Masjid Jamie Nurul Ihsan Beji, Kota Depok

Jamaah bersiap untuk melaksanakan ibadah jumatan(dokpri)

 

Sedikit tergesa Mang Admin untuk tiba di masjid terdekat, waktu menunjukan pukul sebelas empat puluh menitan, sudah mepet ke waktu sholat Jum’at, beruntung di bonceng oleh Bro Hendri yang memang orang Depok aseli dan tahu lokasi masjid yang ingin di tuju. Beberapa jamaah pun tengah bersiap, ada yang sudah duduk tenang di dalam masjid, ada yang mengerjakan sholat sunnah, ada juga yang ngantri mengambil air wudhlu. Alhamdulillah mang Admin berkesempatan menyambangi sebuah masjid di kota Depok, lebih tepatnya di daerah Beji.

Masjid ini bersebelahan dengan Plasa Telkom di Jalan Arief Rahman Hakim, letak masjidnya persis banget di tepi jalan hanya di batasi trotoar, bangunan masjid dua lantai dan ketika jamaah jumatan tak tertampung maka yang tak kebagian tempat baik itu di lantai satu dan lantai dua maka luberan jamaah di tampung di pelataran halaman plaza Telkom, namun karena halaman plaza Telkom yang dirindangi pepohonan maka terciptalah teduh dan tidak terlalu tersengat cahaya matahari.

Di dinding depan masjid, terpasang granit berwarna kecoklatan, tempat imam dan juga khotib di bentuk hiasan melengkung yang juga berwarna senada dengan dinding, ada ventilasi kaca setengah lingkaran, jam dinding dan juga jam digital sebagai penanda waktu. Tempat mimbar yang terbuat dari kayu dan di lengkapi mike serta sound system. Bangunan masjid di topang dengan beberapa pilar berbentuk segi empat dan di lapisi keramik warna kehijau hijauan, ada stiker yang tertempel dengan tulisan”Mohon matikan HP anda” di tiang sebagai warning agar terjaganya kekhusyuan saat menjalankan sholat.

 

Tangga menuju lantai dua masjid(dokpri)

 

Tangga untuk menuju lantai dua disediakan di samping masjid, undakan tangga di lengkapi pagar stainless untuk pegangan dan juga keselamatan, di bagian lantai dua, lebih banyak di isi oleh jamaah anak anak, bagaimana tempat wudhlunya, bagian penting ini ada di samping masjid dekat arah jalan raya, jadi ketika jamaah masuk dari arah jalan Arif rahman Hakim, melangkah sebentar maka tempat wudhlu pun tersedia. Dewan Kemakmuran Masjid mungkin telah mensiasatinya dengan lahan yang terbatas, sehingga jamaah bisa bersegera bersuci ketika mendatangi masjid.

Kalau di lihat dari arah jalan, masjid Nurul Ihsan ini memang tidak mempunyai halaman, pagar stainless menjadi pembatas diantara trotoar dan juga masjid, ketika jamaah ingin menuju masjid, sebaiknya lebih berhati hati karena jalur jalan Arief Rahman Hakim memang padat kendaraan yang lalu lalang dari kedua arahnya, beruntung ada beberapa orang yang berbaik hati menyeberangkan jamaah dan memberi tanda kepada pengendara agar memelankan kendaraan.

 

Jamaah yang tak tertampung di masjid, sholat di halaman Plaza Telkom(dokpri)

 

 

Sejenak rehat di Beji, dan tempat yang di kunjungi Mang Admin adalah masjid Nurul Ihsan, alhamdulillah bisa mengunjungi rumah ALLAH di kota Depok, satu pelajaran penting tentang masjid ini adalah, meski dengan lahan yang terbatas namun ternyata semangat untuk tetap beribadah bisa membuat orang orang di sekitaran Beji mewujudkan tempat ibadah, keterbatasan tanah dan lahan dapat di siasati dan terwujud jua sebuah masjid berlantai dua dan inilah yang membuat kita angkat dua jempol untuk pengurus Dewan Kemakmuran Masjid yang gigih untuk terus syiarkan agama Islam.

Mang Admin sih berdo’a agar jamaah di masjid Nurul Ihsan ini terus mengoptimalkan kekuatan ummat agar jamaah masjid tetap bersinergi dan ukhuwah Islamiyah di kawasan Beji ini tetap bersatu. Ummat Islam yang bersatu lebih baik daripada ummat yang bercerai berai, semoga masjid Nurul Ihsan menjadi mercu suar peradaban Madani bagi ummat di wilayah Beji dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *