Keping Kenangan Momolo Yang Bikin Jari Bengkak Di Masjid Nurul Huda

Masjid Nurul Huda dengan atap susun dan latar belakang gunung Ciremai(dokpri)

 

Setiap pulang kampung pasti pula harus ke tempat ini, kangen tentang ingatan ingatan yang tak bisa di lupakan, tentang cerita magis kisah momolo, kubah masjid di desa Rajawetan kerap di sebut Momolo, desain masjid dengan atap susun ala masjid di Kudus dan di lengkapi kubah di puncaknya. Yang seru adalah jangan pernah menunjuk jari ke arah momolo karena bisa menyebabkan jari telunjuk bengkak atau di istilah kami adalah bubuyuteun.

Tombak yang menjadi salah satu properti masjid(dokpri)

Properti masjid yang ikonik adalah tombak, setiap pelaksanaan Jum’atan tombak selalu di gunakan untuk mengiringi khatib naik mimbar, konon katanya untuk tombak adalah upaya berjaga jika satu ketika penjajah Belanda menyerang jamaah, meski Belanda sudah angkat kaki dari bumi nusantara namun kehadiran tombak tetap di lestarikan saat prosesi Jum’atan. Ada juga bedug yang hadir menyemarakan masjid, sebagai pertanda masuk nya waktu sholat di pukul lah bedug.

Renovasi besar besaran masjid Nurul Huda dengan desain modern(dokpri)

Bedug di gunakan ketika sholat Jum’at akan di mulai, begitu pun fungsi bedug akan di gunakan sebagai penanda berakhirnya waktu puasa di bulan Ramadhan, beberapa tahun lalu ketika ada orang meninggal dunia, bedug pun di gunakan dengan bunyi irama tertentu sebagai pemberitahuan bahwa di Rajawetan ada yang meninggal dunia.

Saat ini  masjid Nurul Huda mengalami renovasi besar besaran, tak ada lagi bangunan dengan gaya klasik atap susun dan juga momolo yang menjadi ciri khasnya, bangunan Nurul Huda era modern dengan bangunan tambahan lantai dua, namun apa pun bentuk dari masjid Nurul Huda tak akan bisa menghapus kenangan indah tentang masjid yang terletak di tengah tengah desa yang berdekatan dengan lapangan voli dan juga kantor kepala desa.

Era 80 an hingga 90 an, yang mengurus masjid di sebut pak Lebe, sebuah jabatan yang melekat hingga seumur hidup nan natinya akan di gantikan jika yang bersangkutan meninggal dunia. Tapi kini peran DKM pun cukup memberi pengaruh besar dalam pengorganisasian masjid Nurul Huda. Masih terkenang masa masa mengaji di masjid dengan nyala sinar lampu petromak karena listrik PLN belum masuk ke desa. Rasanya baru kemaren mengeja huruf hijayiah dengan metode tangwan, tangwin, tangwun, sesekali melakukan kebandelan di masjid saat sholat berjamaah.

 

Beribu episode kehidupan ternyata di mulai dari jejak jejak berada di masjid Nurul Hudam belajar mengaji berkelompok, belajar sholat berjamaah dan acap juga membuat pusing pengurus masjid karena bermain di masjid. Bila bandel mah mohon maaf khan masih anak anak, masjid Nurul Huda memang keren banget dah.

Bersiap melaksanakan ibadah sholat dengan berjamaah(dokpri)

Semoga masjid Nurul Huda tetap eksis di desa Rajawetan, jika kelak bangunan hasil renovasi telah usai, kemegahan masjid bukan bangunan fisik semata namun bisa di gunakan untuk kegiatan keagamaan dan nantinya akan menghasilkan sumber daya manusia yang mumpuni agar tetap menjaga mulia nya agama Islam.

Oke deh itulah cerita Mang Admin tentang masjid Nurul Huda desa Rajawetan di mana itulah masjid yang pernah menjadi saksi bisu betapa pernah di satu ketika Mang Admin bandel juga tuh di masjid, tapi bagaimana pun rasa kangen ke masjid Nurul Huda tak akan pernah usai, tunggu cerita lain dari Mang Admin tentang penjelajahan masjid masjid lainnya, semoga cerita tentang masjid masjid yang ada di nusantara dan pernah di singgahi Mang Admin memberikan manfaat bagi para pembaca, Insha ALLAH.

Mencoba Mengadapi Kenyataan Di Dinginnya Masjid Al-Muttaqin

Suasana masjid Al Muttaqin di komplek bangunan RSUD Linggarjati(dokpri)

 

Di ujung bulan Ramadhan 1439 Hijriyah tak pernah menyangka harus pulang kampung lebih cepat dari jadwal semula, setelah mengajukan jadwal cuti ke kepala gudang di mana Mang Admin bekerja, akhirnya Jum’at sore pasca waktu Isya berangkat menuju kampung halaman di daerah Kuningan. Harus segera tiba karena kakak tertua di rawat di RSUD Linggarjati Kuningan.

Tak pelak lagi secara bergiliran menjaga kakak tertua Mang Admin, udara yang dingin dengan suhu 22 derajat selsius. Meski sedikit lelah namun tetap harus menjaga keberadaan kakak yang sedang di rawat. Angin malam terasa menusuk tulung dan tidur pun dengan posisi asal ngegeletak sesekali terbangun. Menjaga orang sakit meski bergiliran namun tetap saja terasa letih.

Yup seusai makan sahur dan menunggu waktu adzan shubuh. Angin bertiup cukup kencang dan sudah waktunya untuk menunaikan sholat shubuh, menuju arah pinggir dari RSUD, terlihat bangunan masjid dan juga sebuah ruangan di cor semen dengan peneduh berupa tiang tiang besi berwarna biru. Dan inilah masjid yang di kunjungi Mang Admin, masjid bernama Al Muttaqin yang berada satu komplek dengan RSUD Linggarjati yang terletak di Jalan Raya Bandorasa Wetan Nomor 36 Cilimus, Kuningan Jawa Barat.

Tempat wudlhu pria(dokpri)

Suasana tidak begitu ramai, masjid Al Muttaqin tidaklah terlalu besar namun cukup resik dan juga terawat, tempat wudlunya juga bersih dan toiletnya apik, ruangan masjid cukup menampung beberapa shaf sholat dengan alas karpet berwarna merah dan di lengkapi tirai biru untuk pemisah shaf perempuan dan laki laki, di sisi masjid terdapat ruang tambahan yang mungkin di gunakan untuk sholat Jum’at. Ditempat imam terdapat mimbar dengan motif kaligrafi dan di percantik warna hitam sehingga tampak elegant.

Bersiap untuk melaksanakan sholat shubuh(dokpri)

Papan pengumuman memuat kegiatan bulan ramadhan, ada list untuk imam tarawih yang di tulis lengkap mulai dari hari pertama hingga usainya bulan suci ramadhan 1439 Hijriyah. Ada juga jadwal muadzin untuk sholat Jum’at. Dari papan pengumuman Mang Admin mendapatkan info tentang jadwal kegiatan ceramah agama dengan pengisi materi oleh para pejabat RSUD Linggarjati.

Iqomah berkumandang penanda sholat Shubuh akan segera di laksanakan, tak banyak jamaa yang hadir, namun dua shaf sholat shubuh. Sang Imam membacakan surat dengan nada yang tartil, sesekali terasa angin menyapa di antara pintu yang terbuka, sholat shubuh di Al Muttaqin dalam suasana Ramadhan.

Seusai sholat, mengamati kembali bangunan masjid dan kemudian berlalu, setelah itu menuju parkiran motor, di antara udara dingin pagi hari, roda dua melaju menuju rumah, Suasana jalan masih sepi dari lalu lalang. Al Muttaqin dan juga RSUD Linggarjati akan selalu lekat dalam ingatan, kenangan tentang dinginnya air wudlu seakan memegang air es, tiupan angin di pagi hari seakan memaksa tubuh untuk merapatkan jaket agar tak menggigil kedinginan.

Beberapa jam setelah shubuh berlalu, kakak tertua Mang Admin mengalami perubahan dalam hidupanya, salah satu kakinya harus di amputasi. Sebuah keputusan yang berat namun harus terjadi, hidup memang selalu penuh dengan drama, kejutan baik yang menyenangkan ataupun hal yang pahit sekalipun. Di bulan suci ramadhan 1439 Hijriyah ini pula, kakak Mang Admin harus legowo kehilangan telapak kakinya.

Tak terperi sedih terasa namun hidup tentunya terus berjalan dan semoga ini menjadi satu hal yang patut kita renungkan, jangan kan satu kaki, nyawa pun sebenarnya bisa sewaktu waktu bisa di ambil oleh sang pemilik kehidupan, Semangat ya Kak mesti memang kenyataan begitu terasa pilu.

Singgah Di Masjid At-Taqwa Komplek Balaikota Bogor

Masjid At Taqwa di komplek balaikota Bogor(dokpri)

 

Rehat beberapa jenak dalam perjalanan mengitari kota bogor untuk berburu tempat tempat bersejarah dan juga menyusuri bangunan ikonik yang berada di kota hujan Bogor. Suasana siang hari di bulan ramadhan meski panas tak terasa terik namun cukup menguras keringat rupanya, setelah berada di halaman gereja Katedral, kaki pun melangkah menuju komplek perkantoran balaikota Bogor, karena saat libur nasional di penghuung bulan Mei maka suasana balaikota terlihat agak lenggang meski juga ada beberapa satpol PP yang sedang berjaga.

Menuju ke arah dalam melewati beberapa gedung, tiba di tempat tujuan yakni masjid At-Taqwa untuk menunaikan sholat Dzuhur. Seperti biasa Mang Admin saat singgah ke masjid, pasti deh ngepoin suasana masjid, ornamen bangunan, tempat wudhlu dan pernak pernik kegiatan yang di lakukan DKM. Masjid At Taqwa bisa di sebut sebagai titik sentral dari kegiatan kerohanian di lingkungan Balaikota, apalagi di bulan suci seperti sekarang ini dan masjid At Taqwa menyelenggarakan 6 kegiatan rutin di laksanakan setiap hari.

Seperti umumnya masjid di Indonesia yang mempunyai bedug(dokpri)

Ada kegiatan kultum, sholat dzuhur berjamaah, buka bersama,penyediaan takjil, sholat tarawih dan juga pengumpulan zakat. Cukup banyak ya kegiatan selama bulan ramadhan. Nah tak lupa nih Mang Admin pula keliling keliling masjid yang memiliki dua lantai ini, ke tempat wudlhu pria yang di dominasi keramik warna putih, areal toilet dan juga tempat wudhlunya cukup bersih, jalan menuju tempat wudhlu dengan masjid harus melalui beberapa undakan.

Tempat mengambil air wudhlu masjid At Taqwa(dokpri)

Lantai masjid di lapisi karpet warna merah dan pembatas shaf warna krem, ada juga tirai untuk membatasi jamaah pria dan dan wanita. Untuk dinding masjid bagian dalam di cat warna krem, beberapa AC terpasang di masjid, penerangan siang hari di masjid ini cukup terang karena memiliki jendela kaca yang di desain lebar, dinding masjid di lengkapi looster untuk ventilasi udara. Di bagian tiang penyangga terdapat ornamen kaligrafi.

Suasana masjid At Taqwa dengan jamaah yang siap melaksanakan sholat(dokpri)

Di depan teras masjid terdapat sebuah beduk dengan tulisan “Masjid AT TAQWA Balai Kota Bogor, bagian tepi masjid dan juga depan di pagari dengan pagar galvanis. Oh iya Masjid At Taqwa pun peduli dengan kaum mudanya lho, ada agenda untuk kaum milenia ini yakni Sanlat Sehati Ke 4 yang di selenggarakan dari tanggal 4-8 Juni 2018 dengan program kegiatan seperti Tahfiz, Kajian Siroh, Lomba Da’i Mandiri, Santunan dan juga Buka Puasa.

Suasana pelaksanaan kegiatan bulan puasa di masjid At Taqwa ternyata cukup padat ya, beruntung Mang Admin singgah ke sini dan bisa sholat dzuhur. Sejarah balaikota Bogor memang cukup panjang, dulu banget nama Bogor adalah Buitenzorg yang memiliki makna harfiah “Tanpa Kecemasan”. Balaikota Bogor di bangun pada tahun 1868 dengan nama awal gedung yaitu Societat, tempat kumpulnya kalangan sosialita nyonya dan tuan Belanda yang dahulu menjajah nusantara.

Semoga saja kehadiran masjid At Taqwa di lingkungan balaikota Bogor menjadi oase bagi para PNS yang bekerja agar lebih bertakwa, bekerja dengan keikhlasan dan melayani masyarakat kota Bogor dengan hati. Sebuah masjid sebenarnya bukan melulu tempat ibadah formal harian, namun menjadi pusat peradaban bagi kalangan muslim, Semoga kehadiran masjid At Taqwa dengan segala kajian yang ada di dalamnya menjadi pemandu rohani agar aparatur sipil tetap bekerja optimal.

Dan juga jamaah masjid akan tetap melimpah meski bulan ramadhan nantinya berlalu, senang pernah berada di masjid At Taqwa di komplek balaikota Bogor, tunggu jelajah Mang Admin di masjid masjid lainnya.

Satu Senja Bulan Ramadhan Di Masjid Riyadush Sholihin Kebun Raya Residence Bogor

Jamaah yang usai melaksanakan sholat Ashar di Masjid Riyadush Sholihin(dokpri)

 

Terdengar nyaring suara adzan bergema saat angkot baru saja sampai di sebuah rumah yang terletak di perumahan Kebun Raya Residence Bogor, beberapa jenak istirahat dan meminta izin ke si empunya rumah untuk menuju sumber suara adzan mengalun syahdu. Berjalan menapaki aspal perumahan yang terlihat mulus dan juga kanan kiri tanaman yang terlihat rindang. Beberapa meter kemudian belok kanan dan menuju ke sebuah taman kanak kanak Safinah.

Bagian samping masjid yang menuju akses tempat wudhlu(dokpri)

Ada undakan dari semen untuk jalan penghubung antara TK dan masjid, lurus sedikit dan belok kanan terdapat tempat wudhlu pria. Pemisahan letak tempat wudhlu pria dan wanita, ada jalur penghubung menuju ke dalam masjid. Tiba di dalam udara terasa seju, maklumlah air conditioner dan juga kipas angin terpasang di setiap pojok masjid, ada jam elektronik penanda waktu sholat, ruangan imam beserta mimbar, karpet berwarna hijau tergelar menambah asri tempat sholat.

Halaman depan masjid yang memiliki multi fungsi(dokpri)

Kumandang iqomah menghentikan pengamatan Mang Admin. Hening dalam suasana syahdu sholat Ashar, suasana Ramadhan terlihat di masjid ini. Beberapa jamaah memilih membaca Quran seusai sholat jam’ah. Mang Admin mengitari masjid untuk sekedar ingin tahu bagaimana masjid Riyadhush Sholihin mengadakan beberapa kegiatan untuk syiar Islam ini. Masjid yang terletak di Jalan Mahoni Raya E 26  Kebun Raya Residence ini sepertinya di konsep sebagai tempat dengan titik tengah dari rumah rumah warga, dengan letak lebih tinggi di banding rumah sekitar, ada beberapa undakan untuk menuju ke masjid.

Jam elektronik penunjuk waktu sholat(dokpri)

Telihat papan pengumuman masjid dengan kegiatan yang akan di adakan dan juga kegiatan kegiatan di masjid lain yang tertempel di mading kaca masjid Riyadush Sholihin. Halaman masjid terpasang paving block dengan di lengkapi tenda, mungkin di pergunakan untuk jamaah sholat tarawih. Bentuk pintu masuk baik samping kiri dan kanan di hiasi ornamen segi delapan dengan dua daun pintu, untuk motif keramik luar terpasang warna coklat muda dan dinding luar berwarna cream.

Nah pas waktu Maghrib ini nih yang seru, DKM masjid menyediakan takjil kepada jamaah yang hadir, selain itu juga mereka pun membagikan nasi box untuk para pengunjung masjid yang mungkin nggak sempat berbuka di rumah. Suasana Ramadhan memang selalu spesial, beruntung bisa mengamati masjid yang nyaman ini, meski hanya kunjungan singkat dan menumpang sholat Ashar dan Maghrib namun kesannya begitu luar biasa.

Yuk kita terus jaga masjid, dan memakmurkannya dengan cara sholat berjama’ah dan bukankah sholat berjama’ah mendapatkan 27 x lipat ganjaran di bandingkan sholat sendirian. Semoga warga perumahan Kebun Raya Residence bisa terus menjaga kedamaian baik di lingkungan masjid atau pun dengan para warga yang bukan beragama Islam. Sejenak menikmati gaya arsitektur masjid Riyadush Sholihin dan duduk selonjoran di atas karpet hijau yang tebal.

Yup jika pengen berkunjung ke tempat ini, masjid Riyadush Sholihin, cari saja perumahan Kebun Raya Residence, dengan akses jalan perumahan yang nggak rumit, masjid ini bisa dengan mudah di cari, atau kalau masih ragu lebih baik nanyain ke petugas sekuriti yang berjaga di pintu gerbang perumahan. Yuk ah udahan dulu cerita kunjungan Mang Admin ke masjid yang berada di perumahan Kebun Raya Residence. Lain kali Mang Admin ceritain juga keunikan masjid masjid yang ada di Indonesia dan mungkin dunia, itu sih Mang Admin ngarep banget deh hehe. Oke dan sampai jumpa di masjid berikutnya, salam jalan jalan dan makan.

Buka Barengnya Di Masjid Al Hikmah Tambun

Bocah bocah yang berbahagia saat bukber di Masjid Al Hikmah(dokpri)

 

Udah separuh Ramadhan kita lalui bersama, masih kuat berpuasa dong? Alhamdulillah sih bisa tahan lapar dan haus meski saat ini telah dua pekan menjalankan ibadah shaum di bulan ramadhan. Nggak ke goda dengan warteg yang di tutup gorden dong hihi, semoga kita bisa mengkhatamkan puasa hingga tuntas dan merayakan hari kemenangan di bulan Syawal dengan hati yang bersih, amin.

Kali ini Mang Admin mau cerita cerita tentang bukber nih, iya buka bareng gitu deh. Sejak hari pertama ramadhan telah banyak masjid masjid mengadakan event bukber ini, dan inilah satu hal yang patut kita apresiasi terhadam Dewan Kemakmuran Masjid yang mampu menyelenggarakan bukber, bagaimana pun kita mesti bersyukur lho ternyata sesama muslim saling peduli. Karena tidak semua orang bisa merayakan buka bersama dengan keluarga di rumah masing masing.

Suasana di dalam masjid, tetap adem di rumah ALLAH(dokpri)

Mang admin pun begitu, karena satu hal dan ini bagian dari tugas kerjaan maka untuk beberapa waktu harus berbuka puasa bukan di rumah, shift 2 saat bekerja akhirnya membawa Mang Admin untuk ikutan bukber di masjid Al Hikmah, yup masjid ini memang rutin mengadakan bukber di setiap bulan suci ramadhan. Karena lokasinya memang berdekatan dengan tempat kerja, ya udah sekalian aja bukber di sini terus jika sedang bekerja shift 2.

Para pengurus masjid Al Hikmah sangat ramah dengan orang orang yang mau berbuka di ini masjid lho, dan kita pun nyaman ketika berada di masjid yang terletak di Kampung Legon Tambun Selatan. Beberapa bocah juga banyak yang menyempatkan untuk buka bersama, yang lucunya ada juga bocah yang nggak puasa ikut ikutan buka, tapi paling sering mah yang nggak puasa di ledekin dengan sesama temannya.

Lima menit menjelang buka puasa di adakann do’a bersama, semoga yang menyumbang penganan untuk berbuka di limpahkan rezeki halal, detik detik terus berlalu dan akhirnya waktu Maghrib yang di tunggu pun seiring beduk di pukul dan kumandang adzan terdengar. Maka tak tertolaklah penganan berbuka puasa, ada kurma, aneka gorengan yang tak pernah ketinggalan di sajikan. Gorengan menjadi hidangan favorit saat berbuka, ada juga kolak, es cendol, kue kue, teh manis serta air mineral dalam kemasan.

Bersiap melaksanakan sholat Maghrib berjamaah(dokpri)

Bukber di Al Hikmah banyak di ikuti oleh karyawan karyawan seputar masjid, maklum deh karena masjid Al Hikmah berdiri di antara pabrik pabrik dan juga gudang yang ada di sekitaran Kampung Legon. Bukber di Al Hikmah banyak memberikan kesan yang menyenangkan, meski tak bisa berbuka di rumah, namun saudara seiman ini mampu memberikan kesejukan di saat bulan ramadhan.

Seusai berbuka di lanjut dengan pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah, inilah sebuah bukti bahwa merajut ukhwah di mulai dengan hal hal yang sederhana seperti buka bersama, semoga keberkahan ini terus di lakukan. Nah kamu kamu pasti punya cerita seru dong seputar bukber ramadhan tahun ini, Mang Admin mah cerita aja seputar bukber di masjid Al Hikmah dan semoga bermanfaat bagi pembaca blog jalandanmakanseru.com

Tunggu cerita cerita lain di blog ini, karena akan ada banyak cerita cerita unik, lucu dan ngegemesin lainnya lho, pantengin aja blog kesayangan kita bersama karena memang Mang Admin suka jalan jalan dan makan makan hehehe. Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan, semoga keberkahan untuk kita semua, amiin.

Menikmati Kajian Di Masjid Jenderal Besar Soedirman Purwokerto

Bisa berkunjung ke masjid Jenderal Besar Soedirman saat berada di Purwokerto(dokpri)

 

 

Dalam perjalanan ada kalanya kita berhenti untuk beberapa jenak, jeda waktu istirahat itu seringkali membuat kita berada di sebuah tempat yang begitu adem, nyaman dan dan dami, ya istirahat yang mujarab adalah berada di rumah ibadah, menepi ke masjid apalagi saat adzan berkumandang. Di jalandanmakan.com akan ada serial yang menceritakan persinggahan admin di masjid masjid. Bagaimana pun cerita ini penting sebagai syiar Islam yang mungkin berguna bagi admin sendiri dan juga pembaca blog kesayangan ini.

Baiklah untuk episode ini, admin mau cerita tentang masjid Jenderal Besar Soedirman yang terletak di jalan Gatot Soebroto Nomor 73-Purwokerto Kabupaten Banyumas. Berada di antara waktu Maghrib dan Isya, admin berada di masjid yang megah ini, suasananya terlihat ramai oleh jamaah, ada kajian ba’da Maghrib ternyata, suasana malam minggu terasa khidmat dengan kajian dari Ustadz Syaeful Bahri, banyak dari jamaah yang juga membawa anak anaknya, cukup menarik tentang kajian malam minggu yang bertema kehidupan, di selingi joke yang membuat jamaah terlihat antusias.

Jamaah yang menyimak kajian sabtu malam di masjid Jenderal Soedirman(dokpri)

Secara umum admin nggak melihat keseluruhan fisik bangunan masjid, suasananya sudah malam sih, yang ada cahaya lampu yang di tempatkan di sudut sudut tertentu membuat suasana masjid  terlihat elegant. Sempat menyambangi tempat wudhu pria yang berada di basement masjid, cukup bersih toilet dan tempat wudhunya. Di pintu masuk terdapat dispenser yang bisa di manfaatkan jamaah untuk mengambil air.

Di salah satu dinding tertulis pesan moral Panglima Besar Jenderal Soedirman yang berbunyi seperti ini:

“Janganlah kamu berbuat seperti sapu yang meninggalkan ikatannya, sebatang lidi tidak akan berarti apa apa, tetapi dalam ikatan sapu akan dapat menyapu segalanya”

(DAI DANCO Soedirman Tahun 1944)

“Hendaknya perjuangan kita harus di dasarkan atas kesucian, dengan demikian perjuangan selalu merupakan perjuangan antara jahat melawan suci dan kami percaya, bahwa perjuangan suci senantiasa mendapatkan pertolongan dari Tuhan.”

(Yogyakarta, 18 Desember 1948, pernyataan panglima besar Jenderal Soedirman pasca pelantikannya sebagai panglima besar TKR)

Terletak di tempat yang strategis, masjid Jenderal besar Soedirman sangat cocok untuk di singgahi, apalagi di setiap bada Magrib di isi dengan jadwal kajian full seminggu, ada juga kajian umahat untuk perempuan, ada juga tahfidz Al Qur’an yang di peruntukan untuk anak anak ba’da Shubuh, Tahfidz Al Qur’an untuk umum yang di selenggarakan ba’da Ashar dan juga ada tafsir Al Qur’an untuk umum yang di selenggarakan Sabtu ba’da Shubuh. Keren banget ya jadwal kajiannya, semoga keberkahan ada di masjid ini.

Nah bagi kalian yang sedang jalan jalan ke Purwokerto dan nyari mendoan dan Sroto Sokaraja hehe, kalau ada waktu atau sedang jalan jalan ada panggilan adzan di sekitaran jalan Gatot Soebroto, cepat cepat mlipir deh ke marih, suasana masjid yang adem, kebersihannya terjaga dan juga kajiannya yang ciamik membuat admin pun pengen balik lagi ke sini deh. Tapi mungkin bila ada rezeki lagi deh, kapan kapan sowan di siang hari biar puas puasin menikmati arsitektur megah masjid Jenderal Besar Soedirman yang terletak di areal Korem 071/Wijayakusama.