Nggak Perlu Nunggu PRJ Jika Mau Ngejajal Rasa Legend Kerak Telor

Bahan baku untuk bikin kerak telor(dokpri)

     

 Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair selalu untuk seru seruan melihat produk terbaru mulai dari elektronik, otomotif, fashion dan ragam produk yang menarik lainnya, di sela sela acara hadir pula sebuah penganan yang legend banget deh, tahu dong apa itu? Yups Kerak Telor memang khas banget sebagai jajanan Betawi. Dan nggak lengkap bila ke Jakarta atau daerah Jabodetabek deh bila belum nyicipin kuliner yang krenyes krenyes ini. Nah soal kerak telor ini punya cerita yang rasanya perlu di bagi bagi di blog tercinta ini.

Ternyata meski tempat admin jauh dari Kemayoran di mana biasanya PRJ di helat tiap tahun untuk memperingati hari jadi kota Jakarta. Pastinya dengan adanya event seru yang salah satunya dengan hadirnya banyak penjual kerak telor. Tenang nggak perlu was was nunggu lama lama, ternyata di sekitaran Cikarang pun kini ada beberapa penjual kerak telor yang mangkal lho.

Serius bikin kerak telor, fokus ya Bang hehe(dokpri)

Mereka mangkal bila sore telah menyapa di sekitaran Jalan Ki Hajar Dewantara, Pilar-Sukatani. Di seputaran dimana SMPN 3 Cikarang Utara berada. Nah keberadaan mereka cukup di kenali karena pikulan yang mereka bawa khas banget deh. Dengan penerangan lampu LED dan juga dua pikulan yang berupa tempat bumbu dan juga peralatan untuk membuat kerak telor. Toples toples plastik dan juga wadah merupakan bumbu untuk membuat kerak telok.

Sempat nanya ke tukang kerak telor, apa sih bahan yang di butuhkan untuk membuat kerak telor, yeay tukang kerak telor nggak pelit untuk ngasih tahu bahan apa saja agar bisa membuat kerak telor, ada beras ketan putih, telor iya sih itu mah pasti deh kan namanya aja kerak telor hehehe, ada ebi alias udang kering, parutan kelapa yang telah di sangrai, bumbu penyedap seperi merica, cabe, garam dan juga gula serta kencur juga jahe.

Ternyata setelah ngajak ngobrol ngobrol abang kerak telor, kirain mah aseli Betawi nih nggak tahu nya beliau berasal dari daerah Garut, euleuh euleuh geuning ti Sunda atuh Mang. Meski bukan Betawi aseli namun si Abang eh panggil Abang Atau Emang nih hihi, bikin kerak telornya jago juga lho, setelah meracik beragam bumbu dan juga bahan seperti telor bebek dan juga ketan putih maka jadilah kerak telor yang di liatnya juga udah bikin ngiler.

Untuk kerak telor dengan memakai telor bebek di banderol dengan harga Rp 18.000, sedangkan variasi kerak telor dengan memakai telor ayam di patok dengan harga lebih murah yakni Rp 12.000. Kerak telor di sajikan hangat hangat. Perpaduan dari ketan dan parutan kelapa terasa gurih di lidah, yang bikin mupeng adalah rasa telornya pas dan nggak terasa anyir gitu deh. Untuk rasa boleh lah kerak telor bikinan si Abang yang mangkal di sekitaran Jalan Ki Hajar Dewantara, Pilar-Sukatani. Nah kan nggak perlu nunggu lama untuk sekedar nyicipin rasa legendaris dari kuliner asal Betawi ini. Kuliner nusantara memang yahud punya nih nggak heran semua suka dengan kerak telor.

Nah ini di a tampilan kerak telornya(dokpri)

Udah dulu cerita admin tentang rasa kerak telor, nanti Insha ALLAH di ceritain juga menu nenu juara dari daerah lain ya, simak terus cita rasa Nusantara di blog jalandanmakanseru.com, yang punya info tempat asyik kulineran boleh tuh hubungi admin, nanti kita samperin deh.

Singkong Keju Pakepuk Perempatan Kampung Utan Yang Empuknya Nggak Abis Abis

Gerobak Singkong Keju Pakepuk yang mangkal di perempatan Kampung Utan(dokpri)

 

Jika saya yang besarnya di era 80an dan dengerin lagu lagu Bill & Brod dengan vokalisnya selalu memakai pet dan menyanyikan lagu Singkong Dan Keju, berarti sekarang sudah tua hehe. Becanda ding, bukan soal mengulas lagu hits nih tapi mau ungkapin serunya dan nikmatin satu penganan yang di suka banyak orang lho. Yup jajanan yang admin coba adalah Singkong Keju Pakepuk, lokasinya berada di sekitaran Kampung Utan atau lebih tepatnya di perempatannya, gampang di cari kok sebab lokasinya di pinggir Alfamart.

Singkongnya baru saja di angkat nih(dokpri)

Singkong Keju ini udah cukup lama berada di lokasi yang sama sejak tujuh tahun silam, kalau nggak salah dulu harga yang di banderol untuk satu dusnya adalah empat ribu rupiah dengan sajian singkong dan keju serta susu kental manis. Untuk saat ini dalam porsi yang sama adalah delapan ribu rupiah. Setiap hari selalu saja ada orang yang mampir ke gerobak Singkong Keju, biasanya sih para karyawan/ti yang baru pulang dari tempat kerja dan di antar oleh bis jemputan.

Singkong Keju Susu yang di banderol dengan harga Rp 8.000(dokpri)

Admin pun termasuk langganan lho, bahkan si mamang penjual udah tahu banget jika admin pesen, singkong keju dengan sedikit campuran susu kental manis, hehehe tampaknya mamang penjual udah ngerti para pelanggan setia nya nih. Singkong Keju Pakepuk adalah campuran dari singkong yang di goreng dan di topping dengan parutan keju serta di lengkapi susu kental manis. Ada juga pilihan singkong orginal berupa singkong goreng tanpa adanya topping, dan harga singkong orginal adalah Rp 6.000.

Rahasia mengapa Singkong Keju Pakepuk di gemari oleh warga seputaran Cibitung dan juga Tambun, Bekasi adalah tekstur singkongnya terasa lembut, inilah mungkin salah satu kunci kenapa Singkong Keju Pakepuk relatif lama bertahan jualan di tempat yang sama. Selain itu Singkong Keju Pakepuk memiliki variasi rasa yang berbeda beda, paling tidak menurut admin sih Singkong Keju Pakepuk Perempatan Kampung Utan ini memiliki 12 variasi rasa dengan harga yang berbeda beda.

Di mulai dengan singkong original dengan harga yang paling murah yakni Rp 6.000 hingga Spesial Susu Keju yang di banderol dengan harga Rp 15.000. Cukup murah deh camilan Singkong Keju ini, pas di kantong para pekerja yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi. Kamu juga perlu nih nyobian rasa lainnya lho yang nggak kalah enak.

Cobain deh Susu Keju Mayonaise Balado dengan harga Rp 12.000, ada juga varian Susu Keju Mayonaise dengan harga dua belas ribu rupiah. Untuk Susu Keju di pasang harga Rp 8.000, ada Singkong Susu Keju Cokelat dengan harga Rp 10.000, Susu Keju Strawberry, Bluberry, Balado serta Keju Barbaque semuanya dengan harga Rp 10.000.

Sedangkan untuk variasi Susu Keju Cokelat Strawberry, Blueberry dan susu keju Mayonaise di banderol dengan harga Rp 11.000. Dalam rentang harga 6 ribu rupiah hinggga 15 ribu rupiah kamu bisa memilih rasa yang menjadi favoritmu, oh iya Singkong Keju Pakepuk mulai jualan dari jam lima sore hingga jam sepuluh malam, tapi sering juga jam delapan malam gerobak udah nutup karena jualannya abis.

Menikmati olahan singkong bukan berarti anak kampung atau makanan kelas bawah, meski sederhana namun kandungan gizi singkong atau orang menyebutnya sebagai Ubi Kayu memiliki kandungan kalori 160 kalori dan lebih besar di bandingkan kentang. Yup itulah cerita admin tentang gerobak Singkong Keju Pakepuk, kalau mau pesen bisa sih , kontak aja nomor 089673760643, atau kalau masih pinisirin mah datang aja ke tkp di perempatan Kampung Utan.

Stasiun Tanjung Barat Meski Mungil Namun Keresikannya Tetap Terjaga

Para penumpang memasuki stasiun Tanjung Barat(dokpri)

Kali ini admin jalandanmakanseru.com menyambangi stasiun Tanjung Barat, sebuah stasiun yang berada di kelurahan Tanjung Barat, kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, ternyata stasiun ini sudah lama juga eksis lho. Di awal kemerdekaan stasiun Tanjung barat sudah beroperasi, tepatnya 17 Agustus 1947 dan di buka kembali tahun 2009, stasiun Tanjung Barat memiliki dua jalur. Kalau kita ingin menuju arah Depok atau pun Bogor maka stasiun sebelumnya adalah Lenteng Agung, sedangkan bila kita menuju Jakarta Kota, Angke atau Jatinegara maka stasiun berikutnya adalah Pasar Minggu.

Stasiun Tanjung Barat di ambil gambar saat admin turun dari Commuter Line(dokpri)

 

Satu hal yang di ingat admin nih, meski relatif bangunan di stasiun Tanjung Barat nggak semegah stasiun Manggarai misalnya namun kondisi stasiun di jaga kebersihannya, peron peron terlihat rapih dan resik, memasuki areal toilet yang melewati ruangan kepala stasiun terlihat terawat. Di tengah tengah terdapat tower. Rak sepatu berada di tepi Musholla Pria dan wanita, tempat mengambil air wudhu pun terlihat bersih dan terawat. Di peron penumpang di sediakan bangku bangku besi yang bercat oranye yang berfungsi sebagai tempat tunggu penumpang saat menanti kereta.

Areal Mushola, tempat wudhu dan toilet yang di tata resik(dokpri)

Untuk ruang interior di mana ruangan loket di batasi pagar galvanis sehingga memudahkan penumpang untuk mendapatkan antrian. Di sisi lainnya di sediakan pula anjungan tunai mandiri dari beberapa bank nasional untuk memudahkan penumpang melakukan transaksi. Selain itu stasiun Tanjung Barat memiliki pintu masuk yang terhubung dengan jembatan penyeberangan yang memungkinkan penumpang menyebrang dengan aman tanpa harus was was dengan lalu lalang  kendaraan.

Desain minimalis untuk ruangan loket, lebih ringkas dan efisien(Dokpri)

Adapun rute angkutan kota yang ada di sekitaran stasiun Tanjung Barat adalah D 129 jurusan Pasar Minggu- Mekarsari. Ada juga rute Kopaja yang melayani Blok M-Depok, Pasar Minggu Srengseng Sawah dan dan Blok M Cipedak. Untuk urusan transportasi pendukung dari dan dan ke stasiun Tanjung Barat relatif mudah, dan tentu saja untuk kekinian ojek online pun tersedia, mereka biasanya mangkal di sekitaran jalan Baung atau jalan Stoplas.

Jalur keluar penumpang dengan dilengkapi petunjak lantai berwarna kuning(dokpri)

Nah cukup seru kan suasana stasiun Tanjung Barat, kalau belum jelas mungkin nanti bisa bertanya kepada petugas petugas yang berjaga mulai dari pintu masuk maupun di peron peron. Jangan lupa patuhi juga tentang batas menunggu di peron yang di tandai keramik berwarna kuning menyala dengan motif garis garis maupun strip memanjang. Stasiun Tanjung Barat pun menyediakan papan papan pengumuman dengan desain besar untuk memudahkan penumpang menuju pintu keluar ataupun di mana area parkir berada.

Jangan lupa ya karena kita bagian penumpang commuter line yang keren dan kekinian, tentu saja dahulukan penumpang yang turun, atau juga nggak boleh lupa dong buang sampah dengan tertib alias jangan buang sampah sembarangan. Nah cukup jelas kan kenapa kita harus tertib di tempat tempat publik.

Senang berada di stasiun Tanjung Barat untuk mengamati dan menjelajahi detail stasiun Tanjung Barat, semoga pengalaman admin bisa berguna untuk pembaca yang nantinya satu ketika akan berkunjung ke stasiun ini. Meski relatif stasiun Tanjung Barat ini terbilang mungil namun untuk kualitas kebersihan area perlu di acungi jempol. Salut untuk semua crew yang bertugas di stasiun Tanjung Barat yang telah bekerja keras menciptakan suasana kondusif dan juga suasana stasiun yang tertata rapi. Maju terus perkereta apian di Indonesia dan kerapihan serta kebersihannya tetap terjaga.

Ketika Gerimis Di Kota Bogor Dan Di Temani Semangkuk Soto Padang

Warung tenda yang menyajikan soto padang dan sate padang(dokpri)

 

Akhir pekan di kota hujan Bogor, menikmati suasana sabtu malam di jalan protokol kota Bogor, beruntung bisa icip icip kuliner selepas waktu Isya, meski intensitas hujan terasa sering namun tak menyurutkan langkah untuk memilah kuliner mana nih yang perlu di cobain. Di sepanjang jalan Jenderal Soedirman banyak sekali warung tenda atau tempat angkringan dan juga mobil yang di sulap untuk jadi lapak. Hidangan menggugah khas jalanan seakan menggoda.

Pilihan tertumbuk kepada tenda yang membentangkan kain kanvas warna putih dengan huruf merah, tulisannya adalah Sate & Soto padang AIR MANCUR(Pusako), soal sate padang mah udah sering nyicipin nih, tapi Soto Padang rasanya baru pertama kali denger sih, hehe maklum kalau admin kudet. Akhirnya mampir pula di tempat ini, dan memesan Soto Padang yang bikin penasaran.

Ini nih penampakan soto padang yang di tunggu tunggu(dokpri)

Menebak nebak rupa Soto Padang, apakah mirip mirip soto yang pernah admin cicipi seperti soto Lamongan, soto Babat atau soto Betawi, beberapa jenak menunggu sambil membayangkan rupa Soto Padang. Tak berapa lama sajian pun tiba. Ternyata penampakan Soto Padang sama pada umumnya soto nih, bertabur kerupuk warna merah, ada sejumput soun, soto Padang yang saya santap memiliki cita rasa kuah bening dengan campuran irisan sayuran dan juga seledri, tak ada kol, hanya ada irisan seuprit daging yang di iris tipis banget dan kecil kecil.

Di sajikan bersama nasi yang telah di taburi bawang goreng, ada juga sebagai pelengkapnya sambal yang berwana kemerahan dan tapi nggak terlalu pedas. Ekpektasi admin tentang Soto Padang yang berlumuran kuah kental dan kaya bumbu yang umumnya ada di masakan padang terasa buyar. Penampakan Soto Padang yang di dominasi kerupuk warna merah dan soun dan ternyata rasanya pun jadi biasa biasa saja. Akhirnya ketika makan pun jadi menebak nebak berapa harga semangkuk Soto Padang yang sedang di santap.

Suasana warung tenda yang cukup kerepotan saat hujan mengguyur(dokpri)

Sebagai perbandingan harga soto di sekitaran Bekasi untuk kelas warung tenda di banderol di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 20.000, sambil mengaduk ngaduk soto dan menikmatinya di saat hujan yang menderas, untunglah ada rasa pedas dari sambal yang berwarna merah menggoda itu. Secara umum soto Padang yang saya icip di pinggiran jalan Soedirman kota Bogor, nggak ada ledakan rasa, masih biasa biasa aja. Yup kalau mau nyobain sih silahkan saja, karena saya pun nyobain ini karena rasa penasaran saja. Usai bersantap, duduk dulu karena hujan pun belum mereda, di sebelah meja admin, sekeluarga tampak asyik menyantap menu sate Padang. Pengen tahu tempatnya? Lokasi warung tenda ini tepat di depan Markas Komando Pusat Pendidikan Zeni kota Bogor.

Saatnya membayar semangkuk soto Padang yang telah saya makan, beranjak menuju si Uda yang sedang meracik soto, dan saya pun bertanya berapa harganya, semangkuk soto Padang dan juga sepiring nasi bertabur bawang goreng di banderol dengan harga Rp 28.000, okeh deh Uda, akhirnya admin pun membayar soto. Inilah pengalaman pertama menyantap soto Padang, hehe makannya mah di Bogor tapi nama kulinernya berasal dari Urang Awak yakni soto Padang.

Kuliner di Indonesia memang beragam, semoga kita pun bisa melestarikan ragam kuliner dari seluruh Indonesia. Semoga bisa nemu juga soto Padang di daerah Bekasi nih, ayo yang belum nyicip Soto Padang ngacung deh, kalau admin mah udah dong.

Menikmati Kajian Di Masjid Jenderal Besar Soedirman Purwokerto

Bisa berkunjung ke masjid Jenderal Besar Soedirman saat berada di Purwokerto(dokpri)

 

 

Dalam perjalanan ada kalanya kita berhenti untuk beberapa jenak, jeda waktu istirahat itu seringkali membuat kita berada di sebuah tempat yang begitu adem, nyaman dan dan dami, ya istirahat yang mujarab adalah berada di rumah ibadah, menepi ke masjid apalagi saat adzan berkumandang. Di jalandanmakan.com akan ada serial yang menceritakan persinggahan admin di masjid masjid. Bagaimana pun cerita ini penting sebagai syiar Islam yang mungkin berguna bagi admin sendiri dan juga pembaca blog kesayangan ini.

Baiklah untuk episode ini, admin mau cerita tentang masjid Jenderal Besar Soedirman yang terletak di jalan Gatot Soebroto Nomor 73-Purwokerto Kabupaten Banyumas. Berada di antara waktu Maghrib dan Isya, admin berada di masjid yang megah ini, suasananya terlihat ramai oleh jamaah, ada kajian ba’da Maghrib ternyata, suasana malam minggu terasa khidmat dengan kajian dari Ustadz Syaeful Bahri, banyak dari jamaah yang juga membawa anak anaknya, cukup menarik tentang kajian malam minggu yang bertema kehidupan, di selingi joke yang membuat jamaah terlihat antusias.

Jamaah yang menyimak kajian sabtu malam di masjid Jenderal Soedirman(dokpri)

Secara umum admin nggak melihat keseluruhan fisik bangunan masjid, suasananya sudah malam sih, yang ada cahaya lampu yang di tempatkan di sudut sudut tertentu membuat suasana masjid  terlihat elegant. Sempat menyambangi tempat wudhu pria yang berada di basement masjid, cukup bersih toilet dan tempat wudhunya. Di pintu masuk terdapat dispenser yang bisa di manfaatkan jamaah untuk mengambil air.

Di salah satu dinding tertulis pesan moral Panglima Besar Jenderal Soedirman yang berbunyi seperti ini:

“Janganlah kamu berbuat seperti sapu yang meninggalkan ikatannya, sebatang lidi tidak akan berarti apa apa, tetapi dalam ikatan sapu akan dapat menyapu segalanya”

(DAI DANCO Soedirman Tahun 1944)

“Hendaknya perjuangan kita harus di dasarkan atas kesucian, dengan demikian perjuangan selalu merupakan perjuangan antara jahat melawan suci dan kami percaya, bahwa perjuangan suci senantiasa mendapatkan pertolongan dari Tuhan.”

(Yogyakarta, 18 Desember 1948, pernyataan panglima besar Jenderal Soedirman pasca pelantikannya sebagai panglima besar TKR)

Terletak di tempat yang strategis, masjid Jenderal besar Soedirman sangat cocok untuk di singgahi, apalagi di setiap bada Magrib di isi dengan jadwal kajian full seminggu, ada juga kajian umahat untuk perempuan, ada juga tahfidz Al Qur’an yang di peruntukan untuk anak anak ba’da Shubuh, Tahfidz Al Qur’an untuk umum yang di selenggarakan ba’da Ashar dan juga ada tafsir Al Qur’an untuk umum yang di selenggarakan Sabtu ba’da Shubuh. Keren banget ya jadwal kajiannya, semoga keberkahan ada di masjid ini.

Nah bagi kalian yang sedang jalan jalan ke Purwokerto dan nyari mendoan dan Sroto Sokaraja hehe, kalau ada waktu atau sedang jalan jalan ada panggilan adzan di sekitaran jalan Gatot Soebroto, cepat cepat mlipir deh ke marih, suasana masjid yang adem, kebersihannya terjaga dan juga kajiannya yang ciamik membuat admin pun pengen balik lagi ke sini deh. Tapi mungkin bila ada rezeki lagi deh, kapan kapan sowan di siang hari biar puas puasin menikmati arsitektur megah masjid Jenderal Besar Soedirman yang terletak di areal Korem 071/Wijayakusama.

Menginap Di Airy Rooms Sudirman Batique Kota Bogor

Kamar “Aster” yang ukurannya minimalis(dokpri)

 

Yeaay mau cerita nih mengapa Mang Admin nginep di Sudirman Batique Room kota Bogor, berawal dari sebuah email dari Google nih, bahwa Admin berhak mendapatkan voucher menginap di Airy Room, sedangkan apa itu Airy Room? Yup Airy Room adalah virtual hotel operator yang bekerja sama dengan hotel hotel budget di seluruh Indonesia, kalau kamu pengen tahu lebih banyak tentang Airy Room, download aja deh di Google Play Store ya.

Lobby Sudirman Batique Room(dokpri)

Setelah nyari nyari hotel, akhirnya pilihan jatuh ke lokasi hotal yang berada di Jalan Jenderal Sudirman kota Bogor, selain lokasinya nggak jauh banget karena bisa di jangkau menggunakan moda transportasi Commuter Line dari Cikarang menuju Bogor. Setelah melunasi pemesanan bulan yang lalu, admin pun nginep deh di Sudirman Batique Hotel yang beralamat di Jalan Sudirman No 34 Sempur Kota Bogor pada tanggal 14 April hingga 15 April, sehari doang sih tapi seru seruan di kota Bogor asyik juga deh.

Berangkat dari Cikarang jam 9 pagi, nyampe ke stasiun Bogor setengah dua belas. Mesen ojek online dulu deh, dan berangkat. Tapi sempet nyasar dulu hehe meski ketemu juga deh, di sambut resepsionis untuk cek in, akhirnya bisa rehat juga nih, Sudirman Batique Room nggak begitu luas sih tempatnya, dengan 3 lantai dan 23 kamar. Masuk kamar untuk leyeh leyeh. Karena ini Airy Room dapet suguhan gratis berupa snack dan juga air mineral. Ada 7 garansi yang bakalan kamu nikmati jika menginap di Airy Room yakni kamar yang bersih, pendingin udara, free Wifi, tivi layar datar, hot shower, peralatan mandi dan air mineral. Tapi untuk hot shower dan free Wifi nya nggak bisa di nikmatin nih.

Dapetin souvenir cantik yang berisi snack dan air mineral(dokpri)

Ya gitu deh, biasa aja yang penting nikmati liburan dulu, eit pas mandi dan di sediakan handuk, hmm anduknya bolong bro wkwkwkwk. Sebenarnya pelayanan hotelnya sih ramah. Suasana hotel juga relatif tenang meski interior hotel terlihat jadul. Yang strategis mah letaknya yang berada di jalan protokol kota Bogor, pas banget hadap hadapan dengan Museum & Monumen Peta. Dari Istana Bogor atau kantor Wali Kota pun bisa di tempuh dengan jalan kaki.

Admin berada di lantai 2 hotel, ruangan Aster dengan dua tempat  tidur yang di satuin. Kesampaian juga liburan nih di kota hujan. Sore sore mandi dan bersiap jalan jalan di sekitaran hotel. Ternyata Sudirman Batique Hotel deket juga lho dengan gerai kue milik artis Nagita Slavina yang punya merk GigiEat itu lho. Sempet ngobrol juga deh dengan seorang pengunjung dari daerah Lampung yang kebetulan nginep di hotel yang sama, untuk tarif hotel di mulai dari harga Rp 199.000 untuk tipe standart, Superior di banderol dengan harga Rp 235.000, untuk Deluxe B di patok harga Rp 270.000, Deluxe B Rp 299.000 dan Junior Suite dikenakan biaya Rp 320.000, semua itu tarif promo ya. Check in pukul 13.00 WIB, sedangkan Check Out jam 12.00 WIB.

Tarif tersebut sudah termasuk sarapan untuk dua orang, biaya extra untuk usia kurang dari 12 tahun adalah Rp 65.000/ orang dan extra bed Rp 125.000 khusus untuk Deluxe & Junior Suite. Oh iya kalau pesan makanan juga oke tuh, ada nasi goreng yang di banderol dengan harga Rp 35.000, Sop Buntut dengan harga Rp 60.000, Nasi putih Rp 8.000, Roti bakar keju Rp 25.000, Udang Asam Manis Rp 50.000, Cumi Goreng Mentega Rp 60.000. Tersedia juga variasi minuman yang bisa di pilih.

Ruangan makan yang letaknya dekat dengan meja resepsionis hotel(dokpri)

Untuk harga yang saya bayar, rasanya pas deh dengan fasilitas tersedia, dan ketika sarapan di suguhi ketupat sayur dan potongan telur rebus. Pilihan sarapan juga tersedia roti tawar oles mentega dan meisis. Memaksimalkan voucher dari Google karena admin adalah Lokal Guide level 6, dan kini udah di level 7, semoga saja nanti ada lagi voucher yang di berikan Google hehe. Kalau kamu mau nginep di kota Bogor, pilihan di tengah kota rasanya Sudirman Batique Room bisa di coba tuh.

Neon box berlogo Airy Rooms(dokpri)

Wajah Ciamik Stasiun Cikarang Setelah Revitalisasi

Stasiun Cikarang yang telah bersalin rupa menjadi keren dan megah(dokpri)

 

Dulu sih ke stasiun Cikarang rasanya males banget, kesan kumuh, tak terawat seakan melekat di stasiun yang letaknya berdekatan dengan lokasi Pasar Lama Cikarang. Namun kini stasiun Cikarang telah berganti rupa, penampilan anyar stasiun Cikarang berubah total, kesan kumuh, tak terawat juga kotor telah sirna. Stasiun yang terletak di desa Karangasih, kecamatan Cikarang Utara telah benar benar menjelma menjadi stasiun keren dengan desain modern yang tentu saja membanggakan warga Kabupaten Bekasi.

Saat ini pun stasiun Cikarang melayani jalur Commuter Line yang mulai beroperasi pada tanggal 8 Oktober 2017, namun ada juga lho layanan penjualan tiket kereta api lokal jarak menengah yakni Walahar Ekpress untuk ke arah Purwakarta dan juga Jatiluhur yang menuju Cikampek. Sedangkan untuk Commuter Line yang dahulunya hanya sampai stasiun Bekasi, saat ini stasiun Cikarang menjadi tujuan akhir dari rute Jakarta Kota-Cikarang melalui Manggarai, atau Jakarta Kota melalui Pasar Senen.

Penumpang di stasiun Cikarang sedang menunggu Commuter Line(dokpri)

Stasiun Cikarang sangat mudah di jangkau karena beberapa rute angkot seperti K17 jurusan Cikarang-Cibarusah, K18 Cikarang Sukatani, K38 Cikarang Pelaukan, K 32 Cikarang Sukadanau, K39 Cikarang Cibitung melewati stasiun Cikarang. Sejak Commuter Line singgah ke Cikarang, arus penumpang menuju Jakarta semakin bertambah, hampir setiap hari antrian terus membeludak terutama di jam jam sibuk. Selain itu warga Cikarang kini beralih memakai moda transportasi Commuter Line karena kepraktisannya dan juga waktu  tempuh yang lebih pasti dan tentu saja bebas macet euy.

Interior Stasiun Cikarang pun lebih trendy, di lengkapi lift, eskalator dan juga tangga biasa sangat memudahkan penumpang untuk lalu lang, di ruang tunggu ada satu box untuk mengisi ulang daya handphone lho. Selain itu Musholla di stasiun Cikarang cukup luas untuk menampung jumlah jamaah. Dengan di lengkapi karpet merah yang bersih, hembusan AC dan juga kipas membuat suasana Mushola terasa adem. Ada juga tuh sarung dan mukena yang bisa di gunakan penumpang untuk melaksanakan sholat. Oh Iya di depan pintu masuk Musholla ada sebuah rak sepatu/sendal untuk penumpang lho.

Ada satu hal lagi nih tentang cerita toilet stasiun, ada dua toilet yang bisa di gunakan, yakni di lantai bawah dan juga di lantai atas. Di lantai bawah di sediakan pula Musholla. Untuk kebersihan ada petugas berseragam yang sigap membersihkan areal stasiun, meski begitu sebagai anak kereta nggak boleh dong buang sampah sembarangan dan tentu saja jika perilaku kita, maka tugas kebersihan pun tak terlalu berat, bukankah menjaga kebersihan merupakan tugas bersama kita.

Sebagai warga Kabupaten Bekasi, tentu saja bangga juga punya stasiun kereta api yang megah, saatnya kita pun menjaga bersama keberlangsungaan stasiun Cikarang ini. Dengan memiliki 6 jalur lintasan, jalur dua dan tiga untuk lintasan kereta jarak jauh, sedangkan jalur 5 dan 6 untuk KRL Commuter Line. Nah soal KRL ini, peronnya belum tertutup nih, jika hujan maka pasti deh kehujanan, mungkin ke depannya perlu atap untuk berteduh penumpang jika terjadi hujan, tapi saat kemarin pulang dan hujan turun, petugas Commuter Line membantu memayungi penumpang sih, sebuah layanan lebih humanis deh. Semoga stasiun kereta api kelas I di daerah Kabupaten Bekasi ini terus bebenah agar tampilannya semakin ciamik dan bila kamu kamu mau ke Bekasi dengan cepat serta tepat waktu nggak ada salahnya lho menjajal rute Jakarta Kota-Cikarang.

Harga Serba Sepuluh Ribu Lebih Bersahabat Di Kantong Pekerja

Rumah makan Cahaya Famili yang terletak di jalan Karya Logam(dokpri)

 

Mulanya penasaran saat melihat antrian di rumah makan Cahaya Famili yang menyajikan masakan Padang, deretan motor di jam istirahat sebagai pertanda bahwa rumah makan yang berada di Jalan Karya Logam Jatimulya Tambun Selatan di minati para pekerja yang lokasinya memang berdekatan dengan rumah makan. Jalan Karya Logam di kanan kirinya memang berdiri pabrik pabrik dan tentu saja ini menarik minat para penjual untuk menjajakan dagangannya.

Dari pada penasaran lebih baik ngejajal sekalian, jam makan siang tampaknya jam sibuk bagi pemilik rumah makan Cahaya Famili, beberapa orang mengantri di dekat meja yang sekaligus berfungsi sebagai tempat bayar, kebayang sibuknya mereka, selain harus cepat cepat melayani pembeli, mereka pun harus sigap jika melayani konsumen yang akan membayar, selain makan di tempat, rumah makan ini pun melayani bungkus makanan dan juga pesanan katering.

Dibalik kaca etalase terdapat pilihan menu yang menggoda(dokpri)

Beberapa menu khas kuliner Padang tersaji, ada Rendang, Ikan Bakar, Ayam Bakar, Ayam Serundeng, Ikan Mas Kuah Kuning, Cincang, Gulai Kepala Tongkol, Telor Balado dan ragam menu lainnya yang bisa di pilih. Semua makanan tersebut di seragamkan serba sepuluh ribu, apapun pilihan menunya. Ketika penulis menjajal kulineran di rumah makan ini dan memesan menu, dan ternyata benar lho, apa yang di makan semuanya di banderol dengan harga ceban saja, cukup murah lho.

Menu pilihan untuk maksi, harga mah ceban bro(dokpri)

Pekerja yang di kenal karena seragam khusus yang berlogo di mana ia bekerja terlihat santai dengan pilihan makanan kesukaanya, ada juga yang memilih membungkus makanan dan memakannya di tempat lain, menurut pengunjung yang sempat di tanya, bahwa ia sengaja memesan makanan untuk peringatan Hari Besar Islam, dan karyawan yang bernama Jayadi dan bekerja di sebuah gudang distribusi perusahaan eceran besar tanah air mengaku kerap makan siang di tempat ini.

Begitu pula yang di katakan Anwar yang hanya memesan lauknya saja, menurutnya harga di sini lebih hemat, tinggal menanak nasi di magic com dan untuk lauk tinggal beli matang, ia beralasan lebih praktis di karenakan isterinya baru saja melahirkan. Dengan harga yang relatif murah, kehadiran rumah makan Cahaya Famili sangat menolong kocek para pekerja, dengan harga sepuluh ribu bisa mendapatkan menu menu khas masakan Padang. Mungkin inilah yang di sebut dengan terobosan, meski harga serba itu bukanlah yang pertama.

Setelah menghabiskan porsi makan siang, akhirnya membayar dan cukup dengan duit sepuluh ribuan sudah menikmati suguhan masakan padang yang terkenal itu, lumayanlah bisa mendapatkan paket hemat ala ala pekerja. Beruntung juga warung makan seperti ini ada di sekitaran tempat kerja penulis, boleh dong icip icip menu masakan Padang dengan harga terjangkau, istilahnya mah murah meriah gitu.

Kalau penasaran dan mau mentraktir sih boleh boleh banget kok, tempatnya juga tidak terlalu dari Jalan Raya Diponegoro KM 39, di dekat persimpangan Hotel Merdeka Utama. Pokoknya harga bersahabat kok dan soal rasa boleh di adu tuh.

Meski memang harga harga kebutuhan pokok terus melambung, dengan inovasi inovasi kecil namun ternyata mampu menarik minat pembeli, dan langkah itu di lakukan oleh rumah makan Cahaya Famili, dengan harga yang relatif terjangkau dan semua bisa tersenyum senang, karyawan pun puas karena bisa mencicipi rendang atau pun kuah kuning kepala tongkol dengan harga yang ekonomis. Yuk icip icip di sini, nggak nyesel deh!

Danau Arjuna Samba Tempat Wisata Kekinian Yang Lagi Ngehits Di Cikarang

View Danau Arjuna Samba dari saung di atasnya(dokpri)

Bila kamu membayangkan tentang Cikarang, pastinya ingatan tentang kota ini adalah jejalan pabrik pabrik dan juga kondisi alan yang rusak. Itu sih bukan gosip lagi ya, belum lagi pasar tumpah di sekitaran jalan R.E. Martadinata dengan semrawutnya para pengguna jalan yang nggak segan untuk melanggar lampu lalu lintas. Udah deh lupain saja yang itu, kali ini mau cerita tentang spot menarik yang ada di areal Cikarang, berlokasi di desa Sukaasih kecamatan Sukatani. Sebuah danau buatan yang di sulap menjadi tempat rekreasi murah meriah.

Nggak ada tiket masuk, Cuma biaya parkir motor sebesar lima ribu rupiah dan untuk mobil di patok dengan harga sepuluh ribu rupiah. Nah langsung aja tuh bisa nikmatin pemandangan danau, atau mau ngejajal naik perahu motor dengan durasi 3 kali mengelilingi danau dan tarifnya adalah 15 ribu rupiah.Atau mau nyoba ngegoes perahu bebek yang di banderol 25 ribu rupiah untuk waktu selama satu jam.

Booth untuk pemesanan kuliner  yang ada di area saung(dokpri)

 

Konsep wisata danau di gabung dengan wisata kuliner banyak menarik minat pengunjung, terbukti di hari Minggu tanggal 8 April 2018 saat penulis ngejajal berkunjung ke Danau Arjuna Samba. Sebelum ke danau, sempetin dulu ngejajal Bakso Gila isi yang di patok dengan harga 20 ribu perporsi, pilihan menunya cukup banyak lho mulai dari Spicy Wing dengan harga 30 ribu, Fried Chicken harganya 12 ribu, ada juga pilihan menu baso seperti Bakso Gila, Bakso Polos serta Bakso Urat yang semuanya di hargai 15 ribu rupiah.

           Bakso Gila isi yang di isi daging pilihan dan cita rasanya lembut(dokpri)

 

Coba juga deh Sop Iga, Soto Daging Sapi atau Nasi Rames Komplit. Suasana untuk menikmati kuliner itu terasa nyaman dan ngademin, desain ruang yang berkonsep tradisional dengan penggunaan material bambu dan atap ijuk membuat udara tak terasa panas, belum lagi semilir angin, di bawah nya terhampar pemandangan danau dengan lalu lalang perahu yang membunyikan klakson khas, seakan kita berada di sebuah tempat yang tak jauh dari pantai.

Wisata Danau Arjuna Samba cocok untuk tempat bersantai keluarga, seperti yang di katakan oleh Ibu Lies yang membawa dua puterinya untuk menikmati suasana danau, beruntung menurut Ibu Lies bahwa lokasi danau tak jauh dari rumahnya yang berada di Perumahan Sukaraya Indah. Selain itu makanan yang ada di jual di lokasi pun tak mematok harga terlalu tinggi. Menurut ibu dengan dua anak ini, ia merasa puas berkunjung ke Danau Arjuna Samba.

Nah jangan sampai keduluan nih warga Cikarang dan sekitarnya, wisata kekinian dengan konsep danau udah ada di dekat kita, sekali kali jajal lho keseruan naik perahu motor dan juga ngegoes bebek air. Sambil jangan lupa deh icip icip di Warung Baso Gila. Rehat sejenak dari kesibukan dan nikmati sensasi tempat wisata kekinian, bisa piknik rame rame dan murah meriah di danau buatan yang asyiknya seru banget. Semoga tempat wisata seluas 8 hektaran ini menjadi tujuan kunjungan bagi wisatawan domesti, sukur sukur sih ada orang bule ke marih dah heheh. Maju terus tempat tempat wisata kekinian di daerah Bekasi, ayo kita piknik dan menikmati indahnya Kabupaten Bekasi, Bekasi asyik kok untuk kita jelajahi dan semoga Pemda Kabupaten Bekasi terus memperbaiki infrastruktur daerah agar wisatawan nyaman berkunjung di Bekasi.

Menikmati Keseruan Dan Kenyamanan Menginap Di Barat Ibu Kota

Lobby Hotel Grand Tjokro(dokpri)

 

Saat rehat saatnya rilex dan memanjakan diri, sebagai blogger perlu dong leyeh leyeh dan menikmati hidup, berkesempatan jua santai beberapa jenak untuk meluangkan waktu agar bisa beristirahat, sempat mencari cari di mana ada hotel yang perlu di jajal dan pilihannya adalah Grand Tjokro yang berada di kawasan Daan Mogot 63 Jakarta Barat, sebenarnya pengen nyeritain seru dan santainya bermalam di hotel Grand Tjokro. Baru kesampaian nulisnya nih di blog yang berkisah tentang perjalanan dan kuliner yang di alami penulis. Tulisan pertama di blog jalandanmakanseru.com yang mengulas tempat tempat ciamik saat jalan jalan dan makan makan lho.

Tancep gas aja ya, mau cerita cerita serunya nginep di hotel Grand Tjokro. Di sabtu siang bulan Februari 2018, tepatnya tanggal 10, bersama keponakan ngejajal kenyamanan yang di tawarkan Grand Tjokro. Setelah menempuh perjalanan dari Bekasi akhirnya sampai juga di lokasi dengan waktu tempuh sekitaran 1 jam setengah. Check in dan dapetin kamar 910 di lantai 9, hmm dari mulai masuk hotel dengan sambutan ramah resepsionist hingga kerennya dapat kamar bagus dengan sentuhan klasik yang di dominasi warna cokelat.

Ini nih ruangan 910 itu, suasananya nyaman bingit(dokpri)

 

Rada sorean dikit setelah bobo siang, ngejajal kolam renang di lantai dua. Kolam renangnya sih nggak begitu luas sih, berdampingan dengan tempat fitnes. Ya udah jadinya mah ngejajal treadmill dulu baru deh renang gitu hihi, dua kolam kembar menyambut kami dan tak ada pengunjung lain. Dan seakan kamilah penguasa kolam di sore itu. Sekitaran satu jam ngejajal kolam renang dan tempat fitnes, menjelang waktu Maghrib sesi renang pun di akhiri.

Ngejajal kolam renang euy, byurrr(dokpri)

                                                                                                

Grand Tjokro hotel mematok harga mulai dari harga 600 ribu net/kamar dengan sarapan pagi untuk dua orang, adapun fasilitas hotel berupa Tjokro Restoran, kolam renang, Ballroom Meeting Rooms, Batik lounge, Spa, Internet Corner serta Fitness Center. Ada beberapa pilihan kamar yakni Superior Rooms yang di banderol Rp 1.499.00. Ada juga Deluxe Room yang bisa di gunakan setelah membayar Rp 1.799.000. Dan ada Junior Suite Room dengan harga Rp 3.299.00.

Pokoknya recomended deh bila nginep di Grand Tjokro, dengan kamar yang di lengkapi tivi yang memiliki saluran lokal serta jaringan tv kabel, puas deh dengan harga yang di tawarkan. Atau bila pengen ngadain meeting dengan durasi waktu , halfday, fullday atau fullboard bisa tuh. Saat nginep di Grand Tjokro, kebetulan ada beberapa deadline yang perlu di selesaikan dan ternyata oke banget dah, browsing internet lancar jaya, suasana hotel yang tenang, nyaman dan nggak bising membuat suasana menulis kondusif. Mungkin kapan kapan nginep lagi deh di hotel yang beralamat di jalan Daan Mogot 63 Jakarta Barat, soale suasananya itu lho yang ngangenin.