Dinginnya Swiss van Java, Garut Euy!

Abah meski berusia sepuh namun soal stamina jangan ditanya, luar biasa euy(dokpri)

 

 

Ada Paris van Java dan disandingkan dengan kota Bandung, ada juga Swiss vanJava dan yang ketiban gelar keren ini adalah kabupaten Garut, konon tadinya Garut itu berasal dari kata “kakarut” yang berarti tergores semak belukar, awal kata kakarut yang dilafalkan menjadi gagarut oleh orang Belanda, akhirnya menjadi kata Garut hingga saat ini. Yang pernah ke Garut pasti sudah merasakan hawa dingin yang rasanya ke tulang tulang, duh Mang Admin saja yang biasa di tempat panas seperti Bekasi, nginep di Garut itu tiis pisan euy. Kali ini Mang Admin mau bagi bagi pengalaman saat berada di kabupaten Garut, tentang kisah seru berada di rumah Abah.

Karena bertetangga dengan warga yang berasal dari Garut,akhirnya saya pun mengunjungi kabupaten yang terkenal dengan,domba,dodol,jeruk, sambel Cibiuk, Dorokdok alias kerupuk kulit dan hehe mantan bupati yang bernama Aceng Fikri itu,dua kali lebaran,dua kali ke Garut, terus sekali saat mengantar Mang Epul nikahan, tiga kali terperangkap dinginnya Garut yang begitu terasa.Jalan jalan ke Garut sangatlah menyenangkan walau bukan untuk berwisata ke tempat tujuan pelesiran yang banyak dikunjungi wisatawan lokal,Ke Garut berkunjung te tempat Abah di Sukawening,sebuah desa di kabupaten Garut yang memiliki kontur tanah berbukit bukit,di ujug desa di ketinggian sekitar tujuh ratus meteran diatas permukaan laut,di tempat yang lumayan mendaki itu,gunung gunung di Garut seperti sepelemparan batu,ada gunung Cikuray,terlihat juga Galunggung yang berada di Tasikmalaya,Papandayan,gunung Guntur,gunung Talaga Bodas,dengan gunung yang bejibun pantas saja Garut dingin sekali.

Menikmati suasan di Swiss van Java dengan latar gunung menghijau(dokpri)

 

 

Uniknya di tempat Abah ini, warga lokal banyak yang memelihara anjing, ternyata memelihara aning berguna untuk berburu bagong alias babi, di dekat rumah Abah memang ada sebuah bukit dengan pepohonan yang menghijau, si bagong ini kerap menggangu tanaman para petani termasuk kebunnya Abah, jadi deh berburu bagong adalah keniscayaan di tempatnya Abah, menurut Abah sih kalau pas musim berburu, suasana kampung jadi rame dengan suara anjing dan juga nguiknya si bagong yang ketakutan dengan agresifnya si guguk.

Menikmati gagahnya gunung gunung dengan lapisan awan yang seakan bisa ditimpukin, di siang hari yang panas,saatnya membuka bekal makan siang,ditanah Abah yang baru saja selesai panen jagung,dibukalah boboko tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu,ikan goreng,sayur asem,tahu tempe,dan sambal yang begitu mengguggah,makan di tengah ladang adalah sensasi yang luar biasa indahnya.dengan lanskap gunung kami pun menyantap olahan makanan dari Ambu,nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?benar benar terasa,nikmat banget karunia Allah itu,sungguh liburan yang menyenangkan.

Pace Dianto berlagak seperti petani yang akan pergi kesawah(dokpri)

 

Pantas saja di zaman dulu saat kolonialisme Belanda,ada sebutan bahwa Garut adalah Swiss Van Java,Swisnya Jawa adalah Garut,belum lagi budaya lokal dan kuliner Garut yang begitu berwarna,ada kuliner Garut yang telah melegenda apalagi kalau bukan dodol,ada juga jaket kulit Garut yang kakoncara,terkenal,ada juga tradisi adu domba yang begitu tersohor, sayangnya karena keterbatasan waktu yang dimiliki Mang Admin, nggak sempet jelajah tempat wisata di daerah Garut, banyak juga lho tempat tempat wisata di Garut, apalagi saat ini di buka juga akses kereta menuju Garut yang sempat mati suri. Selain itu lalu lintas ke Garut dari berbagai kota seperti Jakart, Bekasi atau juga Bandung, rute menuju Garut banyak tersedia. Dahulu banget pernah juga Mang Admin ke Garut, jalan jalan ke pabrik dodol, menjelajahi kota Garut dengan masjidnya, tapi sudah lama banget dan saat itu nggak sempat terdokumentasi perjalanan ke Garut, by the way memang Garut itu tempatnya asyik banget, Waaw Mang Admin jadi kangen Abah nih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *