Konsep Lesehan Rumah Makan Padang Hasan Jaya Jalan Arief Rahman Hakim

Konsep ruang lesehan yang membuat pengunjung betah(dokpri)

 

Ada anekdot tentang keberadaan rumah makan Padang, jika Bulan dan Planet Mars itu berpenghuni, sudah pasti berdiri pula yang namanya restoran Minang saking menyebarnya rumah makan Padang di pelosok pelosok, di mana pun meski di daerah terpencil, rumah makan Padang akan selalu ada, saingan terdekatnya adalah rumah makan Tegal atau yang lebih populer sebagai Warteg. Inilah kekhasan kuliner Indonesia, baik rumah makan Padang maupun Warteg mempunyai pasar tersendiri dan juga penggemar yang masing masing punya alasan khas mengapa mereka suka dengan nasi Padang atau Warteg.

Nah saat Mang Admin jalan jalan ke kota Depok, pas sudah sholat Jum’at dan akan menuju stasiun Depok, perut keroncongan, maklumlah jam makan siang nih gaes, sebelum benar benar menuju stasiun Depok Baru, mampir dahulu ke sebuah rumah makan yang terlihat apik dari luar, bersih itulah kesan pertama saat memasuki ruangan rumah makan, ada etalase kaca dengan tulisan scotlite warna merah nenyala ” M.Hasan Jaya” , beberapa piring dan mangkuk di tata sedemikian rupa, khas Minang dengan bentuk meninggi, ada Rendang, Gulai kepala ikan, Telor Balado, Ikan Goreng, Ayam Goreng, sungguh bikin selera pun menjadi jadi, jadi laper gitu lho Mang Adminnya.

Ada dua tempat yang di sediakan pemilik warung nasi Padang ini, ada yang memakai kursi lipat dengan meja, ada juga berbentuk lesehan dengan meja rendah. Terlihat di bagian lesehan ada beberapa pengunjung menikmati makan siang, akhirnya Mang Admin pun memilih di areal yang mempunyai meja dan kursi lipat, Mang Admin memesan telur dadar, perkedel serta air putih hangat, seperti biasa kalau kita memesan telur dadar, yang muncul adalah telur dadar tebal dan di goreng kering, ada siraman kuah di nasi dan juga sertakan daun singkong, perkedelnya juga tebal, puas deh pokoknya.

 

Menu pilihan Mang Admin disesuaikan dengan tanggalan(dokpri)

Sebenarnya masakan di tempat ini galibnya ya seperti rumah makan Padang pada umumnya yang menyajikan masakan masakan berkuah dan tentu saja dengan santan yang kental, yang unik adalah desain rumah makan ini berkonsep lesehan, makan sambil duduk bersila, dan menikmati hidangan dengan cara menyuap tanpa memakai sendok, langsung dari tangan, wih keren gitu deh. Enaknya sih memang makan di sini bareng bareng bersama teman, mungkin untuk kawan kawan yang menetap di sekitaran Beji, jalan Arief Rahman Hakim mengenal tempat ini, soalnya tempat ini cukup strategis lho, menuju arah stasiun Depok baru.

Tak berlama lama Mang Admin berada di tempat ini, selesai makan,istirahat sebentar lalu menghitung apa yang Mang Admin makan, dengan porsi nasi, telur dadar dan perkedel di banderol dengan harga sekitaran dua belas ribu rupiah, standard lah harganya, murmer gitu deh, cocok dengan situasi tanggal tua yang Mang Admin rasakan. Untuk yang rekomen nyari rumah makan Padang murah meriah, kayaknya RM M. Hasan Jaya bisa oke lho untuk mampir, sepertinya rumah makan ini juga menerima paket katering.

Yup begitu deh pengalaman Mang Admin saat berada di Depok dan saat makan di jam nya makan siang, murah meriah dan perut keroncongan pun jadi tenang kembali, saatnya menuju stasiun Depok Baru dan melanjutkan perjalanan menuju Bekasi, seperti biasa tetap di blog ini ya gaes, soalnya bakalan hadir tempat tempat seru yang pastinya menarik untuk di simak, bukan di blog lain lho hanya di sini, makanya mampir terus ya gaes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *