Mengintip Keberadaan Rusa Totol Di Gedung Perundingan Linggarjati

Gedung Perundingan Linggarjati nampak dari arah parkiran mobil(dokpri)

 

Istana Bogor dengan koleksi Rusa totol(Axis axis) begitu lekat di mata publik, konon rusa yang ada di istana Bogor merupakan hewan yang berasal dari negeri Nepal dan keberadaannya cukup lama di istana dan berkembang biak. Nah ngomong ngomong soal rusa totol untuk warga Kuningan dan sekitarnya nggak perlu jauh jauh deh ke Bogor untuk melihat dari dekat keberadaan rusa totol ini.

Rusa jantan tampak berjalan anggun di areal kandang(dokpri)

Saat Mang Admin jalan jalan ke gedung perundingan Linggarjati, satu hal yang baru adalah hadirnya rusa totol di halaman gedung perundingan Linggarjati, terlihat sih baru sepasang rusa, yang jantan dengan tanduk yang mencuat, meski baru dua ekor nmun kehadiran rusa totol ini cukup membuat pengunjung sedikit terhibur, berbeda dengan rusa rusa istana Bogor yang berkembang biak dengan populasi cukup banyak, dan pengunjung istana bisa bebas memberikan wortel.

Nggak perlu ke kota Bogor untuk melihat rusa totol, cukup ke Kuningan aja deh(dokpri)

Rusa totol di gedung perundingan Linggarjati tak sembarangan di beri pakan oleh pengunjung, adea larangan yang tertera di kandang rusa berupa himbauan agar pengunjung tak memberikan makanan kepada rusa, kecuali adi izin khusus dari petugas, saat Mang Admin hadir tampak para pengunjung sedang mengamati pergerakan rusa. Hadirnya rusa totol ternyata memberi dampak positif untuk jumlah kunjungan di gedung perundingan Linggarjati. Selain memang tempatnya bersejarah, kita pun dapat menikmati fauna khas negeri Tibet ini.

Untuk masuk ke kawasan gedung, para pengunjung hanya membayar tiket sebesar dua ribu rupiah. Sedangkan akses menuju tempat bersejarah ini sangatlah mudah. Dari Terminal Cilimus naik saja angkot jurusan Cilimus-Linggarjati, atau mungkin yang turun dari arah Cirebon naik saja elf jurusan Cirebon-Kuningan dan berhenti di perempatan Bandorasa, di sana ada papan penunjuk arah ke gedung perundingan.

Ayo berwisata ke Kuningan, tempatnya keren keren dan salah satunya adalah gedung bersejarah ini(dokpri)

Alternatif lain adalah jalan Mandirancan-Cilimus dan menuju ke desa Pakembangan, jalur ini termasuk jalur favorit karena di daerah Cibereum yang mempunyai destinasi wisata yaitu Leuweung Monyet dan juga sebuah tebing yng bisa untuk selfie dan instagramable banget deh. Pokoknya untuk menuju akses gedung perundingan Linggarjati sangat mudah dan dengan ongkos yang terjangkau. Yang menarik jika mengunjungi tempat tempat wisata di daerah Kuningan adalah mulusnya akses jalan beraspal yang membuat nyaman para pengunjung, meski memang harus di akui jalanan di daerah Kuningan cukup sempit untuk papasan dua mobil.

Jika penasaran dan kepo banget dengan hadirnya rusa totol, kayaknya sih cukup pas untuk mengunjugi gedung naskah perundingan Linggarjati, suasana sejuk pegunungan, kontur halaman gedung yang berundak undak dan juga hamparan rumput hijau di sertai latar belakang dari menjulangnya gunung Ciremai membuat suasana hati pun terasa adem. Dan jangan lupa lho kita pun bisa belajar sejarah tentang diplomasi saat bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan, bahwa apa yang di perjuangkan bapak bangsa ternyata berdampak banyak dalam segala segi kehidupan di Indonesia.

Nah gitu deh cerita Mang Admin saat bertandang ke gedung perundingan Linggarjati, koleksi rusa totol menambah semarak suasana dari asri nya gedung. Liburan tak harus mengeluarkan budget dengan berlebih, Kuningan kini merias diri untuk membenahi tempat tempat wisata, tunggu aja cerita Mang Admin seputar tempat wisata ke kinian di daerah Kuningan dan jangan lupa ya kasih komentar ataupun kritikan terhadap blog kesayangan jalandanmakanseru.com. Yuk saatnya pamit dulu karena Mang Admin lagi nyiapin ragam cerita tentang kuliner dan juga tempat tempat seru lainnya.

Menghangatkan Kebersamaan Saat Bukber Teman SMP Di Waroeng Ndeso Cirebon

Ngumpul bareng dengan teman SMP, sesuatu yang sangat menyenangkan(dokpri)

 

Kali ini Mang Admin mau cerita tentang bukber dengan teman teman SMP, meski udah lama nggak ketemuan namun alhmdulilah bisa juga ngumpul bareng dan menikmati buka puasa. Beruntung punya teman yang bernama Teti Indriawati yang berprofesi sebagai guru dan juga merangkap korlap hihi untuk urusan ngumpulin teman teman, kali ini bukber  rencananya di sebuah rumah makan yang berada di kawasan Jalan Perjuangan Raya kota Cirebon.

Kesibukan parkiran Waroeng Ndeso saat menjelang waktu berbuka(dokpri)

Okey lah kalau begitu, nyamperin dulu temen agar bisa nebeng wkwkw, dan menjelang pukul 5 sore akhirnya menuju tempat yang di maksud. Setela 30 menit dalam perjalanan nyampe juga tuh, ada teman yang sudah menunggu. Sebuah rumah makan dengan konsep tradisional dengan bangunan yang di tata layaknya perumahan di kampung kampung dengan interior anyaman bambu. Hampir seluruh bangunan di dominasi oleh bambu, Mang Admin mah liat liat dulu suasana dan atmosfir Waroeng Ndeso.

Iga bakar dari Waroeng Ndeso (dokpri)

Beberapa menit kemudian beberapa teman berdatangan menjelang waktu berbuka, di meja telah tersedia aneka pesanan, ada iga bakar, tahu dan tempe bacem, udang bakar, sop iga, jamur crispy dan juga puding sebagai takjil. Lamat lamat terdengar suara adzan dan tak tertolaklah aneka hidangan, Di mulai dengan puding sebagai hidangan pencuci mulut hingga akhirnya menikmati makanan berat.

Sop Iga dengan campuran sayuran nan menggugah(dokpri)

Iga bakar dan udang bakar menjadi pilihan menu, dengan tambahan sambal dadakan, perpaduan rasa sedikit manis di iga bakar dan udang bakar, namun sambal dadaknya lumayan pedas euy, tak lupa di depan Mang Admin ada juga sop iga sapi yang di variasikan dengan aneka sayuran seperti kol, wortel dan potongan seledri. Mungkin chiefnya suka dengan rasa manis nih, iga bakar dan udang bakarnya terasa manis di lidah.

Untuk menu menu di Warung Ndeso sebenarnya cukup terjangkau, sop iga sapi di banderol dengan harga 20 ribu, cumi bakar yang Mang Admin pesan di hargai dengan nominal 20 ribu rupiah, sedangkan untuk jamur crispy yang rasaya kriuk kriuk itu Cuma 6 ribu rupiah lho.Malah untuk tahu dan tempe bacem harganya murah banget deh yakni seceng aja alias seribu rupiah, mantap!

Krenyes krenyes jamur crispy ala ala Waroeng Ndeso(dokpri)

Waroeng Ndeso pun menyediakan menu  ayam dan bebek dan harganya pun relatif terjangkau nih, bebek bakar, bebek goreng dan bebek cabe ijo semuanya pas di harga 20 ribu, untuk ayam goreng serundeng, ayam bakar, ayam kosek, ayam kalasan di banderol rata rata 11 ribu rupiah.

Menyenangkan bisa berkumpul dan ngobrol bareng dengan teman teman semasa masih menjadi siswa yang berseragam putih dan celana pendek warna biru. Meski sudah jarang bertemu langsung namun alhmdulillah komunikasi tetap berjalan lancar di media sosial, sungguh suatu al yang menyenangkan bisa menghangatkan pertemuan, terima kasih untuk bu denok demplon wkwkwk, dan juga bos Yodi nih semoga di tambahkan rezeki. Spesial ketemu dua kepala desa, Kang Mawil dan Kang Nana, ada juga Kang Uyi dan Amanullah.

Semoga berkumpul di Waroeng Ndeso akan selalu menadi kenangan indah tentang pershabatan nan tulus dan seraya menikmati kulineran. Letak Waroeng Ndeso yang di pinggir jalan dan terletak di Jalan Perjuangan Raya dekat dengan perumahan GSP dengan akses jalan yang mudah di jangkau, kalau di sekitaran kota Cirebon sih, dapet deh Mang Admin rekomendasiin Waroeng Ndeso sebagai tempat berkumpul keluarga dan menikmati hidangannya. Yup sampai jumpa ya di cerita Mang Admin lainnya, eh bentar lagi lebaran nih, mau nraktir Mang Admin? Boleh tuh nggak nolak sih

Mencoba Mengadapi Kenyataan Di Dinginnya Masjid Al-Muttaqin

Suasana masjid Al Muttaqin di komplek bangunan RSUD Linggarjati(dokpri)

 

Di ujung bulan Ramadhan 1439 Hijriyah tak pernah menyangka harus pulang kampung lebih cepat dari jadwal semula, setelah mengajukan jadwal cuti ke kepala gudang di mana Mang Admin bekerja, akhirnya Jum’at sore pasca waktu Isya berangkat menuju kampung halaman di daerah Kuningan. Harus segera tiba karena kakak tertua di rawat di RSUD Linggarjati Kuningan.

Tak pelak lagi secara bergiliran menjaga kakak tertua Mang Admin, udara yang dingin dengan suhu 22 derajat selsius. Meski sedikit lelah namun tetap harus menjaga keberadaan kakak yang sedang di rawat. Angin malam terasa menusuk tulung dan tidur pun dengan posisi asal ngegeletak sesekali terbangun. Menjaga orang sakit meski bergiliran namun tetap saja terasa letih.

Yup seusai makan sahur dan menunggu waktu adzan shubuh. Angin bertiup cukup kencang dan sudah waktunya untuk menunaikan sholat shubuh, menuju arah pinggir dari RSUD, terlihat bangunan masjid dan juga sebuah ruangan di cor semen dengan peneduh berupa tiang tiang besi berwarna biru. Dan inilah masjid yang di kunjungi Mang Admin, masjid bernama Al Muttaqin yang berada satu komplek dengan RSUD Linggarjati yang terletak di Jalan Raya Bandorasa Wetan Nomor 36 Cilimus, Kuningan Jawa Barat.

Tempat wudlhu pria(dokpri)

Suasana tidak begitu ramai, masjid Al Muttaqin tidaklah terlalu besar namun cukup resik dan juga terawat, tempat wudlunya juga bersih dan toiletnya apik, ruangan masjid cukup menampung beberapa shaf sholat dengan alas karpet berwarna merah dan di lengkapi tirai biru untuk pemisah shaf perempuan dan laki laki, di sisi masjid terdapat ruang tambahan yang mungkin di gunakan untuk sholat Jum’at. Ditempat imam terdapat mimbar dengan motif kaligrafi dan di percantik warna hitam sehingga tampak elegant.

Bersiap untuk melaksanakan sholat shubuh(dokpri)

Papan pengumuman memuat kegiatan bulan ramadhan, ada list untuk imam tarawih yang di tulis lengkap mulai dari hari pertama hingga usainya bulan suci ramadhan 1439 Hijriyah. Ada juga jadwal muadzin untuk sholat Jum’at. Dari papan pengumuman Mang Admin mendapatkan info tentang jadwal kegiatan ceramah agama dengan pengisi materi oleh para pejabat RSUD Linggarjati.

Iqomah berkumandang penanda sholat Shubuh akan segera di laksanakan, tak banyak jamaa yang hadir, namun dua shaf sholat shubuh. Sang Imam membacakan surat dengan nada yang tartil, sesekali terasa angin menyapa di antara pintu yang terbuka, sholat shubuh di Al Muttaqin dalam suasana Ramadhan.

Seusai sholat, mengamati kembali bangunan masjid dan kemudian berlalu, setelah itu menuju parkiran motor, di antara udara dingin pagi hari, roda dua melaju menuju rumah, Suasana jalan masih sepi dari lalu lalang. Al Muttaqin dan juga RSUD Linggarjati akan selalu lekat dalam ingatan, kenangan tentang dinginnya air wudlu seakan memegang air es, tiupan angin di pagi hari seakan memaksa tubuh untuk merapatkan jaket agar tak menggigil kedinginan.

Beberapa jam setelah shubuh berlalu, kakak tertua Mang Admin mengalami perubahan dalam hidupanya, salah satu kakinya harus di amputasi. Sebuah keputusan yang berat namun harus terjadi, hidup memang selalu penuh dengan drama, kejutan baik yang menyenangkan ataupun hal yang pahit sekalipun. Di bulan suci ramadhan 1439 Hijriyah ini pula, kakak Mang Admin harus legowo kehilangan telapak kakinya.

Tak terperi sedih terasa namun hidup tentunya terus berjalan dan semoga ini menjadi satu hal yang patut kita renungkan, jangan kan satu kaki, nyawa pun sebenarnya bisa sewaktu waktu bisa di ambil oleh sang pemilik kehidupan, Semangat ya Kak mesti memang kenyataan begitu terasa pilu.

Singgah Di Masjid At-Taqwa Komplek Balaikota Bogor

Masjid At Taqwa di komplek balaikota Bogor(dokpri)

 

Rehat beberapa jenak dalam perjalanan mengitari kota bogor untuk berburu tempat tempat bersejarah dan juga menyusuri bangunan ikonik yang berada di kota hujan Bogor. Suasana siang hari di bulan ramadhan meski panas tak terasa terik namun cukup menguras keringat rupanya, setelah berada di halaman gereja Katedral, kaki pun melangkah menuju komplek perkantoran balaikota Bogor, karena saat libur nasional di penghuung bulan Mei maka suasana balaikota terlihat agak lenggang meski juga ada beberapa satpol PP yang sedang berjaga.

Menuju ke arah dalam melewati beberapa gedung, tiba di tempat tujuan yakni masjid At-Taqwa untuk menunaikan sholat Dzuhur. Seperti biasa Mang Admin saat singgah ke masjid, pasti deh ngepoin suasana masjid, ornamen bangunan, tempat wudhlu dan pernak pernik kegiatan yang di lakukan DKM. Masjid At Taqwa bisa di sebut sebagai titik sentral dari kegiatan kerohanian di lingkungan Balaikota, apalagi di bulan suci seperti sekarang ini dan masjid At Taqwa menyelenggarakan 6 kegiatan rutin di laksanakan setiap hari.

Seperti umumnya masjid di Indonesia yang mempunyai bedug(dokpri)

Ada kegiatan kultum, sholat dzuhur berjamaah, buka bersama,penyediaan takjil, sholat tarawih dan juga pengumpulan zakat. Cukup banyak ya kegiatan selama bulan ramadhan. Nah tak lupa nih Mang Admin pula keliling keliling masjid yang memiliki dua lantai ini, ke tempat wudlhu pria yang di dominasi keramik warna putih, areal toilet dan juga tempat wudhlunya cukup bersih, jalan menuju tempat wudhlu dengan masjid harus melalui beberapa undakan.

Tempat mengambil air wudhlu masjid At Taqwa(dokpri)

Lantai masjid di lapisi karpet warna merah dan pembatas shaf warna krem, ada juga tirai untuk membatasi jamaah pria dan dan wanita. Untuk dinding masjid bagian dalam di cat warna krem, beberapa AC terpasang di masjid, penerangan siang hari di masjid ini cukup terang karena memiliki jendela kaca yang di desain lebar, dinding masjid di lengkapi looster untuk ventilasi udara. Di bagian tiang penyangga terdapat ornamen kaligrafi.

Suasana masjid At Taqwa dengan jamaah yang siap melaksanakan sholat(dokpri)

Di depan teras masjid terdapat sebuah beduk dengan tulisan “Masjid AT TAQWA Balai Kota Bogor, bagian tepi masjid dan juga depan di pagari dengan pagar galvanis. Oh iya Masjid At Taqwa pun peduli dengan kaum mudanya lho, ada agenda untuk kaum milenia ini yakni Sanlat Sehati Ke 4 yang di selenggarakan dari tanggal 4-8 Juni 2018 dengan program kegiatan seperti Tahfiz, Kajian Siroh, Lomba Da’i Mandiri, Santunan dan juga Buka Puasa.

Suasana pelaksanaan kegiatan bulan puasa di masjid At Taqwa ternyata cukup padat ya, beruntung Mang Admin singgah ke sini dan bisa sholat dzuhur. Sejarah balaikota Bogor memang cukup panjang, dulu banget nama Bogor adalah Buitenzorg yang memiliki makna harfiah “Tanpa Kecemasan”. Balaikota Bogor di bangun pada tahun 1868 dengan nama awal gedung yaitu Societat, tempat kumpulnya kalangan sosialita nyonya dan tuan Belanda yang dahulu menjajah nusantara.

Semoga saja kehadiran masjid At Taqwa di lingkungan balaikota Bogor menjadi oase bagi para PNS yang bekerja agar lebih bertakwa, bekerja dengan keikhlasan dan melayani masyarakat kota Bogor dengan hati. Sebuah masjid sebenarnya bukan melulu tempat ibadah formal harian, namun menjadi pusat peradaban bagi kalangan muslim, Semoga kehadiran masjid At Taqwa dengan segala kajian yang ada di dalamnya menjadi pemandu rohani agar aparatur sipil tetap bekerja optimal.

Dan juga jamaah masjid akan tetap melimpah meski bulan ramadhan nantinya berlalu, senang pernah berada di masjid At Taqwa di komplek balaikota Bogor, tunggu jelajah Mang Admin di masjid masjid lainnya.

Satu Senja Bulan Ramadhan Di Masjid Riyadush Sholihin Kebun Raya Residence Bogor

Jamaah yang usai melaksanakan sholat Ashar di Masjid Riyadush Sholihin(dokpri)

 

Terdengar nyaring suara adzan bergema saat angkot baru saja sampai di sebuah rumah yang terletak di perumahan Kebun Raya Residence Bogor, beberapa jenak istirahat dan meminta izin ke si empunya rumah untuk menuju sumber suara adzan mengalun syahdu. Berjalan menapaki aspal perumahan yang terlihat mulus dan juga kanan kiri tanaman yang terlihat rindang. Beberapa meter kemudian belok kanan dan menuju ke sebuah taman kanak kanak Safinah.

Bagian samping masjid yang menuju akses tempat wudhlu(dokpri)

Ada undakan dari semen untuk jalan penghubung antara TK dan masjid, lurus sedikit dan belok kanan terdapat tempat wudhlu pria. Pemisahan letak tempat wudhlu pria dan wanita, ada jalur penghubung menuju ke dalam masjid. Tiba di dalam udara terasa seju, maklumlah air conditioner dan juga kipas angin terpasang di setiap pojok masjid, ada jam elektronik penanda waktu sholat, ruangan imam beserta mimbar, karpet berwarna hijau tergelar menambah asri tempat sholat.

Halaman depan masjid yang memiliki multi fungsi(dokpri)

Kumandang iqomah menghentikan pengamatan Mang Admin. Hening dalam suasana syahdu sholat Ashar, suasana Ramadhan terlihat di masjid ini. Beberapa jamaah memilih membaca Quran seusai sholat jam’ah. Mang Admin mengitari masjid untuk sekedar ingin tahu bagaimana masjid Riyadhush Sholihin mengadakan beberapa kegiatan untuk syiar Islam ini. Masjid yang terletak di Jalan Mahoni Raya E 26  Kebun Raya Residence ini sepertinya di konsep sebagai tempat dengan titik tengah dari rumah rumah warga, dengan letak lebih tinggi di banding rumah sekitar, ada beberapa undakan untuk menuju ke masjid.

Jam elektronik penunjuk waktu sholat(dokpri)

Telihat papan pengumuman masjid dengan kegiatan yang akan di adakan dan juga kegiatan kegiatan di masjid lain yang tertempel di mading kaca masjid Riyadush Sholihin. Halaman masjid terpasang paving block dengan di lengkapi tenda, mungkin di pergunakan untuk jamaah sholat tarawih. Bentuk pintu masuk baik samping kiri dan kanan di hiasi ornamen segi delapan dengan dua daun pintu, untuk motif keramik luar terpasang warna coklat muda dan dinding luar berwarna cream.

Nah pas waktu Maghrib ini nih yang seru, DKM masjid menyediakan takjil kepada jamaah yang hadir, selain itu juga mereka pun membagikan nasi box untuk para pengunjung masjid yang mungkin nggak sempat berbuka di rumah. Suasana Ramadhan memang selalu spesial, beruntung bisa mengamati masjid yang nyaman ini, meski hanya kunjungan singkat dan menumpang sholat Ashar dan Maghrib namun kesannya begitu luar biasa.

Yuk kita terus jaga masjid, dan memakmurkannya dengan cara sholat berjama’ah dan bukankah sholat berjama’ah mendapatkan 27 x lipat ganjaran di bandingkan sholat sendirian. Semoga warga perumahan Kebun Raya Residence bisa terus menjaga kedamaian baik di lingkungan masjid atau pun dengan para warga yang bukan beragama Islam. Sejenak menikmati gaya arsitektur masjid Riyadush Sholihin dan duduk selonjoran di atas karpet hijau yang tebal.

Yup jika pengen berkunjung ke tempat ini, masjid Riyadush Sholihin, cari saja perumahan Kebun Raya Residence, dengan akses jalan perumahan yang nggak rumit, masjid ini bisa dengan mudah di cari, atau kalau masih ragu lebih baik nanyain ke petugas sekuriti yang berjaga di pintu gerbang perumahan. Yuk ah udahan dulu cerita kunjungan Mang Admin ke masjid yang berada di perumahan Kebun Raya Residence. Lain kali Mang Admin ceritain juga keunikan masjid masjid yang ada di Indonesia dan mungkin dunia, itu sih Mang Admin ngarep banget deh hehe. Oke dan sampai jumpa di masjid berikutnya, salam jalan jalan dan makan.

Pizza Hut Gatot Subroto Pilihan Tempat Berbuka Untuk Keluarga

Mbak kasir sedang serius bekerja(dokpri)

 

Masih puasa dong?Alhamdulillah masih bisa berpuasa di buan ramadhan tahun ini dan semoga kita semua di lancarkan untuk menjalankan ibadah puasa hingga tuntas nanti. Kali ini Mang Admin mau cerita nih saat beberapa hari lalu buka puasa yang bertempat di kawasan jalan Gatot Subroto Kavling 1000 RT 10 RW 11, Pancoran-Jakarta Selatan  yang deket All Fresh lho, tampilan dari luar sih gedungnya terlihat unik dengan ornamen kaca warna warni, udah masuk ke dalam malah tambah seru lagi, dominasi dinding warna putih dan juga meja meja warna senada dan di tata dengan apik semakin mengesankan bahwa tempat ini memang di desain untuk tempat makan keluarga.

Lantai dasar yang meriah dengan suasana ultah(dokpri)

 

Di lantai atas ada juga ruangan dengan batas sekat yang terbuat dari kaca, tangga menuju lantai atas di dindingnya terbingkai figura ukuran jumbo yang berisi daftar menu dari Pizza Hut, mulai daftar minuman seperti lime juice/squash, Milkshake, Italian soda, Coffe Latte, Cappucino, Sparkling Tea dan lain lain. Ada juga beragam pizza yang bisa di pesan serta pasta yang ada di Pizza Hut.

Menu pilihan Mang Admin, baso daging sapinya lumer bingit(dokpri)

Berhubung saat Mang Admin mau bukber,  saat yang sama ada perayaan ulang tahun  dengan suasana yang begitu meriah dan juga rame banget euy maka lantai dasar di gunakan untuk keriaan acara, akhirnya memilih tempat di lantai atas. Dari ketinggian gedung Pizza Hut Gatot Subroto terlihat kesibukan jalanan ibu kota, oh iya Pizza Hut Gatsu ini sangat mudah di temukan deh, kalau dari halte busway Pancoran Barat mah tinggal jalan aja atau bisa juga naek ojek online.

Pizza dengan pinggiran roti yang renyah(dokpri)

Mang Admin mau cerita tentang makanan apa aja sih yang di pesan bersama teman teman, yup pilihannya yakni Meatballs-Beef Mushroom Sauce. Campuran bola daging saping yang rasanya krenyes dan lembut di lidah dan di siram dengan saus daging sapi cincang dan jamur,njier dah “baso” nya terasa lembut di lidah dan aroma daging sapi kerasa banget bro, di lengkapi potongan wortel dan menu ini di banderol 40 ribu bro. Untuk minumnya Mang Admin memilih Orange Juice.

Kesegaran Orange Juice yang juara deh(dokpri)

Sebenarnya banyak banget sih menu menu di Pizza Hut Gatsu semisal Garlic Bread yang di banderol 22k per 8 potong, roti panggang dengan bumbu bawang putih cincang. Choco Puff harganya 33k per 5 potong. Kalau kamu pengen menu nasi bisa tuh pilih juga Black Pepper Chicken yang merupakan nasi dengan potongan ayam yang di siram dengan saus lada hitam dan taburan wijen.

Namanya juga Pizza Hut dan so pasti yang kerennya sih Pizza dong, menu terbaru adalah Splitza yang memiliki keunikan dengan 1 pizza tapi 2 topping euy, pilihan toppingnya Super Supreme, Super Supreme Chicken Meat Lover, American Favourite serta Deluxe Cheese. Harganya mulai 87 ribuan.

Buka Barengnya Di Masjid Al Hikmah Tambun

Bocah bocah yang berbahagia saat bukber di Masjid Al Hikmah(dokpri)

 

Udah separuh Ramadhan kita lalui bersama, masih kuat berpuasa dong? Alhamdulillah sih bisa tahan lapar dan haus meski saat ini telah dua pekan menjalankan ibadah shaum di bulan ramadhan. Nggak ke goda dengan warteg yang di tutup gorden dong hihi, semoga kita bisa mengkhatamkan puasa hingga tuntas dan merayakan hari kemenangan di bulan Syawal dengan hati yang bersih, amin.

Kali ini Mang Admin mau cerita cerita tentang bukber nih, iya buka bareng gitu deh. Sejak hari pertama ramadhan telah banyak masjid masjid mengadakan event bukber ini, dan inilah satu hal yang patut kita apresiasi terhadam Dewan Kemakmuran Masjid yang mampu menyelenggarakan bukber, bagaimana pun kita mesti bersyukur lho ternyata sesama muslim saling peduli. Karena tidak semua orang bisa merayakan buka bersama dengan keluarga di rumah masing masing.

Suasana di dalam masjid, tetap adem di rumah ALLAH(dokpri)

Mang admin pun begitu, karena satu hal dan ini bagian dari tugas kerjaan maka untuk beberapa waktu harus berbuka puasa bukan di rumah, shift 2 saat bekerja akhirnya membawa Mang Admin untuk ikutan bukber di masjid Al Hikmah, yup masjid ini memang rutin mengadakan bukber di setiap bulan suci ramadhan. Karena lokasinya memang berdekatan dengan tempat kerja, ya udah sekalian aja bukber di sini terus jika sedang bekerja shift 2.

Para pengurus masjid Al Hikmah sangat ramah dengan orang orang yang mau berbuka di ini masjid lho, dan kita pun nyaman ketika berada di masjid yang terletak di Kampung Legon Tambun Selatan. Beberapa bocah juga banyak yang menyempatkan untuk buka bersama, yang lucunya ada juga bocah yang nggak puasa ikut ikutan buka, tapi paling sering mah yang nggak puasa di ledekin dengan sesama temannya.

Lima menit menjelang buka puasa di adakann do’a bersama, semoga yang menyumbang penganan untuk berbuka di limpahkan rezeki halal, detik detik terus berlalu dan akhirnya waktu Maghrib yang di tunggu pun seiring beduk di pukul dan kumandang adzan terdengar. Maka tak tertolaklah penganan berbuka puasa, ada kurma, aneka gorengan yang tak pernah ketinggalan di sajikan. Gorengan menjadi hidangan favorit saat berbuka, ada juga kolak, es cendol, kue kue, teh manis serta air mineral dalam kemasan.

Bersiap melaksanakan sholat Maghrib berjamaah(dokpri)

Bukber di Al Hikmah banyak di ikuti oleh karyawan karyawan seputar masjid, maklum deh karena masjid Al Hikmah berdiri di antara pabrik pabrik dan juga gudang yang ada di sekitaran Kampung Legon. Bukber di Al Hikmah banyak memberikan kesan yang menyenangkan, meski tak bisa berbuka di rumah, namun saudara seiman ini mampu memberikan kesejukan di saat bulan ramadhan.

Seusai berbuka di lanjut dengan pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah, inilah sebuah bukti bahwa merajut ukhwah di mulai dengan hal hal yang sederhana seperti buka bersama, semoga keberkahan ini terus di lakukan. Nah kamu kamu pasti punya cerita seru dong seputar bukber ramadhan tahun ini, Mang Admin mah cerita aja seputar bukber di masjid Al Hikmah dan semoga bermanfaat bagi pembaca blog jalandanmakanseru.com

Tunggu cerita cerita lain di blog ini, karena akan ada banyak cerita cerita unik, lucu dan ngegemesin lainnya lho, pantengin aja blog kesayangan kita bersama karena memang Mang Admin suka jalan jalan dan makan makan hehehe. Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan, semoga keberkahan untuk kita semua, amiin.

Ngabuburit Seraya Bernostalgia Dengan Perjuangan Diplomasi Di Gedung Perundingan Linggarjati

Di sinilah ruangan dimana perundingan Linggarjati di lakukan(dokpri)

 

Bulan Ramadhan meski indentik dengan keadaan perut lapar dan juga rasa haus yang menyergap di karenakan tidak adanya asupan makanan dan minuman ke dalam tubuh selama 12 jam lebih, bukan berarti alasan pembenaran untuk bermalas malasan dan nggak ngelakuin hal yang positif, dari pada mikirin laper melulu lebih baik kita jalan jalan yuk, siapa tahu ada pengalaman baru yang di dapat dan tahu tahu eh waktu berbuka tiba. Mau dong ngabuburit ke tempat yang bersejarah, itung itung nambah ilmu dan nambah rasa nasionalisme kita yang saat ini kerap di tuding udah mulai luntur.

Jalan jalan kita di Ramadan 2018 yakni menjelajah tempat wisata di daerah Kuningan Jawa Barat yang memiliki tempat  yang di lindungi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, termpat itu adalah Gedung Perundingan Linggarjati yang terletak di desa Linggarjati, kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan Jawa Barat.Letaknya yang berdekatan dengan Gunung Ciremai dan memiliki ketinggian 400 meter diatas permukaan air laut.

Tentu saja kita di manjakan dengan suasana sejuk yang begitu menggoda, gedung ini pernah mengalami beberapa alih fungsi. Mulai dari sebuah gubuk milik seorang janda bernama di tahun 1918, di ubah menjadi bangunan oleh warga Belanda di tahun 1921, berpindah kepemilikan di tahun 1930 sebagai tempat tinggal Johannes Van Os, merubah fungsi menjadi hotel di tahun 1935, di kuasai penjajah Jepang, pasca Indonesia merdeka kepemilikan pun di ubah dan berganti nama menjadi hotel Merdeka.

Tempat pertemuan Bung Karno Dengan Lord Killearn(dokpri)

Pada saat tahun 1946 inilah hotel Merdeka menjadi tempat perundingan Linggarjati yang membuat tempat ini sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Setelah mengalami beberapa kali fungsi pemakaian hingga akhirnya tempat ini di tetapkan sebagai museum pada tahun 1976 hingga sekarang.

Memotret Kerennya Perjuangan Diplomasi Untuk Pengakuan Kemerdekaan

Tempat bersejarah yang dilindungi Undang Undang(dokpri)

Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, di tanggal penanggalan Hijriyah saat itu adalah tanggal 9 Ramadhan 1364 H, di hari Jum’at bulan puasa. Soekarno Hatta mengucapkan proklamasi yang membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah, spirit Ramadhan semestinya api penyemangat bagi kita semua di tahun ini. Dapat di bayangkan betapa para pemimpin bangsa merumuskan kemerdekaan pada bulan suci di saat rasa haus dan lapar mendera namun mereka tetap istiqomah. Masa zaman now malah puasanya seakan menjadi beban, tentu kita tidak ingin seperti itu bukan?

kamar delegasi Belanda ketika menginap saat perundingan(dokpri)

Di Museum Perundingan Linggarjati ada gambaran perjuangan dari para diplomat ulung bangsa ini agar eksistensi Republik Indonesia terus terjaga, delegasi Indonesia di pimpin oleh Sutan Syahrir dengan di dampingi anggota yakni Mr Soetanto Tirtoprodjo, DR A.K.Gani dan Mr Moehammad Roem. Sedangkan delegasi Belanda di pimpin oleh Prof.Mr Shermerhorn dan di dampingi anggota yakni DR Van Mook, Mr Van Pool, dan Dr F.D Boer. Untuk mediator perundingan adalah Lord Killearn seorang berkebangsaan Inggris.

Maket suasana perundingan(dokpri)

Gedung perundingan Linggarjati seakan memutar kembali nostalgia kita di tahun 40an, suasan meseum yang di desain dengan atmosfir perundingan memberikan nuansa pencerahan betapa perjuangan para diplomat Indonesia sesungguhnya tak kalah berat dengan para pejuang yang berlaga di medan pertempuran. Ada beberapa ruangan yang menceritakan tentang detail perundingan, jumlah delegasi Belanda dan Indonesia saat perundingan, ruangan kamar yang di pakai menginap oleh delegasi Belanda.

Ada juga sebuah ruangan yang pernah di pakai si Bung Besar, presiden Republik Indonesia pertama Ir Soekarno saat berbincang dengan Lord Killearn. Mengitari luas bangunan museum Perundingan Linggarjati dengan area 24.500 meter persegi begitu mengasyikan, lapar pun beberapa jenak terlupakan, belum lagi pemandangan di luar gedung yang di tata apik dengan deretan pohon rindang yang memanjakan mata untuk memandangnya.

Adapun hasil dari perundingan yang di laksanakan pada tanggal 10-15 November 1946 dan di tanda tangani di Jakarta pada tanggal 25 Maret 1947. Ada 17 pasal dan 1 pasal penutup dalam perjanjian Linggarjati, dan hasil dari perundingan Linggarjati adalah Belanda mengakui de facto wilayah RI meliputi Jawa, Sumatera dan Madura. Belanda harus meninggalkan RI paling lambat 1 Januari 1949.

Pihak Belanda dan RI bersepakat membentuk Republik Indonesia Serikat, RIS harus bergabung sebagai persemakmuran dan negeri Belanda sebagai kepala uni. Kesepakatan ini memang seakan merugikan posisi Indonesia tapi ternyata Belanda pula yang melanggar isi kesepakatan dengan agresi militer I di tahun 1947.

Ngabuburit Makin Seru Dengan Berburu Kuliner Kekinian Yang Lagi Ngehit Di Kuningan

Oleh oleh khas Kuningan, Tape ketan bungkus daun jambu dalam kemasan ember(dokpri)

Selain mempunyai hawa yang sejuk, daerah Kuningan memiliki aneka kuliner yang patut di cobain deh, tapi jangan siang siang ya hehehe nanti batal lho. Kuliner yang ngetop di Kuningan adalah Tape Ketan yang di bungkus daun jambu, dan uniknya wadah yang di pakai untuk tape ketan hasil fermentasi dari beras ketan ini berupa ember, di sekitaran Linggarjati dan jalan utama Cirebon-Kuningan, tempat oleh oleh khas banyak menyediakan penganan yang satu ini.

Jangan lupa bila kepengen membawa oleh oleh ini, di perkiraan juga kematangan dari tape ketan, sehingga bisa di konsumsi dengan cita rasa yang tak terlupakan, ada manis manisnya gitu dengan kesegaran rasa yang tak terlupakan. Saat ini oleh oleh tape ketan menjadi kuliner andalan Kuningan dan tentu saja mendongkrak penghasilan usaha kecil dan menengah.

Oleh oleh yang bisa di bawa selain tape ketan daun jambu adalah jeruk nipis peras, nah ini juga perlu di coba lho, jeruk nipis yang memiliki kandungan nutrisi vitamin C dan merupakan antioksidan yang baik untuk kesehatan, jeruk nipis peras tersedia dalam kemasan yang siap minum dan juga berupa sirup, kalau mampir ke Kuningan jangan lupa oleh oleh jeruk nipis peras ya.

Kuliner legend lainnya yang ada di Kuningan adalah kupat tahu atau hucap, sebuah penganan yang terbuat dari ketupat dan juga tahu dan di sertai bumbu kacang di tambah kecap, kupat tahu Kuningan memang bener bener enaknya pol lho.

Menjadikan Museum Perundingan Linggarjati Sebagai Kawasan Eduwisata

Sebagai negara yang pantang menyerah dan pemberani, Indonesia memiliki tempat tempat bersejarah yang tersebar di seluruh nusantara, penjajah Belanda yang maruk membuat perlawanan mengenyahkan penindasan di atas dunia terus di kobarkan, aura perlawanan rakyat Indonesia begitu banyak dan kini menjadi situs cagar budaya termasuk gedung perundingan Linggarjati.

Sambil berpuasa dan menikmati pesonaramadan2018 di gedung perundingan Linggarjati, sebuah renungan yang patut kita kaji kembali, bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia begitu berdarah darah, baik perjuangan fisik dengan memanggul senjata ataupun di meja perundingan adalah ikhtiar hebat yang membuat Indonesia seperti sekarang ini, sudah saatnya kita merawat tempat tempat bersejarah, sangat pantas memang bila museum perundingan Linggarjati menjadi kawasan Eduwisata sebuah kawasan yang berkonsep edukasi sejarah dan dipadukan dengan destinasi wisata unggulan. Dari beberapa fragmen maket yang ada di gedung perundingan, tergambar betapa pentingnya moment perundingan tersebut untuk masa depan bangsa kita.

Dan generasi sekarang perlu tahu bahwa memang harga kemerdekaan begitu mahal, rasanya sangat sayang saja persatuan yang telah di rajut dengan susah payah oleh bapak pendiri bangsa malah terkoyak koyak oleh hoaks di zaman kini. Berkunjung ke gedung perundingan Linggarjati semakin membuka cakrawala berpikir kita untuk lebih mencintai tanah air Indonesia.

Mensinergikan Gedung Perundingan Linggarjati Dengan Tempat Wisata Lainnya Yang Ada Di Kuningan

Tempat wisata di Kuningan begitu banyak, apalagi saat ini tempat wisata kekinian terus muncul di daerah Kuningan, dengan lokasi yang sangat mudah terjangkau dan juga ongkos transportnya nggak terlalu mahal, gedung perundingan Linggarjati ramai di kunjungi. Jangan lupa di sekitaran gedung perundingan ada tempat tempat yang perlu di kunjungi juga lho, sperti pemandian alami air panas di Sangkanhurip, Ghifari Valley, Curug Sidomba hingga hutan wisata Talaga Remis.

Dengan adanya sinergi antar tempat wisata yang mengedepankan aksi aksi memikat dan juga atraksi yang keren sehingga pengunjung pun merasa betah berada di Kuningan dalam jangka waktu yang relatif lama sehingga penghasilan daerah dari sektor pariwisata pun terdongkrak. Selain itu Kuningan di untungkan dengan di bukanya Bandara Internasional Jawa Barat di Majalengka yang relatif dekat dengan posisi kabupaten Kuningan.

Semoga saja daerah Kuningan akan menjadi tempat wisata kekinian dan mampu merebut hati para pelancong baik domestik maupun mancanegara, karena pancaran keindahan wilayah Kuningan belum tereksplor sepenuhnya, semoga spirit bulan ramadhan membuka amunisi untuk menggiatkan terus potensi pariwisata Kuningan, saatnya ngabuburit ke Kuningan dan temukan tempat tempat terbaik untuk menikmati ramadhan nan syahdu di Kuningan.

Uniknya Stasiun Citeras, Dua langkah Dari Peron Langsung Toilet

Suasana Stasiun Citeras saat admin berada di sana(dokpri)

 

“Dari stasiun Citeras naik angkot, paling lima belas menit juga nyampe kok ke rumah aku.”

Sepenggal percakapan via telepon dengan seorang teman SMA saat admin berada di Commuter Line ketika menanyakan alamat yang di tuju, dan akhirnya tahu juga nih stasiun Citeras. Jujur inilah stasiun terjauh yang pernah admin tuju dalam perjalanan Commuter line. Sebuah stasiun yang menjadi salah satu dari beberapa stasiun dari rute Tanah Abang Rangkas Bitung. Ini juga stasiun yang merupakan stasiun terakhir menuju Rangkas Bitung.

Renovasi untuk mempercantik interior dan peron stasiun Citeras(dokpri)

Saat admin menjejakan kaki di stasiun, suasana renovasi begitu terasa, ruang peron, interior stasiun dan segala pernik penunjang stasiun dalam perbaikan. Yup stasiun yang terletak di Kabupaten Lebak ini termasuk stasiun dengan ukuran kecil, dengan jumlah jalur 3 buah, konon kabarnya stasiun ini efektif di gunakan untuk KRL mulai tanggal 1 April 2017. Dengan hadirnya Commuter Line hingga ke Rangkas Bitung membuat stasiun mungil ini pun kelimpahan penumpang baik untuk naik maupun turun.

Penumpang menuju pintu keluar di stasiun Citeras(dokpri)

Yang unik dari stasiun ini adalah dekatnya peron dengan toilet, jika dari arah menuju Rangkas Bitung ketika kereta pintunya terbuka dan ciluk ba, kita bisa langsung menemukan toilet lho, Cuma dua langkah dari peron maka langsung bertemu dengan toilet, untuk penumpang yang suka beser alias nggak kuat lama nahan pipis mungkin ini satu hal yang menjadi kabar baik.

Commuter Line berhenti untuk menaik dan turunkan penumpang stasiun Citeras(dokpri)

Toilet stasiun Citeras meski nggak luas namun bersih dan terawat, untuk hal ini kita patut angkat topi dengan pihak PT Kereta Commuter Indonesia yang terus berkomitmen untuk melakukan pelayanan prima dan salah satu yang paling terasa adalah perbaikan layanan berupa toilet bersih dan bisa di pergunakan penumpang secara gratis lho

Akses menuju stasiun kereta melalui jalan berbatu, ada baiknya pihak terkait bisa membenahi jalan masuk stasiun, saat admin melintas, ruas jalan yang menuju stasiun terlihat berdebu dan juga nggak bisa di bilang bagus, mungkin kalau hujan turun, jalanan becek karena tanah merah terlihat di kanan kiri jalan. Dengan adanya perbaikan untuk akses menuju stasiun akan banyak membantu penumpang kereta commuter line.

Untuk crew di dalam stasiun cukup respon ketika admin bertanya tentang angkot di sekitaran stasiun yang menuju Harendong. Ternyata ada juga lho, selain tentunya babang babang ojek. Semoga saja ke depannya stasiun Citeras akan lebih baik lagi dan menjadi sebuah stasiun yang nyaman untuk di gunakan. Semoga saja dengan adanya renovasi di stasiun Citeras akan memberi dampak positif berupa kenyamanan penumpang.

Meski kecil ternyata stasiun Citeras cukup penting dengan arus Commuter Line baik dari arah Rangkas Bitung maupun Tanah Abang, nah bagi kamu yang penasaran dengan keberadaan stasiun ini, sekali jalan jalan lah ke sini, dari Tanah Abang pilih jurusan ke Rangkas Bitung, sepanjang perjalanan menuju stasiun ini, akan di suguhi pemandangan hamparan pesawahan dan lanskap bebukitan hijau yang masih banyak penggembala kerbau, sebuah pemandangan keren lho untuk anak kota yang sudah jarang melihat pemandangan seperti ini.Nah itulah cerita admin tentang stasiun Citerah, beruntung bisa nyambangi ini stasiun karena ada acara reunian nih dengan teman teman SMA, tunggu cerita admin berikutnya dengan suasana stasiun lainnya ya, pokoknya pantengin aja di web jalandanmakanseru.com deh. Sampai jumpa di cerita stasiun lainnya ya, salam.

Nggak Perlu Nunggu PRJ Jika Mau Ngejajal Rasa Legend Kerak Telor

Bahan baku untuk bikin kerak telor(dokpri)

     

 Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair selalu untuk seru seruan melihat produk terbaru mulai dari elektronik, otomotif, fashion dan ragam produk yang menarik lainnya, di sela sela acara hadir pula sebuah penganan yang legend banget deh, tahu dong apa itu? Yups Kerak Telor memang khas banget sebagai jajanan Betawi. Dan nggak lengkap bila ke Jakarta atau daerah Jabodetabek deh bila belum nyicipin kuliner yang krenyes krenyes ini. Nah soal kerak telor ini punya cerita yang rasanya perlu di bagi bagi di blog tercinta ini.

Ternyata meski tempat admin jauh dari Kemayoran di mana biasanya PRJ di helat tiap tahun untuk memperingati hari jadi kota Jakarta. Pastinya dengan adanya event seru yang salah satunya dengan hadirnya banyak penjual kerak telor. Tenang nggak perlu was was nunggu lama lama, ternyata di sekitaran Cikarang pun kini ada beberapa penjual kerak telor yang mangkal lho.

Serius bikin kerak telor, fokus ya Bang hehe(dokpri)

Mereka mangkal bila sore telah menyapa di sekitaran Jalan Ki Hajar Dewantara, Pilar-Sukatani. Di seputaran dimana SMPN 3 Cikarang Utara berada. Nah keberadaan mereka cukup di kenali karena pikulan yang mereka bawa khas banget deh. Dengan penerangan lampu LED dan juga dua pikulan yang berupa tempat bumbu dan juga peralatan untuk membuat kerak telor. Toples toples plastik dan juga wadah merupakan bumbu untuk membuat kerak telok.

Sempat nanya ke tukang kerak telor, apa sih bahan yang di butuhkan untuk membuat kerak telor, yeay tukang kerak telor nggak pelit untuk ngasih tahu bahan apa saja agar bisa membuat kerak telor, ada beras ketan putih, telor iya sih itu mah pasti deh kan namanya aja kerak telor hehehe, ada ebi alias udang kering, parutan kelapa yang telah di sangrai, bumbu penyedap seperi merica, cabe, garam dan juga gula serta kencur juga jahe.

Ternyata setelah ngajak ngobrol ngobrol abang kerak telor, kirain mah aseli Betawi nih nggak tahu nya beliau berasal dari daerah Garut, euleuh euleuh geuning ti Sunda atuh Mang. Meski bukan Betawi aseli namun si Abang eh panggil Abang Atau Emang nih hihi, bikin kerak telornya jago juga lho, setelah meracik beragam bumbu dan juga bahan seperti telor bebek dan juga ketan putih maka jadilah kerak telor yang di liatnya juga udah bikin ngiler.

Untuk kerak telor dengan memakai telor bebek di banderol dengan harga Rp 18.000, sedangkan variasi kerak telor dengan memakai telor ayam di patok dengan harga lebih murah yakni Rp 12.000. Kerak telor di sajikan hangat hangat. Perpaduan dari ketan dan parutan kelapa terasa gurih di lidah, yang bikin mupeng adalah rasa telornya pas dan nggak terasa anyir gitu deh. Untuk rasa boleh lah kerak telor bikinan si Abang yang mangkal di sekitaran Jalan Ki Hajar Dewantara, Pilar-Sukatani. Nah kan nggak perlu nunggu lama untuk sekedar nyicipin rasa legendaris dari kuliner asal Betawi ini. Kuliner nusantara memang yahud punya nih nggak heran semua suka dengan kerak telor.

Nah ini di a tampilan kerak telornya(dokpri)

Udah dulu cerita admin tentang rasa kerak telor, nanti Insha ALLAH di ceritain juga menu nenu juara dari daerah lain ya, simak terus cita rasa Nusantara di blog jalandanmakanseru.com, yang punya info tempat asyik kulineran boleh tuh hubungi admin, nanti kita samperin deh.