Melongok Stasiun Terbungsu Di Kota Bekasi

oMau tahu tentang stasiun paling baru di kota Bekasi? Nah perlu tuh nyambangin Stasiun Bekasi Timur.Sejak kota Cikarang masuk “starter line up” sebagai kota yang di singgahi jaringan commuter line, stasiun Bekasi Timur pun didirikan, setahun berselang stasiun ini dipergunakan untuk umum.

7 Oktober 2017 stasiun Bekasi Timur di gunakan, letaknya strategis lho. Dekat dengan terminal Bekasi yang mempunyai jalur Antar Kota Dalam Provinsi dan juga juga Antar Kota Antar Provinsi.Selain itu Trans Jakarta atau Busway pun melintas di depan stasiun Bekasi Timur.

Jalur rel yang berada di stasiun Bekasi Timur(dokpri)

Orang orang di Bekasi kerap menyebut stasiun ini dengan sebutan stasiun Bulak kapal, Bulak kapal sendiri merupakan wilayah kota Bekasi yang juga bisa disebut gerbangnya kota Bekasi, perempatan Bulak kapal yang menuju pintu tol Bekasi Timur termasuk jalur jalan yang padat dan legend banget di Bekasi.

Ruangan interior stasiun Bekasi Timur yang bernuansa minimalis(dokpri)

Nah Mang Admin nyempetin ngelongok stasiun Bekasi Timur baru baru ini, dan stasiun ini di konsep dengan desain modern minimalis.Yang menjadikan stasiun Bekasi Timur menarik adalah luas lahan parkirnya lho.Untuk ukuran stasiun kelas III sih termasuk lebar deh tempat parkirnya.

Baru setahun terakhir stasiun Bekasi Timur melengkapi sistem transportasi di kota Patriot ini.Dengan dua jalur trek, stasiun Bekasi Timur menjadi tempat penghubung antara stasiun Bekasi dan stasiun Tambun.Suasana stasiun ini nggak terlalu padat sih, namun untuk urusan interior stasiun boleh di bilang mantab.

Gate otomatis stasiun Bekasi Timur(dokpri)

Ada lift dan juga eskalator, minimalis namun resik.Stasiun yang terletak di jalan protokol kota Bekasi, jalan Ir Haji Juanda
dan berada di kelurahan Duren Jaya,Bekasi Timur.Seperti layaknya stasiun stasiun lainnya yang tipikal kebersihan menjadi prioritas.Stasiun Bekasi Timur ini memiliki toilet yang bersih nih.

Semoga saja kebersihannya tetap di jaga dan juga properti pendukung bisa tetap terpelihara.Layanan stasiun ini hanya berlaku untuk commuter line.Dengan adanya stasiun Bekasi Timur, membuat mobilisasi warga menuju Jakarta dan juga Cikarang semakin berwarna.

Dulu jika ke Cikarang pakai moda transportasi bernama Elf 01 jurusan Bekasi Cikarang, kini dengan waktu tempuh kisarn 15 menit bisa dilakukan dengan commuter line, lebih cepat dan irit lho.

Senang aja sih sebagai warga Bekasi punya stasiun yang kece gini.Yup itulah cerita Mang Admin tentang stasiun Bekasi Timur, tungguin juga dan kepoin terus blog kesayangan kita semua ya.Insha ALLAH bakalan hadir cerita cerita seru tentang seluk beluk stasiun lainnya.

Menunggu Tampilan Keren Maksimal Stasiun Tambun

Stasiun Tambun dalam progres perbaikan(dokpri)

Yok yo ayok kita jelajahi stasiun kereta api,kali ini Mang Admin akan menceritakan keseruan berada di stasiun Tambun,kalau ejaan lama sih ditulis Tamboen.Jangan salah lho stasiun ini sudah lama eksis bro.Yup stasiun Tambun sudah ada saat Indonesia dijajah oleh Belanda.

Sejarah panjang stasiun yang terletak di desa Mekarsar,Kecamatan Tambun Selatan,Kabupaten Bekasi.Di mulai pada tahun 1898, wah ternyata lama juga ya stasiun ini hadir.Stasiun yang memiliki empat jalur kereta api dan termasuk stasiun kereta api kelas III atau stasiun kecil.

Ada harapan besar saat kereta commuter line beroperasi hingga Cikarang,dan stasiun Tambun pun mulai bebenah,awal awal sih ketika berada di stasiun ini terasa membosankan.

Alat berat sedang beroperasi di stasiun Tambun(dokpri)

Menunggu kereta menjadi pengalaman yang nggak enak.Peron tanpa atap dan sengatan matahari begitu terasa banget, yup itulah pengalaman Mang Admin saat menyambangi stasiun Tambun beberapa bulan yang lalu.

Tapi eit dah saat ngejajal lagi mampir ke stasiun Tambun,ada perbedaan yang lumayan melegakan.Saat ini stasiun Tambun mulai beres beres agar para penumpangnya merasa nyaman.Udah terpasang bangku tunggu yang mempunyai atap pelindung.

Suasana stasiun Tambun menyambut para penumpang(dokpri)

Selain itu terlihat ada alat berat dan juga truk yang hilir mudik meratakan dan mengangkut tanah,pokoknya mah saat ini stasiun Tambun sedang mempercantik tampilan.

Selain melayani penumpang commuter line,stasiun Tambun juga melayani kereta lokal ekonomi menuju Tanjung Priuk dan juga Purwakarta.Mungkin kita perlu bersabar untuk menyaksikan stasiun Tambun menjadi keren maksimal.Setelah adanya under pass,suasana sekitaran stasiun Tambun mulai terlihat rapi,semoga saja ini menjadi langkah awal agar sekitaran Tambun lebih tertib lagi.

Oke deh gitu aja cerita Mang Admin tentang stasiun Tambun, yakin deh nantinya Tambun memiliki stasiun yang ciamik dan tentunya lebih humanis bagi para penumpang.

Jangan lupa tetap mantengin blog kesayangan ini yah,karena Mang Admin Akan terus menjelajah tempat tempat keren di tanah air dan menceritakan keseruan jalan jalan dan kulineran seru.Semoga semua senang dan bahagia selalu

Menikmati Stasiun Maja Saat Mengisi Akhir Pekan

Nyampe juga ke Stasiun Maja nih Mang Admin(dokpri)

 

Hai….hai…hai apa kabar sobat jalandanmakan nih, kali ini Mang Admin mau cerita saat menyinggahi stasiun Maja nih, sebenarnya sih nggak sengaja sengaja amat mau mampir ke stasiun ini, tapi rasa penasaran aja yang membuat Mang Admin memutuskan berhenti sejenak di stasiun Maja. Jika pengguna commuter line akan ke Rangkas Bitung maka ada satu stasiun lagi yakni Citeras baru deh ke tujuan akhir stasiun Rangkas Bitung.

Meski beberapa jenak berada di stasiun Maja namun yang membuat mang Admin rada rada heboh gimana gitu, ternyata stasiun Maja yang terletak di kabupaten Lebak, Kecamatan Maja ini memiliki struktur bangunan megah dan juga terawat lho, meski cukup jauh dari keberadannnya dari ibu kota namun Stasiun Maja memiliki ciri ciri stasiun dengan nuansa sentuhan modern. Jumlah jalur di stasiun Maja ada 3 dan ini di peruntukan untuk kereta commuter line baik menuju Rangkas Bitung maupun Tanah Abang.

Gerbang stasiun Maja dengan pilar pilar besar dan terkesan kokoh(dokpri)

Dengan topangan pilar pilar yang menyangga stasiun, bangunan di sekitaran stasiun Maja terlihat keren, ada tangga eskaltor bagi pengunjung untuk memudahkan arus perjalanan antar peron dan juga lift yang berfungsi baik, sedangkan untuk teman teman berkebutuhan khusus di sediakan guilding block yang berfungsi memandu arah. Seperti biasa Mang Admin ma ngecek situasi dari toilet stasiun, dan hasilnya juga bersih.

Toilet terjaga keresikannya dan ini mungkin sudah trade mark dari pihak Commuter line yang mampu memberikan service yakni memiliki toilet pria dan wanita serta sahabat kita kaum disabilitas .Selain itu stasiun Maja pun di lengkapi ruang laktasi, sebuah ruang yang bisa di gunakan kaum perempuan yang sedang menyusui. Seperti stasiun lainnya yang menyediakan musholla untuk memudahkan pengguna commuter line beribadah.

Calon penumpang kereta sedang mengantri di mesin vending tiket(dokpri)

Menyusuri stasiun Maja untuk pertama kalinya mendapatkan kesan yang mendalam, nggak nyangka aja ternyata stasiun Maja keren lho. Petunjuk tempat tempat yang berada di satu kawasan dengan stasiun Maja tertera jelas di papan petunjuk sehingga penumpang dapat mudah menemukan lokasi yang ingin di tuju. Selain itu petugas pun sangat respon ketika bertanya, Mang Admin saja baru pertama kali datang ke stasiun Maja tidak kebingungan karena petugas dengan ramah akan menunjukan di mana lokasi toilet misalnya sehingga kita pun tak mencari cari  lebih lama.

Budaya tertib penumpang kereta commuter line memang harus terus di upayakan(dokpri)

Di depan gerbang stasiun di sediakan satu mesin top up multi trip. Ada juga dua mesin Commuter Line Ticket Vending Machine yang sangat membantu penumpang saat ingin melakukan transaksi. Segala kemudahan yang ada di Stasiun Maja membuat penumpang merasa nyaman.

Semoga semakin ke sini, layanan di stasiun Maja terus di tingkatkan, sehingga perjalanan menggunakan kereta akan semakin di minati. Mang Admin dari stasiun Tanah Abang ke arah stasiun Rangkas Bitung di saat waktu libur hari Minggu, meski nggak padat banget isi kereta tetap saja harus berdiri cukup lama. Entahlah situasinya mungkin berbeda jika naik di saat hari kerja dan di jam jam sibuk baik pulang atau pun pergi.

Senang rasanya bila berada di sebuah stasiun kereta dan bisa menikmati beragam fasilitas yang ada dan semua itu bertujuan agar para penumpang merasa nyaman dan juga aman berada di kereta maupun di dalam stasiun. Gitu deh cerita Mang Admin saat mengunjungi stasiun Maja, tunggu cerita lanjutan Mang Admin di stasiun stasiun yang pernah di singgahi, kita bongkar keunikan masing masing stasiun hanya di web kesayangan kita semua ya.

Stasiun Bogor, Stasiun Yang terus Tumbuh Dan Berkembang

Stasiun Bogor yang terus bebenah untuk kenyamanan penumpang(dokpri)

 

Kali pertama mengunjungi stasiun Bogor di sapa gerimis menjelang waktu siang, peron yang tak beratap dan jarak antara tempat berteduh lumayan jauh memaksa kaki setengah berlari menghindari gerimis. Itulah kesan pertama saat Mang Admin menjejakan kaki di stasiun Bogor. Hujan mulai membasahi kota Bogor, istirahat sejenak seraya numpang ngecharger di tempat box charger yang di sediakan untuk para penumpang.

Ketemu dengan seorang Bapak yang ternyata warga aseli Bogor dan beliau pun bercerita bahwa stasiun Bogor akan terus tumbuh dan berkembang mengikuti tuntutan zaman, dulu banget ujar si Bapak, stasiun Bogor sangat sederhana. Namun dalam beberapa tahun terakhir banyak sekali perubahan yang terjadi dan membuat stasiun Bogor makin moncer. Dari beberapa tempat terlihat fasilitas disediakan agar penumpang kereta bisa lebih nyaman, Mang Admin ngejajal musholla stasiun yang tertata apik dengan karpet merahnya yang bersih serta pembatas untuk jamaah perempuan dan laki laki.

Mushola stasiun Bogor yang nyaman untuk melaksanakan ibadah sholat(dokpri(

Toilet pun bersih dan membuat nyaman saat buang hajat penumpang. Tempat loket pun luas meski mungkin suasana akan berbeda jika di jam jam sibuk, terpasang pula guiding block untuk saudara saudara kita kaum disabilitas. Ketika kita ingin keluar dari areal stasiun ada papan arah menuju jembatan penyeberangan orang dan petunjuk penggunaan transportasi umum. Jika kita keluar dari stasiun menuju Jalan Kapten Muslihat maka kita pun bisa menuju daerah Jembatan Merah, Leuwiliang, Darmaga, Paledang, Bubulak dan Warung Jambu.

Tempat tiket dan kesibukan penumpang di stasiun Bogor(dokpri)

Bila kita keluar dari stasiun menuju Jalan Mayor Oking maka kita bisa ke arah Taman Topi, Istana Bogor, Kebon Raya Bogor, Baranangsiang, Pasar Anyar dan ke arah tol Jagorawi. Stasiun Bogor bisa di bilang halaman depan kota Bogor, stasiun dengan kode BOO ini dahulunya bernama stasiun Buitenzorg dan di bangun pada tahun 1881. Stasiun Bogor melayani KRL Commuter Line, bisa di bilang stasiun ini termasuk stasiun akhir kereta lho.

Dari stasiun Bogor, penumpang bisa menuju stasiun Jakarta Kota, Stasiun Kampung Bandan, stasiun Angke dan juga stasiun Jatinegara. Dengan memiliki 8 jalur dan 7 peron, stasiun Bogor adalah stasiun sibuk dan padat mengingat intensitas pengunjung dari dan ke Jakarta begitu luar biasa. Nah kalau teman teman pengen jalan jalan ke kota Bogor dan menikmati kulineran khas Bogor, banyak juga ibu ibu yang menjual penganan khas kota Bogor yakni asinan banyak di jajakan di luar pagar stasiun.

Dengan segala pembenahan yang terus di lakukan, oh iya saat terakhir Mang Admin mengunjungi stasiun Bogor, para pekerja sedang memperbaiki fungsi peron di stasiun. Semoga saja nantinya stasiun Bogor akan semakin nyaman untuk para penumpang. Dan fasilitas fasilitas pun mampu memberikan kemudahan akses bagi semua penumpang. Terutama sih mungkin penambahan jumlah kereta yang perlu di pikirkan.

Jika di jam jam sibuk saat berangkat kerja ataupun pulang kerja, rangkaian commuter line begitu padat dan berhimpit, yang naik banyak banget yang turunnya dikit, cobain deh pergi ke stasiun Bogor saat jam kerja, dan rasakan betapa berarti se inchi ruang kosong untuk sekedar memantapkan pijakan. Namun kita pun mengapresiasi segala kerja keras pihak Commuter Line yang terus memberikan pelayanan prima.

Nah jika pembaca jalandanmakanseru.com pengen jalan jalan ke kota Bogor, cobain deh suasana naik commuter line dan rasakan sensasi berada di gerbong commuter line dan nikmati stasiun Bogor yang saat ini terus bebenah.

Tampilan Modern Nan Berkelas Stasiun Juanda Yang Bikin Woow Gimana Gitu

Pintu Utara dari stasiun Juanda(dokpri)

 

Kali ini Mang Admin jelong jelong dulu ke stasiun Juanda yang berada di wilayah Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat dengan lokasi berada di Jalan Ir H Juanda Nomor 1. Setelah melewati depan istana negara saat akan menuju Bekasi, tujuan mengarah stasiun Juanda. Stasiun Juanda cukup mudah di jangkau karena letaknya berdekatan dengan halte busway, kemudahan akses ini pula yang membuat stasiun Juanda cukup ramai oleh para penumpang commuter line.

Lorong stasiun Juanda yang mirip mirip suasana stasiun kereta di negara maju(dokpri)

Melewati pintu utara dan di sambut dengan kehadiran tiga unit  commuter line vending machine untuk para penumpang yang akan berangkat dari stasiun Juanda, kesan modern begitu terasa saat berada di dalam stasiun, dengan bangunan yang di tata rapih dan juga petunjuk untuk memudahkan para penumpang berada di dalam stasiun, oh iya di gerbang utara pun di sediakan loket penyelaras tiket. Ada pula sebuah layar LED terpasang dan menampilkan pergerakan Commuter Line sehingga penumpang bisa memastikan keberangkatan.

Seperti biasa Mang Admin mah ngecek toilet dan juga musholla stasiun, seperti pada umumnya stasiun stasiun commuter line yang “wajib” bersih, suasana toilet rapi jali dan juga musholla meski nggak terlalu besar, kesan terawat begitu nampak, beberapa penumpang commuter line terlihat menunaikan ibadah sholat dzuhur. Di stasiun Juanda melayani rute menuju Jakarta kota untuk arah Depok dan juga Bogor. Bagi warga Bekasi dan Cikarang pun pastinya melintasi stasiun Juanda.

Penumpang commuter line nampak nyaman berada di stasiun Juanda(dokpri)

Mang Admin suka dengan interior stasiun Juanda, dengan lantai yang marmer mulus dan di lengkapi guiding block berupa ubin kuning yang merupakan fungsi untuk penyandang tuna netra agar tidak salah tujuan, sesuatu hal yang ramah untuk kalangan difabel. Yang hore dari stasiun Juanda adalah fasilitas ATM pun di tata dengan baik sehingga para penumpang yang ingin melakukan transasksi perbankan bisa di akomodir.

Lorong stasiun Juanda yang kanan kirinya di lengkapi waralaba modern mengesankan kita berada di sebuah stasiun luar negeri, apik banget serasa berada di bagian lain dari stasiun bawah tanah di negara negara maju, mungkin ini sebuah kata yang di anggap lebay, namun memang faktanya stasiun Juanda terlihat keren dengan sentuhan modern. Yang lebih menyenangkan lagi adalah crew commuter line terlihat sigap saat kita bertanya, sesuatu yang membuat nilai tambah menjadi plus di pelayanan yang di berikan.

Mang Admin sedang bersiap menuju kota Bekasi(dokpri)

Secara umum mang Admin respek dengan upaya pihak commuter line memberikan pelayanan prima dan terus meningkatkan performa setiap stasiun agar para penumpang pun lebih nyaman saat berada di setiap stasiun.Nah itulah pengalaman Mang Admin saat menjelajahi stasiun Juanda. Konsep modern dan pelayanan humanis menjadi sisi menarik KRL Jabodetabek, sebuah kesan positif dengan stasiun Juanda. Sejauh ini untuk interior stasiun Juanda terasa enak di lihat.

Mang Admin serasa berada di luar negeri nih hehe padahal masih di kitaran Sawah Besar atau tepatnya seputaran Pasar Baru. Semoga ke depannya di setiap stasiun akan terus ada perbaikan perbaikan yang membuat nyaman para penumpang, bangga aja sih ternyata di Jakarta ada stasiun keren seperti stasiun Juanda. Eit udah dulu ya cerita tentang stasiun Juanda dan kereta ke arah Bekasi udah menunggu Mang Admin nih. Lain kali akan di ceritakan juga stasiun stasiun yang pernah Mang Admin singgahi, jangan lupa untuk soal jalan jalan dan makan makan seru, ya Cuma ada di jalandanmakanseru.com lo, jangan ampe lewat deh cerita keren dan seru dari Mang Admin.

Uniknya Stasiun Citeras, Dua langkah Dari Peron Langsung Toilet

Suasana Stasiun Citeras saat admin berada di sana(dokpri)

 

“Dari stasiun Citeras naik angkot, paling lima belas menit juga nyampe kok ke rumah aku.”

Sepenggal percakapan via telepon dengan seorang teman SMA saat admin berada di Commuter Line ketika menanyakan alamat yang di tuju, dan akhirnya tahu juga nih stasiun Citeras. Jujur inilah stasiun terjauh yang pernah admin tuju dalam perjalanan Commuter line. Sebuah stasiun yang menjadi salah satu dari beberapa stasiun dari rute Tanah Abang Rangkas Bitung. Ini juga stasiun yang merupakan stasiun terakhir menuju Rangkas Bitung.

Renovasi untuk mempercantik interior dan peron stasiun Citeras(dokpri)

Saat admin menjejakan kaki di stasiun, suasana renovasi begitu terasa, ruang peron, interior stasiun dan segala pernik penunjang stasiun dalam perbaikan. Yup stasiun yang terletak di Kabupaten Lebak ini termasuk stasiun dengan ukuran kecil, dengan jumlah jalur 3 buah, konon kabarnya stasiun ini efektif di gunakan untuk KRL mulai tanggal 1 April 2017. Dengan hadirnya Commuter Line hingga ke Rangkas Bitung membuat stasiun mungil ini pun kelimpahan penumpang baik untuk naik maupun turun.

Penumpang menuju pintu keluar di stasiun Citeras(dokpri)

Yang unik dari stasiun ini adalah dekatnya peron dengan toilet, jika dari arah menuju Rangkas Bitung ketika kereta pintunya terbuka dan ciluk ba, kita bisa langsung menemukan toilet lho, Cuma dua langkah dari peron maka langsung bertemu dengan toilet, untuk penumpang yang suka beser alias nggak kuat lama nahan pipis mungkin ini satu hal yang menjadi kabar baik.

Commuter Line berhenti untuk menaik dan turunkan penumpang stasiun Citeras(dokpri)

Toilet stasiun Citeras meski nggak luas namun bersih dan terawat, untuk hal ini kita patut angkat topi dengan pihak PT Kereta Commuter Indonesia yang terus berkomitmen untuk melakukan pelayanan prima dan salah satu yang paling terasa adalah perbaikan layanan berupa toilet bersih dan bisa di pergunakan penumpang secara gratis lho

Akses menuju stasiun kereta melalui jalan berbatu, ada baiknya pihak terkait bisa membenahi jalan masuk stasiun, saat admin melintas, ruas jalan yang menuju stasiun terlihat berdebu dan juga nggak bisa di bilang bagus, mungkin kalau hujan turun, jalanan becek karena tanah merah terlihat di kanan kiri jalan. Dengan adanya perbaikan untuk akses menuju stasiun akan banyak membantu penumpang kereta commuter line.

Untuk crew di dalam stasiun cukup respon ketika admin bertanya tentang angkot di sekitaran stasiun yang menuju Harendong. Ternyata ada juga lho, selain tentunya babang babang ojek. Semoga saja ke depannya stasiun Citeras akan lebih baik lagi dan menjadi sebuah stasiun yang nyaman untuk di gunakan. Semoga saja dengan adanya renovasi di stasiun Citeras akan memberi dampak positif berupa kenyamanan penumpang.

Meski kecil ternyata stasiun Citeras cukup penting dengan arus Commuter Line baik dari arah Rangkas Bitung maupun Tanah Abang, nah bagi kamu yang penasaran dengan keberadaan stasiun ini, sekali jalan jalan lah ke sini, dari Tanah Abang pilih jurusan ke Rangkas Bitung, sepanjang perjalanan menuju stasiun ini, akan di suguhi pemandangan hamparan pesawahan dan lanskap bebukitan hijau yang masih banyak penggembala kerbau, sebuah pemandangan keren lho untuk anak kota yang sudah jarang melihat pemandangan seperti ini.Nah itulah cerita admin tentang stasiun Citerah, beruntung bisa nyambangi ini stasiun karena ada acara reunian nih dengan teman teman SMA, tunggu cerita admin berikutnya dengan suasana stasiun lainnya ya, pokoknya pantengin aja di web jalandanmakanseru.com deh. Sampai jumpa di cerita stasiun lainnya ya, salam.

Stasiun Tanjung Barat Meski Mungil Namun Keresikannya Tetap Terjaga

Para penumpang memasuki stasiun Tanjung Barat(dokpri)

Kali ini admin jalandanmakanseru.com menyambangi stasiun Tanjung Barat, sebuah stasiun yang berada di kelurahan Tanjung Barat, kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, ternyata stasiun ini sudah lama juga eksis lho. Di awal kemerdekaan stasiun Tanjung barat sudah beroperasi, tepatnya 17 Agustus 1947 dan di buka kembali tahun 2009, stasiun Tanjung Barat memiliki dua jalur. Kalau kita ingin menuju arah Depok atau pun Bogor maka stasiun sebelumnya adalah Lenteng Agung, sedangkan bila kita menuju Jakarta Kota, Angke atau Jatinegara maka stasiun berikutnya adalah Pasar Minggu.

Stasiun Tanjung Barat di ambil gambar saat admin turun dari Commuter Line(dokpri)

 

Satu hal yang di ingat admin nih, meski relatif bangunan di stasiun Tanjung Barat nggak semegah stasiun Manggarai misalnya namun kondisi stasiun di jaga kebersihannya, peron peron terlihat rapih dan resik, memasuki areal toilet yang melewati ruangan kepala stasiun terlihat terawat. Di tengah tengah terdapat tower. Rak sepatu berada di tepi Musholla Pria dan wanita, tempat mengambil air wudhu pun terlihat bersih dan terawat. Di peron penumpang di sediakan bangku bangku besi yang bercat oranye yang berfungsi sebagai tempat tunggu penumpang saat menanti kereta.

Areal Mushola, tempat wudhu dan toilet yang di tata resik(dokpri)

Untuk ruang interior di mana ruangan loket di batasi pagar galvanis sehingga memudahkan penumpang untuk mendapatkan antrian. Di sisi lainnya di sediakan pula anjungan tunai mandiri dari beberapa bank nasional untuk memudahkan penumpang melakukan transaksi. Selain itu stasiun Tanjung Barat memiliki pintu masuk yang terhubung dengan jembatan penyeberangan yang memungkinkan penumpang menyebrang dengan aman tanpa harus was was dengan lalu lalang  kendaraan.

Desain minimalis untuk ruangan loket, lebih ringkas dan efisien(Dokpri)

Adapun rute angkutan kota yang ada di sekitaran stasiun Tanjung Barat adalah D 129 jurusan Pasar Minggu- Mekarsari. Ada juga rute Kopaja yang melayani Blok M-Depok, Pasar Minggu Srengseng Sawah dan dan Blok M Cipedak. Untuk urusan transportasi pendukung dari dan dan ke stasiun Tanjung Barat relatif mudah, dan tentu saja untuk kekinian ojek online pun tersedia, mereka biasanya mangkal di sekitaran jalan Baung atau jalan Stoplas.

Jalur keluar penumpang dengan dilengkapi petunjak lantai berwarna kuning(dokpri)

Nah cukup seru kan suasana stasiun Tanjung Barat, kalau belum jelas mungkin nanti bisa bertanya kepada petugas petugas yang berjaga mulai dari pintu masuk maupun di peron peron. Jangan lupa patuhi juga tentang batas menunggu di peron yang di tandai keramik berwarna kuning menyala dengan motif garis garis maupun strip memanjang. Stasiun Tanjung Barat pun menyediakan papan papan pengumuman dengan desain besar untuk memudahkan penumpang menuju pintu keluar ataupun di mana area parkir berada.

Jangan lupa ya karena kita bagian penumpang commuter line yang keren dan kekinian, tentu saja dahulukan penumpang yang turun, atau juga nggak boleh lupa dong buang sampah dengan tertib alias jangan buang sampah sembarangan. Nah cukup jelas kan kenapa kita harus tertib di tempat tempat publik.

Senang berada di stasiun Tanjung Barat untuk mengamati dan menjelajahi detail stasiun Tanjung Barat, semoga pengalaman admin bisa berguna untuk pembaca yang nantinya satu ketika akan berkunjung ke stasiun ini. Meski relatif stasiun Tanjung Barat ini terbilang mungil namun untuk kualitas kebersihan area perlu di acungi jempol. Salut untuk semua crew yang bertugas di stasiun Tanjung Barat yang telah bekerja keras menciptakan suasana kondusif dan juga suasana stasiun yang tertata rapi. Maju terus perkereta apian di Indonesia dan kerapihan serta kebersihannya tetap terjaga.

Wajah Ciamik Stasiun Cikarang Setelah Revitalisasi

Stasiun Cikarang yang telah bersalin rupa menjadi keren dan megah(dokpri)

 

Dulu sih ke stasiun Cikarang rasanya males banget, kesan kumuh, tak terawat seakan melekat di stasiun yang letaknya berdekatan dengan lokasi Pasar Lama Cikarang. Namun kini stasiun Cikarang telah berganti rupa, penampilan anyar stasiun Cikarang berubah total, kesan kumuh, tak terawat juga kotor telah sirna. Stasiun yang terletak di desa Karangasih, kecamatan Cikarang Utara telah benar benar menjelma menjadi stasiun keren dengan desain modern yang tentu saja membanggakan warga Kabupaten Bekasi.

Saat ini pun stasiun Cikarang melayani jalur Commuter Line yang mulai beroperasi pada tanggal 8 Oktober 2017, namun ada juga lho layanan penjualan tiket kereta api lokal jarak menengah yakni Walahar Ekpress untuk ke arah Purwakarta dan juga Jatiluhur yang menuju Cikampek. Sedangkan untuk Commuter Line yang dahulunya hanya sampai stasiun Bekasi, saat ini stasiun Cikarang menjadi tujuan akhir dari rute Jakarta Kota-Cikarang melalui Manggarai, atau Jakarta Kota melalui Pasar Senen.

Penumpang di stasiun Cikarang sedang menunggu Commuter Line(dokpri)

Stasiun Cikarang sangat mudah di jangkau karena beberapa rute angkot seperti K17 jurusan Cikarang-Cibarusah, K18 Cikarang Sukatani, K38 Cikarang Pelaukan, K 32 Cikarang Sukadanau, K39 Cikarang Cibitung melewati stasiun Cikarang. Sejak Commuter Line singgah ke Cikarang, arus penumpang menuju Jakarta semakin bertambah, hampir setiap hari antrian terus membeludak terutama di jam jam sibuk. Selain itu warga Cikarang kini beralih memakai moda transportasi Commuter Line karena kepraktisannya dan juga waktu  tempuh yang lebih pasti dan tentu saja bebas macet euy.

Interior Stasiun Cikarang pun lebih trendy, di lengkapi lift, eskalator dan juga tangga biasa sangat memudahkan penumpang untuk lalu lang, di ruang tunggu ada satu box untuk mengisi ulang daya handphone lho. Selain itu Musholla di stasiun Cikarang cukup luas untuk menampung jumlah jamaah. Dengan di lengkapi karpet merah yang bersih, hembusan AC dan juga kipas membuat suasana Mushola terasa adem. Ada juga tuh sarung dan mukena yang bisa di gunakan penumpang untuk melaksanakan sholat. Oh Iya di depan pintu masuk Musholla ada sebuah rak sepatu/sendal untuk penumpang lho.

Ada satu hal lagi nih tentang cerita toilet stasiun, ada dua toilet yang bisa di gunakan, yakni di lantai bawah dan juga di lantai atas. Di lantai bawah di sediakan pula Musholla. Untuk kebersihan ada petugas berseragam yang sigap membersihkan areal stasiun, meski begitu sebagai anak kereta nggak boleh dong buang sampah sembarangan dan tentu saja jika perilaku kita, maka tugas kebersihan pun tak terlalu berat, bukankah menjaga kebersihan merupakan tugas bersama kita.

Sebagai warga Kabupaten Bekasi, tentu saja bangga juga punya stasiun kereta api yang megah, saatnya kita pun menjaga bersama keberlangsungaan stasiun Cikarang ini. Dengan memiliki 6 jalur lintasan, jalur dua dan tiga untuk lintasan kereta jarak jauh, sedangkan jalur 5 dan 6 untuk KRL Commuter Line. Nah soal KRL ini, peronnya belum tertutup nih, jika hujan maka pasti deh kehujanan, mungkin ke depannya perlu atap untuk berteduh penumpang jika terjadi hujan, tapi saat kemarin pulang dan hujan turun, petugas Commuter Line membantu memayungi penumpang sih, sebuah layanan lebih humanis deh. Semoga stasiun kereta api kelas I di daerah Kabupaten Bekasi ini terus bebenah agar tampilannya semakin ciamik dan bila kamu kamu mau ke Bekasi dengan cepat serta tepat waktu nggak ada salahnya lho menjajal rute Jakarta Kota-Cikarang.