi Covid-19 masih ada, namun optimisme tetap terjaga. Ada senyum untuk Indonesia, semoga kita semua dikuatkan bersama, tersenyumlah Indonesia karena hari baru akan selalu ada untuk mereka yang terus berupaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *