Stasiun Tanjung Barat Meski Mungil Namun Keresikannya Tetap Terjaga

Para penumpang memasuki stasiun Tanjung Barat(dokpri)

Kali ini admin jalandanmakanseru.com menyambangi stasiun Tanjung Barat, sebuah stasiun yang berada di kelurahan Tanjung Barat, kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, ternyata stasiun ini sudah lama juga eksis lho. Di awal kemerdekaan stasiun Tanjung barat sudah beroperasi, tepatnya 17 Agustus 1947 dan di buka kembali tahun 2009, stasiun Tanjung Barat memiliki dua jalur. Kalau kita ingin menuju arah Depok atau pun Bogor maka stasiun sebelumnya adalah Lenteng Agung, sedangkan bila kita menuju Jakarta Kota, Angke atau Jatinegara maka stasiun berikutnya adalah Pasar Minggu.

Stasiun Tanjung Barat di ambil gambar saat admin turun dari Commuter Line(dokpri)

 

Satu hal yang di ingat admin nih, meski relatif bangunan di stasiun Tanjung Barat nggak semegah stasiun Manggarai misalnya namun kondisi stasiun di jaga kebersihannya, peron peron terlihat rapih dan resik, memasuki areal toilet yang melewati ruangan kepala stasiun terlihat terawat. Di tengah tengah terdapat tower. Rak sepatu berada di tepi Musholla Pria dan wanita, tempat mengambil air wudhu pun terlihat bersih dan terawat. Di peron penumpang di sediakan bangku bangku besi yang bercat oranye yang berfungsi sebagai tempat tunggu penumpang saat menanti kereta.

Areal Mushola, tempat wudhu dan toilet yang di tata resik(dokpri)

Untuk ruang interior di mana ruangan loket di batasi pagar galvanis sehingga memudahkan penumpang untuk mendapatkan antrian. Di sisi lainnya di sediakan pula anjungan tunai mandiri dari beberapa bank nasional untuk memudahkan penumpang melakukan transaksi. Selain itu stasiun Tanjung Barat memiliki pintu masuk yang terhubung dengan jembatan penyeberangan yang memungkinkan penumpang menyebrang dengan aman tanpa harus was was dengan lalu lalangĀ  kendaraan.

Desain minimalis untuk ruangan loket, lebih ringkas dan efisien(Dokpri)

Adapun rute angkutan kota yang ada di sekitaran stasiun Tanjung Barat adalah D 129 jurusan Pasar Minggu- Mekarsari. Ada juga rute Kopaja yang melayani Blok M-Depok, Pasar Minggu Srengseng Sawah dan dan Blok M Cipedak. Untuk urusan transportasi pendukung dari dan dan ke stasiun Tanjung Barat relatif mudah, dan tentu saja untuk kekinian ojek online pun tersedia, mereka biasanya mangkal di sekitaran jalan Baung atau jalan Stoplas.

Jalur keluar penumpang dengan dilengkapi petunjak lantai berwarna kuning(dokpri)

Nah cukup seru kan suasana stasiun Tanjung Barat, kalau belum jelas mungkin nanti bisa bertanya kepada petugas petugas yang berjaga mulai dari pintu masuk maupun di peron peron. Jangan lupa patuhi juga tentang batas menunggu di peron yang di tandai keramik berwarna kuning menyala dengan motif garis garis maupun strip memanjang. Stasiun Tanjung Barat pun menyediakan papan papan pengumuman dengan desain besar untuk memudahkan penumpang menuju pintu keluar ataupun di mana area parkir berada.

Jangan lupa ya karena kita bagian penumpang commuter line yang keren dan kekinian, tentu saja dahulukan penumpang yang turun, atau juga nggak boleh lupa dong buang sampah dengan tertib alias jangan buang sampah sembarangan. Nah cukup jelas kan kenapa kita harus tertib di tempat tempat publik.

Senang berada di stasiun Tanjung Barat untuk mengamati dan menjelajahi detail stasiun Tanjung Barat, semoga pengalaman admin bisa berguna untuk pembaca yang nantinya satu ketika akan berkunjung ke stasiun ini. Meski relatif stasiun Tanjung Barat ini terbilang mungil namun untuk kualitas kebersihan area perlu di acungi jempol. Salut untuk semua crew yang bertugas di stasiun Tanjung Barat yang telah bekerja keras menciptakan suasana kondusif dan juga suasana stasiun yang tertata rapi. Maju terus perkereta apian di Indonesia dan kerapihan serta kebersihannya tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *