Tampilan Modern Nan Berkelas Stasiun Juanda Yang Bikin Woow Gimana Gitu

Pintu Utara dari stasiun Juanda(dokpri)

 

Kali ini Mang Admin jelong jelong dulu ke stasiun Juanda yang berada di wilayah Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat dengan lokasi berada di Jalan Ir H Juanda Nomor 1. Setelah melewati depan istana negara saat akan menuju Bekasi, tujuan mengarah stasiun Juanda. Stasiun Juanda cukup mudah di jangkau karena letaknya berdekatan dengan halte busway, kemudahan akses ini pula yang membuat stasiun Juanda cukup ramai oleh para penumpang commuter line.

Lorong stasiun Juanda yang mirip mirip suasana stasiun kereta di negara maju(dokpri)

Melewati pintu utara dan di sambut dengan kehadiran tiga unit  commuter line vending machine untuk para penumpang yang akan berangkat dari stasiun Juanda, kesan modern begitu terasa saat berada di dalam stasiun, dengan bangunan yang di tata rapih dan juga petunjuk untuk memudahkan para penumpang berada di dalam stasiun, oh iya di gerbang utara pun di sediakan loket penyelaras tiket. Ada pula sebuah layar LED terpasang dan menampilkan pergerakan Commuter Line sehingga penumpang bisa memastikan keberangkatan.

Seperti biasa Mang Admin mah ngecek toilet dan juga musholla stasiun, seperti pada umumnya stasiun stasiun commuter line yang “wajib” bersih, suasana toilet rapi jali dan juga musholla meski nggak terlalu besar, kesan terawat begitu nampak, beberapa penumpang commuter line terlihat menunaikan ibadah sholat dzuhur. Di stasiun Juanda melayani rute menuju Jakarta kota untuk arah Depok dan juga Bogor. Bagi warga Bekasi dan Cikarang pun pastinya melintasi stasiun Juanda.

Penumpang commuter line nampak nyaman berada di stasiun Juanda(dokpri)

Mang Admin suka dengan interior stasiun Juanda, dengan lantai yang marmer mulus dan di lengkapi guiding block berupa ubin kuning yang merupakan fungsi untuk penyandang tuna netra agar tidak salah tujuan, sesuatu hal yang ramah untuk kalangan difabel. Yang hore dari stasiun Juanda adalah fasilitas ATM pun di tata dengan baik sehingga para penumpang yang ingin melakukan transasksi perbankan bisa di akomodir.

Lorong stasiun Juanda yang kanan kirinya di lengkapi waralaba modern mengesankan kita berada di sebuah stasiun luar negeri, apik banget serasa berada di bagian lain dari stasiun bawah tanah di negara negara maju, mungkin ini sebuah kata yang di anggap lebay, namun memang faktanya stasiun Juanda terlihat keren dengan sentuhan modern. Yang lebih menyenangkan lagi adalah crew commuter line terlihat sigap saat kita bertanya, sesuatu yang membuat nilai tambah menjadi plus di pelayanan yang di berikan.

Mang Admin sedang bersiap menuju kota Bekasi(dokpri)

Secara umum mang Admin respek dengan upaya pihak commuter line memberikan pelayanan prima dan terus meningkatkan performa setiap stasiun agar para penumpang pun lebih nyaman saat berada di setiap stasiun.Nah itulah pengalaman Mang Admin saat menjelajahi stasiun Juanda. Konsep modern dan pelayanan humanis menjadi sisi menarik KRL Jabodetabek, sebuah kesan positif dengan stasiun Juanda. Sejauh ini untuk interior stasiun Juanda terasa enak di lihat.

Mang Admin serasa berada di luar negeri nih hehe padahal masih di kitaran Sawah Besar atau tepatnya seputaran Pasar Baru. Semoga ke depannya di setiap stasiun akan terus ada perbaikan perbaikan yang membuat nyaman para penumpang, bangga aja sih ternyata di Jakarta ada stasiun keren seperti stasiun Juanda. Eit udah dulu ya cerita tentang stasiun Juanda dan kereta ke arah Bekasi udah menunggu Mang Admin nih. Lain kali akan di ceritakan juga stasiun stasiun yang pernah Mang Admin singgahi, jangan lupa untuk soal jalan jalan dan makan makan seru, ya Cuma ada di jalandanmakanseru.com lo, jangan ampe lewat deh cerita keren dan seru dari Mang Admin.

Merajut Keping Kenangan Sadulur Salawasna SMP Di Rumah Makan Joglo

Gamelan di tempatkan di depan, seakan menyambut tamu yang datang(dokpri)

 

Lebaran memang baru saja usai, namun kenangannya tak bisa terlepas begitu saja, satu al yang pasti bahwa kopi darat bersama teman teman di rumah makan Joglo sukses di gelar meski dalam kondisi yang begitu mepet, yang uniknya adalah di tempat yang sama dan waktu yang sama, adik kelas pun menggelar pertemuan dan tentu saja sesuatu hal yang menyenangkan bukan. Mang Admin lumayan sibuk menyiapkan tempat untuk di jadikan kopdar, setelah survey singkat akhirnya bisa juga lho ngariung di sebuah rumah makan dengan penampilan Jawa banget, padahal tempatnya di perkampungan orang orang Sunda. Karena kita mah Indonesia bukan satu hal yang tabu mengkotak kotakan primordial kesukuan.

Unsur kayu dalam bentuk bangku dan meja serta tiang penyangga semakin menambah kesan klasik(dokpri)

Singkat cerita di hari Minggu tanggal 17 Juni, acara merajut keping kenangan pun tersaji jua, di sebuah ruangan depan dari RM Joglo yang di dominasi ornamen kayu berwarna coklat yang menambah nuansa klasik, satu persatu teman datang, ada yang benar benar baru ketemu kembali setelah usai masa masa sekolah, dan bertanya siapa gerangan dia? Untuk menghangatkan suasana, Mang Admin meminta para peserta kopdar untuk memesan minuman, ada juice alpukat, jeruk, mangga strawberry yang rata rata di banderol dengan harga 18 ribu rupiah. Sedangkan es jeruk di kasih harga 13 ribu.

Menikmati kesegaran juice di saat bincang santai dengan sahabat(dokpri)

Kopi hitam pun tersedia dengan harga pas 6 ribu per cangkir, es lemon tea di kisaran 8000an, sedangkan untuk teh manis hangat seharga 6.000. Di temani aneka minuman para abege tahun 90an ini pun ngobrol dengan santai, membincang kisah seru masa masa putih biru. Rumah makan Joglo yang di pinggir jalan Mandirancan-Cilimus memiliki keunikan properti dengan cita rasa yang terlihat antik dan nyentrik, bangku bangku kayu jati dan juga ornamen pilar dengan khas Jawa Tengah. Di depan pintu terletak sebuah gamelan menambah rasa klasik.

Menu paket makan siang persembahan RM Joglo(dokpri)

Pilihan menu dengan aneka hidangan yang berbahan baku ikan, ayam dan udang pun tersedia di Rumah Makan Joglo, karena yang kopdar pun cukup banyak maka Mang Admin memilih varian menu paket yang terdiri dari goreng ayam kriuk denga polesan tepung tipis, ada juga tahu tempe dan tak lupa sambel serta sayur asem. Harga paketan ini di banderol dengan harga 25 ribu perpaket. Yang seru dari rumah makan ini adalah view gunung Ciremai yang terlihat menjulang dengan anggunnya, ada juga deretan sawah yang menyejukan mata.

Dengan kontur tanah berundak, ada beberapa bagian rumah makan di tempat lebih rendah dan bisa memuat sekitar 40 hingga 50 orang, di bagian belakang tersedia mushola dengan bentuk rumah zaman dulu dengan dominasi perpaduan kayu dan bata merah yang tidak di plester sehingga terlihat jadul. Ada beberapa kolam di areal Rumah Makan Joglo, gemericik air sehingga kita menjadi rileks.

 

Untuk tempat kumpul kumpul sih Mang Admin merekomendasikan tempat ini, bila ingin membawa banyak orang atau rombongan, di sarankan untuk booking tempat dan juga membayar DP agar nantinya lebih mudah untuk soal pembayaran. Seru banget bisa kumpul kumpul dengan teman teman SMP, rasanya puas deh ketemuan kembali dengan mereka yang pernah dekat semasa masih berstatus pelajar, dan kini di Rumah Makan Joglo keinginan reuni meski belum dalam jumlah signifikan tapi tetaplah menyenangkan bersua kembali.

Tempat sholat yang berada di areal belakang RM Joglo(dokpri)

Nah bila ke daerah Kuningan Jawa Barat dan pengen merasakan atmosfir Jawa namun di tengah tengah tradisi orang Sunda, mampir aja deh ke sini. Yup itulah Rumah Makan yang Mang Admin kunjungi saat libur lebaran, boleh juga tuh ngajak ngajak Mang Admin hehehe.

Keping Kenangan Momolo Yang Bikin Jari Bengkak Di Masjid Nurul Huda

Masjid Nurul Huda dengan atap susun dan latar belakang gunung Ciremai(dokpri)

 

Setiap pulang kampung pasti pula harus ke tempat ini, kangen tentang ingatan ingatan yang tak bisa di lupakan, tentang cerita magis kisah momolo, kubah masjid di desa Rajawetan kerap di sebut Momolo, desain masjid dengan atap susun ala masjid di Kudus dan di lengkapi kubah di puncaknya. Yang seru adalah jangan pernah menunjuk jari ke arah momolo karena bisa menyebabkan jari telunjuk bengkak atau di istilah kami adalah bubuyuteun.

Tombak yang menjadi salah satu properti masjid(dokpri)

Properti masjid yang ikonik adalah tombak, setiap pelaksanaan Jum’atan tombak selalu di gunakan untuk mengiringi khatib naik mimbar, konon katanya untuk tombak adalah upaya berjaga jika satu ketika penjajah Belanda menyerang jamaah, meski Belanda sudah angkat kaki dari bumi nusantara namun kehadiran tombak tetap di lestarikan saat prosesi Jum’atan. Ada juga bedug yang hadir menyemarakan masjid, sebagai pertanda masuk nya waktu sholat di pukul lah bedug.

Renovasi besar besaran masjid Nurul Huda dengan desain modern(dokpri)

Bedug di gunakan ketika sholat Jum’at akan di mulai, begitu pun fungsi bedug akan di gunakan sebagai penanda berakhirnya waktu puasa di bulan Ramadhan, beberapa tahun lalu ketika ada orang meninggal dunia, bedug pun di gunakan dengan bunyi irama tertentu sebagai pemberitahuan bahwa di Rajawetan ada yang meninggal dunia.

Saat ini  masjid Nurul Huda mengalami renovasi besar besaran, tak ada lagi bangunan dengan gaya klasik atap susun dan juga momolo yang menjadi ciri khasnya, bangunan Nurul Huda era modern dengan bangunan tambahan lantai dua, namun apa pun bentuk dari masjid Nurul Huda tak akan bisa menghapus kenangan indah tentang masjid yang terletak di tengah tengah desa yang berdekatan dengan lapangan voli dan juga kantor kepala desa.

Era 80 an hingga 90 an, yang mengurus masjid di sebut pak Lebe, sebuah jabatan yang melekat hingga seumur hidup nan natinya akan di gantikan jika yang bersangkutan meninggal dunia. Tapi kini peran DKM pun cukup memberi pengaruh besar dalam pengorganisasian masjid Nurul Huda. Masih terkenang masa masa mengaji di masjid dengan nyala sinar lampu petromak karena listrik PLN belum masuk ke desa. Rasanya baru kemaren mengeja huruf hijayiah dengan metode tangwan, tangwin, tangwun, sesekali melakukan kebandelan di masjid saat sholat berjamaah.

 

Beribu episode kehidupan ternyata di mulai dari jejak jejak berada di masjid Nurul Hudam belajar mengaji berkelompok, belajar sholat berjamaah dan acap juga membuat pusing pengurus masjid karena bermain di masjid. Bila bandel mah mohon maaf khan masih anak anak, masjid Nurul Huda memang keren banget dah.

Bersiap melaksanakan ibadah sholat dengan berjamaah(dokpri)

Semoga masjid Nurul Huda tetap eksis di desa Rajawetan, jika kelak bangunan hasil renovasi telah usai, kemegahan masjid bukan bangunan fisik semata namun bisa di gunakan untuk kegiatan keagamaan dan nantinya akan menghasilkan sumber daya manusia yang mumpuni agar tetap menjaga mulia nya agama Islam.

Oke deh itulah cerita Mang Admin tentang masjid Nurul Huda desa Rajawetan di mana itulah masjid yang pernah menjadi saksi bisu betapa pernah di satu ketika Mang Admin bandel juga tuh di masjid, tapi bagaimana pun rasa kangen ke masjid Nurul Huda tak akan pernah usai, tunggu cerita lain dari Mang Admin tentang penjelajahan masjid masjid lainnya, semoga cerita tentang masjid masjid yang ada di nusantara dan pernah di singgahi Mang Admin memberikan manfaat bagi para pembaca, Insha ALLAH.

Mengintip Keberadaan Rusa Totol Di Gedung Perundingan Linggarjati

Gedung Perundingan Linggarjati nampak dari arah parkiran mobil(dokpri)

 

Istana Bogor dengan koleksi Rusa totol(Axis axis) begitu lekat di mata publik, konon rusa yang ada di istana Bogor merupakan hewan yang berasal dari negeri Nepal dan keberadaannya cukup lama di istana dan berkembang biak. Nah ngomong ngomong soal rusa totol untuk warga Kuningan dan sekitarnya nggak perlu jauh jauh deh ke Bogor untuk melihat dari dekat keberadaan rusa totol ini.

Rusa jantan tampak berjalan anggun di areal kandang(dokpri)

Saat Mang Admin jalan jalan ke gedung perundingan Linggarjati, satu hal yang baru adalah hadirnya rusa totol di halaman gedung perundingan Linggarjati, terlihat sih baru sepasang rusa, yang jantan dengan tanduk yang mencuat, meski baru dua ekor nmun kehadiran rusa totol ini cukup membuat pengunjung sedikit terhibur, berbeda dengan rusa rusa istana Bogor yang berkembang biak dengan populasi cukup banyak, dan pengunjung istana bisa bebas memberikan wortel.

Nggak perlu ke kota Bogor untuk melihat rusa totol, cukup ke Kuningan aja deh(dokpri)

Rusa totol di gedung perundingan Linggarjati tak sembarangan di beri pakan oleh pengunjung, adea larangan yang tertera di kandang rusa berupa himbauan agar pengunjung tak memberikan makanan kepada rusa, kecuali adi izin khusus dari petugas, saat Mang Admin hadir tampak para pengunjung sedang mengamati pergerakan rusa. Hadirnya rusa totol ternyata memberi dampak positif untuk jumlah kunjungan di gedung perundingan Linggarjati. Selain memang tempatnya bersejarah, kita pun dapat menikmati fauna khas negeri Tibet ini.

Untuk masuk ke kawasan gedung, para pengunjung hanya membayar tiket sebesar dua ribu rupiah. Sedangkan akses menuju tempat bersejarah ini sangatlah mudah. Dari Terminal Cilimus naik saja angkot jurusan Cilimus-Linggarjati, atau mungkin yang turun dari arah Cirebon naik saja elf jurusan Cirebon-Kuningan dan berhenti di perempatan Bandorasa, di sana ada papan penunjuk arah ke gedung perundingan.

Ayo berwisata ke Kuningan, tempatnya keren keren dan salah satunya adalah gedung bersejarah ini(dokpri)

Alternatif lain adalah jalan Mandirancan-Cilimus dan menuju ke desa Pakembangan, jalur ini termasuk jalur favorit karena di daerah Cibereum yang mempunyai destinasi wisata yaitu Leuweung Monyet dan juga sebuah tebing yng bisa untuk selfie dan instagramable banget deh. Pokoknya untuk menuju akses gedung perundingan Linggarjati sangat mudah dan dengan ongkos yang terjangkau. Yang menarik jika mengunjungi tempat tempat wisata di daerah Kuningan adalah mulusnya akses jalan beraspal yang membuat nyaman para pengunjung, meski memang harus di akui jalanan di daerah Kuningan cukup sempit untuk papasan dua mobil.

Jika penasaran dan kepo banget dengan hadirnya rusa totol, kayaknya sih cukup pas untuk mengunjugi gedung naskah perundingan Linggarjati, suasana sejuk pegunungan, kontur halaman gedung yang berundak undak dan juga hamparan rumput hijau di sertai latar belakang dari menjulangnya gunung Ciremai membuat suasana hati pun terasa adem. Dan jangan lupa lho kita pun bisa belajar sejarah tentang diplomasi saat bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan, bahwa apa yang di perjuangkan bapak bangsa ternyata berdampak banyak dalam segala segi kehidupan di Indonesia.

Nah gitu deh cerita Mang Admin saat bertandang ke gedung perundingan Linggarjati, koleksi rusa totol menambah semarak suasana dari asri nya gedung. Liburan tak harus mengeluarkan budget dengan berlebih, Kuningan kini merias diri untuk membenahi tempat tempat wisata, tunggu aja cerita Mang Admin seputar tempat wisata ke kinian di daerah Kuningan dan jangan lupa ya kasih komentar ataupun kritikan terhadap blog kesayangan jalandanmakanseru.com. Yuk saatnya pamit dulu karena Mang Admin lagi nyiapin ragam cerita tentang kuliner dan juga tempat tempat seru lainnya.

Menghangatkan Kebersamaan Saat Bukber Teman SMP Di Waroeng Ndeso Cirebon

Ngumpul bareng dengan teman SMP, sesuatu yang sangat menyenangkan(dokpri)

 

Kali ini Mang Admin mau cerita tentang bukber dengan teman teman SMP, meski udah lama nggak ketemuan namun alhmdulilah bisa juga ngumpul bareng dan menikmati buka puasa. Beruntung punya teman yang bernama Teti Indriawati yang berprofesi sebagai guru dan juga merangkap korlap hihi untuk urusan ngumpulin teman teman, kali ini bukber  rencananya di sebuah rumah makan yang berada di kawasan Jalan Perjuangan Raya kota Cirebon.

Kesibukan parkiran Waroeng Ndeso saat menjelang waktu berbuka(dokpri)

Okey lah kalau begitu, nyamperin dulu temen agar bisa nebeng wkwkw, dan menjelang pukul 5 sore akhirnya menuju tempat yang di maksud. Setela 30 menit dalam perjalanan nyampe juga tuh, ada teman yang sudah menunggu. Sebuah rumah makan dengan konsep tradisional dengan bangunan yang di tata layaknya perumahan di kampung kampung dengan interior anyaman bambu. Hampir seluruh bangunan di dominasi oleh bambu, Mang Admin mah liat liat dulu suasana dan atmosfir Waroeng Ndeso.

Iga bakar dari Waroeng Ndeso (dokpri)

Beberapa menit kemudian beberapa teman berdatangan menjelang waktu berbuka, di meja telah tersedia aneka pesanan, ada iga bakar, tahu dan tempe bacem, udang bakar, sop iga, jamur crispy dan juga puding sebagai takjil. Lamat lamat terdengar suara adzan dan tak tertolaklah aneka hidangan, Di mulai dengan puding sebagai hidangan pencuci mulut hingga akhirnya menikmati makanan berat.

Sop Iga dengan campuran sayuran nan menggugah(dokpri)

Iga bakar dan udang bakar menjadi pilihan menu, dengan tambahan sambal dadakan, perpaduan rasa sedikit manis di iga bakar dan udang bakar, namun sambal dadaknya lumayan pedas euy, tak lupa di depan Mang Admin ada juga sop iga sapi yang di variasikan dengan aneka sayuran seperti kol, wortel dan potongan seledri. Mungkin chiefnya suka dengan rasa manis nih, iga bakar dan udang bakarnya terasa manis di lidah.

Untuk menu menu di Warung Ndeso sebenarnya cukup terjangkau, sop iga sapi di banderol dengan harga 20 ribu, cumi bakar yang Mang Admin pesan di hargai dengan nominal 20 ribu rupiah, sedangkan untuk jamur crispy yang rasaya kriuk kriuk itu Cuma 6 ribu rupiah lho.Malah untuk tahu dan tempe bacem harganya murah banget deh yakni seceng aja alias seribu rupiah, mantap!

Krenyes krenyes jamur crispy ala ala Waroeng Ndeso(dokpri)

Waroeng Ndeso pun menyediakan menu  ayam dan bebek dan harganya pun relatif terjangkau nih, bebek bakar, bebek goreng dan bebek cabe ijo semuanya pas di harga 20 ribu, untuk ayam goreng serundeng, ayam bakar, ayam kosek, ayam kalasan di banderol rata rata 11 ribu rupiah.

Menyenangkan bisa berkumpul dan ngobrol bareng dengan teman teman semasa masih menjadi siswa yang berseragam putih dan celana pendek warna biru. Meski sudah jarang bertemu langsung namun alhmdulillah komunikasi tetap berjalan lancar di media sosial, sungguh suatu al yang menyenangkan bisa menghangatkan pertemuan, terima kasih untuk bu denok demplon wkwkwk, dan juga bos Yodi nih semoga di tambahkan rezeki. Spesial ketemu dua kepala desa, Kang Mawil dan Kang Nana, ada juga Kang Uyi dan Amanullah.

Semoga berkumpul di Waroeng Ndeso akan selalu menadi kenangan indah tentang pershabatan nan tulus dan seraya menikmati kulineran. Letak Waroeng Ndeso yang di pinggir jalan dan terletak di Jalan Perjuangan Raya dekat dengan perumahan GSP dengan akses jalan yang mudah di jangkau, kalau di sekitaran kota Cirebon sih, dapet deh Mang Admin rekomendasiin Waroeng Ndeso sebagai tempat berkumpul keluarga dan menikmati hidangannya. Yup sampai jumpa ya di cerita Mang Admin lainnya, eh bentar lagi lebaran nih, mau nraktir Mang Admin? Boleh tuh nggak nolak sih

Mencoba Mengadapi Kenyataan Di Dinginnya Masjid Al-Muttaqin

Suasana masjid Al Muttaqin di komplek bangunan RSUD Linggarjati(dokpri)

 

Di ujung bulan Ramadhan 1439 Hijriyah tak pernah menyangka harus pulang kampung lebih cepat dari jadwal semula, setelah mengajukan jadwal cuti ke kepala gudang di mana Mang Admin bekerja, akhirnya Jum’at sore pasca waktu Isya berangkat menuju kampung halaman di daerah Kuningan. Harus segera tiba karena kakak tertua di rawat di RSUD Linggarjati Kuningan.

Tak pelak lagi secara bergiliran menjaga kakak tertua Mang Admin, udara yang dingin dengan suhu 22 derajat selsius. Meski sedikit lelah namun tetap harus menjaga keberadaan kakak yang sedang di rawat. Angin malam terasa menusuk tulung dan tidur pun dengan posisi asal ngegeletak sesekali terbangun. Menjaga orang sakit meski bergiliran namun tetap saja terasa letih.

Yup seusai makan sahur dan menunggu waktu adzan shubuh. Angin bertiup cukup kencang dan sudah waktunya untuk menunaikan sholat shubuh, menuju arah pinggir dari RSUD, terlihat bangunan masjid dan juga sebuah ruangan di cor semen dengan peneduh berupa tiang tiang besi berwarna biru. Dan inilah masjid yang di kunjungi Mang Admin, masjid bernama Al Muttaqin yang berada satu komplek dengan RSUD Linggarjati yang terletak di Jalan Raya Bandorasa Wetan Nomor 36 Cilimus, Kuningan Jawa Barat.

Tempat wudlhu pria(dokpri)

Suasana tidak begitu ramai, masjid Al Muttaqin tidaklah terlalu besar namun cukup resik dan juga terawat, tempat wudlunya juga bersih dan toiletnya apik, ruangan masjid cukup menampung beberapa shaf sholat dengan alas karpet berwarna merah dan di lengkapi tirai biru untuk pemisah shaf perempuan dan laki laki, di sisi masjid terdapat ruang tambahan yang mungkin di gunakan untuk sholat Jum’at. Ditempat imam terdapat mimbar dengan motif kaligrafi dan di percantik warna hitam sehingga tampak elegant.

Bersiap untuk melaksanakan sholat shubuh(dokpri)

Papan pengumuman memuat kegiatan bulan ramadhan, ada list untuk imam tarawih yang di tulis lengkap mulai dari hari pertama hingga usainya bulan suci ramadhan 1439 Hijriyah. Ada juga jadwal muadzin untuk sholat Jum’at. Dari papan pengumuman Mang Admin mendapatkan info tentang jadwal kegiatan ceramah agama dengan pengisi materi oleh para pejabat RSUD Linggarjati.

Iqomah berkumandang penanda sholat Shubuh akan segera di laksanakan, tak banyak jamaa yang hadir, namun dua shaf sholat shubuh. Sang Imam membacakan surat dengan nada yang tartil, sesekali terasa angin menyapa di antara pintu yang terbuka, sholat shubuh di Al Muttaqin dalam suasana Ramadhan.

Seusai sholat, mengamati kembali bangunan masjid dan kemudian berlalu, setelah itu menuju parkiran motor, di antara udara dingin pagi hari, roda dua melaju menuju rumah, Suasana jalan masih sepi dari lalu lalang. Al Muttaqin dan juga RSUD Linggarjati akan selalu lekat dalam ingatan, kenangan tentang dinginnya air wudlu seakan memegang air es, tiupan angin di pagi hari seakan memaksa tubuh untuk merapatkan jaket agar tak menggigil kedinginan.

Beberapa jam setelah shubuh berlalu, kakak tertua Mang Admin mengalami perubahan dalam hidupanya, salah satu kakinya harus di amputasi. Sebuah keputusan yang berat namun harus terjadi, hidup memang selalu penuh dengan drama, kejutan baik yang menyenangkan ataupun hal yang pahit sekalipun. Di bulan suci ramadhan 1439 Hijriyah ini pula, kakak Mang Admin harus legowo kehilangan telapak kakinya.

Tak terperi sedih terasa namun hidup tentunya terus berjalan dan semoga ini menjadi satu hal yang patut kita renungkan, jangan kan satu kaki, nyawa pun sebenarnya bisa sewaktu waktu bisa di ambil oleh sang pemilik kehidupan, Semangat ya Kak mesti memang kenyataan begitu terasa pilu.

Singgah Di Masjid At-Taqwa Komplek Balaikota Bogor

Masjid At Taqwa di komplek balaikota Bogor(dokpri)

 

Rehat beberapa jenak dalam perjalanan mengitari kota bogor untuk berburu tempat tempat bersejarah dan juga menyusuri bangunan ikonik yang berada di kota hujan Bogor. Suasana siang hari di bulan ramadhan meski panas tak terasa terik namun cukup menguras keringat rupanya, setelah berada di halaman gereja Katedral, kaki pun melangkah menuju komplek perkantoran balaikota Bogor, karena saat libur nasional di penghuung bulan Mei maka suasana balaikota terlihat agak lenggang meski juga ada beberapa satpol PP yang sedang berjaga.

Menuju ke arah dalam melewati beberapa gedung, tiba di tempat tujuan yakni masjid At-Taqwa untuk menunaikan sholat Dzuhur. Seperti biasa Mang Admin saat singgah ke masjid, pasti deh ngepoin suasana masjid, ornamen bangunan, tempat wudhlu dan pernak pernik kegiatan yang di lakukan DKM. Masjid At Taqwa bisa di sebut sebagai titik sentral dari kegiatan kerohanian di lingkungan Balaikota, apalagi di bulan suci seperti sekarang ini dan masjid At Taqwa menyelenggarakan 6 kegiatan rutin di laksanakan setiap hari.

Seperti umumnya masjid di Indonesia yang mempunyai bedug(dokpri)

Ada kegiatan kultum, sholat dzuhur berjamaah, buka bersama,penyediaan takjil, sholat tarawih dan juga pengumpulan zakat. Cukup banyak ya kegiatan selama bulan ramadhan. Nah tak lupa nih Mang Admin pula keliling keliling masjid yang memiliki dua lantai ini, ke tempat wudlhu pria yang di dominasi keramik warna putih, areal toilet dan juga tempat wudhlunya cukup bersih, jalan menuju tempat wudhlu dengan masjid harus melalui beberapa undakan.

Tempat mengambil air wudhlu masjid At Taqwa(dokpri)

Lantai masjid di lapisi karpet warna merah dan pembatas shaf warna krem, ada juga tirai untuk membatasi jamaah pria dan dan wanita. Untuk dinding masjid bagian dalam di cat warna krem, beberapa AC terpasang di masjid, penerangan siang hari di masjid ini cukup terang karena memiliki jendela kaca yang di desain lebar, dinding masjid di lengkapi looster untuk ventilasi udara. Di bagian tiang penyangga terdapat ornamen kaligrafi.

Suasana masjid At Taqwa dengan jamaah yang siap melaksanakan sholat(dokpri)

Di depan teras masjid terdapat sebuah beduk dengan tulisan “Masjid AT TAQWA Balai Kota Bogor, bagian tepi masjid dan juga depan di pagari dengan pagar galvanis. Oh iya Masjid At Taqwa pun peduli dengan kaum mudanya lho, ada agenda untuk kaum milenia ini yakni Sanlat Sehati Ke 4 yang di selenggarakan dari tanggal 4-8 Juni 2018 dengan program kegiatan seperti Tahfiz, Kajian Siroh, Lomba Da’i Mandiri, Santunan dan juga Buka Puasa.

Suasana pelaksanaan kegiatan bulan puasa di masjid At Taqwa ternyata cukup padat ya, beruntung Mang Admin singgah ke sini dan bisa sholat dzuhur. Sejarah balaikota Bogor memang cukup panjang, dulu banget nama Bogor adalah Buitenzorg yang memiliki makna harfiah “Tanpa Kecemasan”. Balaikota Bogor di bangun pada tahun 1868 dengan nama awal gedung yaitu Societat, tempat kumpulnya kalangan sosialita nyonya dan tuan Belanda yang dahulu menjajah nusantara.

Semoga saja kehadiran masjid At Taqwa di lingkungan balaikota Bogor menjadi oase bagi para PNS yang bekerja agar lebih bertakwa, bekerja dengan keikhlasan dan melayani masyarakat kota Bogor dengan hati. Sebuah masjid sebenarnya bukan melulu tempat ibadah formal harian, namun menjadi pusat peradaban bagi kalangan muslim, Semoga kehadiran masjid At Taqwa dengan segala kajian yang ada di dalamnya menjadi pemandu rohani agar aparatur sipil tetap bekerja optimal.

Dan juga jamaah masjid akan tetap melimpah meski bulan ramadhan nantinya berlalu, senang pernah berada di masjid At Taqwa di komplek balaikota Bogor, tunggu jelajah Mang Admin di masjid masjid lainnya.

Satu Senja Bulan Ramadhan Di Masjid Riyadush Sholihin Kebun Raya Residence Bogor

Jamaah yang usai melaksanakan sholat Ashar di Masjid Riyadush Sholihin(dokpri)

 

Terdengar nyaring suara adzan bergema saat angkot baru saja sampai di sebuah rumah yang terletak di perumahan Kebun Raya Residence Bogor, beberapa jenak istirahat dan meminta izin ke si empunya rumah untuk menuju sumber suara adzan mengalun syahdu. Berjalan menapaki aspal perumahan yang terlihat mulus dan juga kanan kiri tanaman yang terlihat rindang. Beberapa meter kemudian belok kanan dan menuju ke sebuah taman kanak kanak Safinah.

Bagian samping masjid yang menuju akses tempat wudhlu(dokpri)

Ada undakan dari semen untuk jalan penghubung antara TK dan masjid, lurus sedikit dan belok kanan terdapat tempat wudhlu pria. Pemisahan letak tempat wudhlu pria dan wanita, ada jalur penghubung menuju ke dalam masjid. Tiba di dalam udara terasa seju, maklumlah air conditioner dan juga kipas angin terpasang di setiap pojok masjid, ada jam elektronik penanda waktu sholat, ruangan imam beserta mimbar, karpet berwarna hijau tergelar menambah asri tempat sholat.

Halaman depan masjid yang memiliki multi fungsi(dokpri)

Kumandang iqomah menghentikan pengamatan Mang Admin. Hening dalam suasana syahdu sholat Ashar, suasana Ramadhan terlihat di masjid ini. Beberapa jamaah memilih membaca Quran seusai sholat jam’ah. Mang Admin mengitari masjid untuk sekedar ingin tahu bagaimana masjid Riyadhush Sholihin mengadakan beberapa kegiatan untuk syiar Islam ini. Masjid yang terletak di Jalan Mahoni Raya E 26  Kebun Raya Residence ini sepertinya di konsep sebagai tempat dengan titik tengah dari rumah rumah warga, dengan letak lebih tinggi di banding rumah sekitar, ada beberapa undakan untuk menuju ke masjid.

Jam elektronik penunjuk waktu sholat(dokpri)

Telihat papan pengumuman masjid dengan kegiatan yang akan di adakan dan juga kegiatan kegiatan di masjid lain yang tertempel di mading kaca masjid Riyadush Sholihin. Halaman masjid terpasang paving block dengan di lengkapi tenda, mungkin di pergunakan untuk jamaah sholat tarawih. Bentuk pintu masuk baik samping kiri dan kanan di hiasi ornamen segi delapan dengan dua daun pintu, untuk motif keramik luar terpasang warna coklat muda dan dinding luar berwarna cream.

Nah pas waktu Maghrib ini nih yang seru, DKM masjid menyediakan takjil kepada jamaah yang hadir, selain itu juga mereka pun membagikan nasi box untuk para pengunjung masjid yang mungkin nggak sempat berbuka di rumah. Suasana Ramadhan memang selalu spesial, beruntung bisa mengamati masjid yang nyaman ini, meski hanya kunjungan singkat dan menumpang sholat Ashar dan Maghrib namun kesannya begitu luar biasa.

Yuk kita terus jaga masjid, dan memakmurkannya dengan cara sholat berjama’ah dan bukankah sholat berjama’ah mendapatkan 27 x lipat ganjaran di bandingkan sholat sendirian. Semoga warga perumahan Kebun Raya Residence bisa terus menjaga kedamaian baik di lingkungan masjid atau pun dengan para warga yang bukan beragama Islam. Sejenak menikmati gaya arsitektur masjid Riyadush Sholihin dan duduk selonjoran di atas karpet hijau yang tebal.

Yup jika pengen berkunjung ke tempat ini, masjid Riyadush Sholihin, cari saja perumahan Kebun Raya Residence, dengan akses jalan perumahan yang nggak rumit, masjid ini bisa dengan mudah di cari, atau kalau masih ragu lebih baik nanyain ke petugas sekuriti yang berjaga di pintu gerbang perumahan. Yuk ah udahan dulu cerita kunjungan Mang Admin ke masjid yang berada di perumahan Kebun Raya Residence. Lain kali Mang Admin ceritain juga keunikan masjid masjid yang ada di Indonesia dan mungkin dunia, itu sih Mang Admin ngarep banget deh hehe. Oke dan sampai jumpa di masjid berikutnya, salam jalan jalan dan makan.

Pizza Hut Gatot Subroto Pilihan Tempat Berbuka Untuk Keluarga

Mbak kasir sedang serius bekerja(dokpri)

 

Masih puasa dong?Alhamdulillah masih bisa berpuasa di buan ramadhan tahun ini dan semoga kita semua di lancarkan untuk menjalankan ibadah puasa hingga tuntas nanti. Kali ini Mang Admin mau cerita nih saat beberapa hari lalu buka puasa yang bertempat di kawasan jalan Gatot Subroto Kavling 1000 RT 10 RW 11, Pancoran-Jakarta Selatan  yang deket All Fresh lho, tampilan dari luar sih gedungnya terlihat unik dengan ornamen kaca warna warni, udah masuk ke dalam malah tambah seru lagi, dominasi dinding warna putih dan juga meja meja warna senada dan di tata dengan apik semakin mengesankan bahwa tempat ini memang di desain untuk tempat makan keluarga.

Lantai dasar yang meriah dengan suasana ultah(dokpri)

 

Di lantai atas ada juga ruangan dengan batas sekat yang terbuat dari kaca, tangga menuju lantai atas di dindingnya terbingkai figura ukuran jumbo yang berisi daftar menu dari Pizza Hut, mulai daftar minuman seperti lime juice/squash, Milkshake, Italian soda, Coffe Latte, Cappucino, Sparkling Tea dan lain lain. Ada juga beragam pizza yang bisa di pesan serta pasta yang ada di Pizza Hut.

Menu pilihan Mang Admin, baso daging sapinya lumer bingit(dokpri)

Berhubung saat Mang Admin mau bukber,  saat yang sama ada perayaan ulang tahun  dengan suasana yang begitu meriah dan juga rame banget euy maka lantai dasar di gunakan untuk keriaan acara, akhirnya memilih tempat di lantai atas. Dari ketinggian gedung Pizza Hut Gatot Subroto terlihat kesibukan jalanan ibu kota, oh iya Pizza Hut Gatsu ini sangat mudah di temukan deh, kalau dari halte busway Pancoran Barat mah tinggal jalan aja atau bisa juga naek ojek online.

Pizza dengan pinggiran roti yang renyah(dokpri)

Mang Admin mau cerita tentang makanan apa aja sih yang di pesan bersama teman teman, yup pilihannya yakni Meatballs-Beef Mushroom Sauce. Campuran bola daging saping yang rasanya krenyes dan lembut di lidah dan di siram dengan saus daging sapi cincang dan jamur,njier dah “baso” nya terasa lembut di lidah dan aroma daging sapi kerasa banget bro, di lengkapi potongan wortel dan menu ini di banderol 40 ribu bro. Untuk minumnya Mang Admin memilih Orange Juice.

Kesegaran Orange Juice yang juara deh(dokpri)

Sebenarnya banyak banget sih menu menu di Pizza Hut Gatsu semisal Garlic Bread yang di banderol 22k per 8 potong, roti panggang dengan bumbu bawang putih cincang. Choco Puff harganya 33k per 5 potong. Kalau kamu pengen menu nasi bisa tuh pilih juga Black Pepper Chicken yang merupakan nasi dengan potongan ayam yang di siram dengan saus lada hitam dan taburan wijen.

Namanya juga Pizza Hut dan so pasti yang kerennya sih Pizza dong, menu terbaru adalah Splitza yang memiliki keunikan dengan 1 pizza tapi 2 topping euy, pilihan toppingnya Super Supreme, Super Supreme Chicken Meat Lover, American Favourite serta Deluxe Cheese. Harganya mulai 87 ribuan.